Assalamualaikum WrWb.
 
Deklai tetap semangat mamak-mamak jo bundo evi mambahas sejarah Minangkabau,
mako sekedar panambah2 info (mohon) maaf kalau lah ado nan mambaco Artikel
dari Melayu Online ko
http://melayuonline.com/history/?a=a053L29QTS9VenVwRnRCb20%3D=
<http://melayuonline.com/history/?a=a053L29QTS9VenVwRnRCb20%3D=&l=kerajaan-m
elayu-jambi> &l=kerajaan-melayu-jambi ambo copy untuak kito baco2.
 
Nan ingin ambo tanyokan ka mamak nan ado, terutama Mak Datuak Endang, Mak
Arman Bahar, apokah Kerajaan Dharmasraya ko kerjaan Melayu Jambi, Melayu
saja, atau Minangkabau, samo2 kito tahu juo, bahwa sebelunya juo ado ambo
danga kerajaan Manan Kabwa (Minangkabau) cuman indak alun ado bukti dima
persisnya.
 
Bagaimana menurut mamak2 Artikel Dibawah, nan bajudul "Kerajaan Melayu
Jambi" ko?
 
Salam
 
SEJARAH MELAYU : Kerajaan Melayu Jambi

1. Sejarah

Jambi merupakan wilayah yang terkenal dalam literatur kuno. Nama negeri ini
sering disebut dalam prasasti-prasasti dan juga berita-berita China. Ini
merupakan bukti bahwa, orang Cina telah lama memiliki hubungan dengan Jambi,
yang mereka sebut dengan nama Chan-pei. Diperkirakan, telah berdiri tiga
kerajaan Melayu Kuno di Jambi, yaitu Koying (abad ke-3 M), Tupo (abad ke-3
M) dan Kantoli (abad ke-5). Seiring perkembangan sejarah, kerajaan-kerajan
ini lenyap tanpa banyak meninggalkan jejak sejarah.

Dalam sejarahnya, negeri ini pernah dikuasai oleh beberapa kekuatan besar,
mulai dari Sriwijaya, Singosari, Majapahit, Malaka hingga Johor-Riau.
Terkenal dan selalu menjadi rebutan merupakan tanda bahwa Jambi sangat
penting pada masa dulu. Bahkan, berdasarkan temuan beberapa benda purbakala,
Jambi pernah menjadi pusat Kerajaan Sriwijaya.

Setelah Koying, Tupo dan Kantoli runtuh, kemudian berdiri Kerajaan Melayu
Jambi. Berita tertua mengenai kerajaan ini berasal dari T'ang-hui-yao yang
disusun oleh Wang-p'u pada tahun 961 M, di masa pemerintahan dinasti T'ang
dan Hsin T'ang Shu yang disusun pada awal abad ke-7, M di masa pemerintahan
dinasti Sung. Diperkirakan, Kerajaan Melayu Jambi telah berdiri sekitar
tahun 644/645 M, lebih awal sekitar 25 tahun dari Sriwijaya yang berdiri
tahun 670. Harus diakui bahwa, sejarah tentang Melayu kuno ini masih gelap.
Sampai sekarang, data utamanya masih didasarkan pada berita-berita dari
negeri Cina, yang terkadang sulit sekali ditafsirkan. Namun, dibandingkan
daerah lainnya di Sumatera, data arkeologis yang ditemukan di Jambi
merupakan yang terlengkap. Data-data arkeologis tersebut terutama berasal
dari abad ke-9 hingga 14 M. Untuk keluar dari kegelapan sejarah tersebut,
maka, sejarah mengenai Kerajaan Melayu Jambi berikut ini akan lebih terfokus
pada fase pasca abad ke-9, terutama ketika Aditywarman mendirikan Kerajaan
Swarnabhumi di daerah ini pada pertengahan abad ke-14 M.

Sebelum bercerita lebih banyak mengenai Aditywarman, ada baiknya tulisan ini
diawali dengan pemaparan sejarah leluhur Adityawarman di tanah Melayu ini.
Ketika Sriwijaya berdiri, Kerajaan Melayu Jambi menjadi daerah taklukannya.
Kemudian, ketika Sriwijaya runtuh akibat serangan Kerajaan Cola dari India
pada tahun 1025 M, para bangsawan Sriwijaya banyak yang melarikan diri ke
hulu Sungai Batang Hari, dan bergabung dengan Kerajaan Melayu yang memang
sudah lebih dulu berdiri, tapi saat itu menjadi daerah taklukannya. Lebih
kurang setengah abad kemudian, sekitar tahun 1088 M, keadaan berbalik,
Kerajaan Melayu Jambi menaklukkan Sriwijaya yang memang sudah di ambang
kehancuran.

Kerajaan Melayu Jambi mulai berkembang lagi, saat itu, namanya adalah
Dharmasraya. Sayang sekali, hanya sedikit catatan sejarah mengenai
Dharmasraya ini. Rajanya yang bernama Shri Tribhuana Raja Mauliwarmadhewa
(1270-1297) menikah dengan Puti Reno Mandi. Dari pernikahan ini, kemudian
lahir dua orang putri: Dara Jingga dan Dara Petak

Menjelang akhir abad ke-13, Kartanegara mengirim dua kali ekspedisi, yang
kemudian dikenal dengan nama Ekspedisi Pamalayu I dan II. Dalam ekspedisi
pertama, Kartanegara berhasil menaklukkan Kerajaan Melayu dan Sriwijaya yang
memang sudah lemah. Berdasarkan Babad Jawa versi Mangkunegaran disebutkan
bahwa, Kartanegara menaklukkan Jambi pada tahun 1275 M.

Pada tahun 1286 M, Kartanegara mengirimkan sebuah arca Amogapacha ke
Kerajaan Dharmasraya. Raja dan rakyat Dharmasraya sangat gembira menerima
persembahan dari Kartanegara ini. Sebagai tanda terimakasih Raja Dharmasraya
pada Prabu Kartanegara, ia kemudian mengirimkan dua orang putrinya, Dara
Jingga dan Dara Petak untuk dibawa ke Singosari. Dara Jingga kemudian
menikah dengan Mahesa Anabrang dan melahirkan Aditywarman. Ketika utusan
Kartanegara ini kembali ke tanah Jawa, mereka mendapatkan Kerajaan Singosari
telah hancur akibat serangan Jayakatwang dan pasukan Kubilai Khan. Sebagai
penerus Singosari, muncul Kerajaan Majapahit dengan raja pertama Raden
Wijaya. Dara Petak kemudian dipersembahkan kepada Raden Wijaya untuk
diperistri. Dari perkawinan ini, kemudian lahir Raden Kalagemet. Ketika
Kalagemet menjadi Raja Majapahit menggantikan ayahnya, ia memakai gelar Sri
Jayanegara.

Demikianlah, keturunan Dara Petak menjadi Raja, sementara keturunan Dara
Jingga, yaitu Aditywarman, menjadi salah seorang pejabat di istana
Majapahit. Hingga suatu ketika, tahun 1340 M, Adityawarman dikirim kembali
ke Sumatera, negeri leluhurnya, untuk mengurus daerah taklukan Majapahit,
Dharmasraya. Namun, sesampainya di Sumatera, ia bukannya menjaga keutuhan
wilayah taklukan Majapahit, malah kemudian berusaha untuk melepaskan diri
dan mendirikan Kerajaan Swarnabhumi. Wilayahnya adalah daerah warisan
Dharmasraya, meliputi wilayah Kerajaan Melayu Kuno dan Sriwijaya. Dengan
ini, berarti eksistensi Dharmasraya telah diteruskan oleh kerajaan baru:
Swarnabhumi. Pusat kerajaan diperkirakan berada di wilayah Jambi saat ini.
Dalam perkembangannya, pusat kerajaan yang dipimpin Aditywarman ini kemudian
berpindah ke Pagaruyung, hingga nama kerajaannya kemudian berubah menjadi
Kerajaan Pagaruyung, atau dikenal juga dengan Kerajaan Minangkabau. Akibat
perpindahan pusat kerajaan ini, Jambi kemudian menjadi bagian dari wilayah
kekuasaan Kerajaan Pagaruyung (Minangkabau). Kejadian ini terjadi sekitar
pertengahan abad ke-14.

Ketika Kerajaan Malaka muncul sebagai kekuatan baru di perairan Malaka pada
awal abad ke-15, Jambi menjadi bagian wilayah kerajaan ini. Saat itu, Jambi
merupakan salah satu bandar dagang yang ramai. Hingga keruntuhan Malaka pada
tahun 1511 M di tangan Portugis, Jambi masih menjadi bagian dari Malaka. Tak
lama kemudian, muncul Kerajaan Johor-Riau di perairan Malaka sebagai ahli
waris Kerajaan Malaka. Lagi-lagi, Jambi menjadi bagian dari kerajaan yang
baru berdiri ini.

Jambi memainkan peranan yang sangat penting dalam membantu Johor berperang
melawan Portugis di Malaka. Kemudian, memanfaatkan situasi yang sedang tidak
stabil di Johor akibat berperang dengan Portugis, Jambi mencoba untuk
melepaskan diri. Dalam usaha untuk melepaskan diri ini, sejak tahun 1666
hingga 1673 M, telah terjadi beberapa kali peperangan antara Jambi melawan
Johor. Dalam beberapa kali pertempuran tersebut, angkatan perang Jambi
selalu mendapat kemenangan. Bahkan, Jambi berhasil menghancurkan ibukota
Johor, Batu Sawar. Jambi terbebas dari kekuasaan Johor. Namun, ini ternyata
tidak berlangsung lama. Johor kemudian meminta bantuan orang-orang Bugis
untuk mengalahkan Jambi. Akhirnya, atas bantuan orang-orang Bugis, Jambi
berhasil dikalahkan Johor.

2. Silsilah

Di masa Kerajaan Dharmasraya, raja yang dikenal hanyalah Shri Tribhuana Raja
Mauliwarmadhewa (1270-1297). Sementara raja-raja yang lain, belum didapat
data yang lengkap. Di masa Kerajaan Swarnabhumi, rajanya yang paling
terkenal adalah Aditywarman. Namun, ketika bergabung dengan Minangkabau,
maka silsilah raja yang ada merupakan silsilah raja-raja Minangkabau.

3. Periode Pemerintahan

Agak rumit memaparkan bagaimana periode pemerintahan berlangsung di Jambi,
jika pemerintahan tersebut diandaikan sebuah kerajaan merdeka yang bebas
dari pengaruh kekuasaan lain. Berdasarkan sedikit data sejarah yang
tersedia, tampaknya Jambi menikmati masa bebas dari pengaruh kerajaan lain
hanya di masa Kerajaan Melayu Kuno. Selanjutnya, ketika Sriwijaya berdiri,
Jambi menjadi daerah taklukan Sriwijaya, bahkan, menurut beberapa sumber
yang, tentu saja masih diperdebatkan, Jambi pernah menjadi pusat
pemerintahan Sriwijaya. Ketika Sriwijaya runtuh dan muncul kekuatan
Singosari di Jawa, Jambi menjadi daerah taklukan Singosari. Ketika Singosari
runtuh dan muncul kemudian Majapahit, Jambi menjadi wilayah taklukan
Majapahit.

Dalam perkembangan selanjutnya, Jambi menjadi pusat Kerajaan Swarnabhumi
yang didirikan Aditywarman. Ketika pusat kerajaan Adityawarman berpindah ke
Pagaruyung, Jambi menjadi bagian dari Kerajaan Minangkabau di Pagaruyung.
Ketika Malaka muncul sebagai sebuah kekuatan baru di Selat Malaka, Jambi
menjadi bagian dari wilayah Malaka. Malaka runtuh, kemudian muncul Johor.
Lagi-lagi, Jambi menjadi bagian dari Kerajaan Johor. Demikianlah, Jambi
telah menjadi target ekspansi setiap kerajaan besar yang berdiri di
Nusantara ini.

4. Wilayah Kekuasaan

Wilayah Kerajaan Jambi meliputi daerah sepanjang aliran Sungai Batang Hari
yang sekarang menjadi wilayah Propinsi Jambi, yang berbatasan dengan wilayah
Sumatera Barat, Riau dan Sumatera Selatan.

5. Struktur Pemerintahan

Di masa Jambi masih menjadi kerajaan merdeka, kerajaan dipimpin oleh seorang
raja. Namun, belum ada kejelasan, apa status pemimpin daerah-daerah di
Jambi, selama negeri ini menjadi bagian dari wilayah kerajaan lain.

6. Kehidupan Sosial Budaya

Beberapa benda arkeologis yang ditemukan di daerah Jambi menunjukkan bahwa,
di daerah ini telah berlangsung suatu aktifitas ekonomi yang berpusat di
daerah Sungai Batang Hari. Temuan benda-benda keramik juga membuktikan
bahwa, di daerah ini, penduduknya telah hidup dengan tingkat budaya yang
tinggi. Temuan arca-arca Budha dan candi juga menunjukkan bahwa, orang-orang
Jambi merupakan masyarakat yang religius. Ini hanyalah sedikit gambaran
mengenai kehidupan di Jambi. Bagaimana sisi sosial budaya masyarakat secara
keseluruhan? Sangat sulit untuk menggambarkan secara detil, bagaimana
kehidupan sosial budaya ini berlangsung, mengingat data arkeologis yang
sangat minim.

Sumber:

1. Seminar Sejarah Melayu Kuno Jambi: 7-8 Desember 1992. Pemda Tingkat I
Jambi. 1992.

2. Slamet Muljana. Sriwijaya, Yogyakarta: LKiS. 2006.

3. " <http://ms.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Melayu_Jambi>
http://ms.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Melayu_Jambi";

 

Artikel aslinya di
http://melayuonline.com/history/?a=a053L29QTS9VenVwRnRCb20%3D=&l=kerajaan-me
layu-jambi


  _____  

From: [email protected] [mailto:[email protected]]  
On Behalf Of Hifni H.Nizhamul
Sent: 21 Januari 2009 12:49

Alhamdulillah - semula diraso kato " bagalau" - ternyata berlanjut menjadi
pemaparan yang sangat mengasyikkan. Oleh karenanya untuk mencari kebenaran
dalam rangka menyusun " Sejarah Minangkabau, selayaknya nanti Tim yang akan
menyusun naskah mau tidak mau harus melibatkan kalangan : arkeologi -
antropologi dan ahli sejarah.

Ambo alah manyimak bahwa direncanakan nama - nama Tim penulisan sejarah
Minangkabau telah melibatkan para ahli dibidangnya, seperti : 


- Nopriyasman selaku koordinator yang sekaligus akan menulis sejarah
kerajaan-kerajaan di Minangkabau, 


-    anggota Zuriatin yang akan menulis tentang nagari-nagari, 


-   didukung oleh Prof Gusti Asnan, Ph D, Drs M.Yusuf, M.Hum, Dr. Anatona,
M.Hum, Fitra Alida, dan Prof Dr.Nadra,M.A. 







--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke