Dan apa kata SBY tentang Dana BPD yang diparkir di SBI??

96 Triliun, tidak sedikit. 

http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0708/24/utama/3783492.htm 

Paculah Ekonomi Daerah 
Tak Bisa Dipahami Tingkat Kemiskinan Tinggi, tetapi Dana Ditaruh di Bank
  
Jakarta, Kompas - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menilai simpanan pemerintah 
daerah di perbankan yang mencapai Rp 96 triliun sebagai ironi di tengah 
keperluan dana yang besar untuk pembangunan. Pemerintah daerah diharuskan 
memanfaatkan dana itu untuk mendorong lebih cepat perekonomian di daerah. 
"Di tengah-tengah keperluan modal finansial yang besar untuk kepentingan 
pembangunan infrastruktur, serta untuk kepentingan berbagai usaha sektor riil, 
terdapat dana yang parkir atau menganggur dalam jumlah yang besar," ujar 
Presiden Yudhoyono saat memberikan keterangan di hadapan Sidang Paripurna 
Khusus Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Kamis (23/8). 
Menurut Presiden, pada awal triwulan II tahun ini, posisi total simpanan 
seluruh pemerintah daerah (pemda) di Indonesia yang ditempatkan di perbankan 
sekitar Rp 96 triliun. 
Sebagian besar simpanan pemda biasanya ditempatkan di bank pembangunan daerah 
(BPD) masing-masing.   
Sebagai bagian dari manajemen portofolionya, dana pihak ketiga yang belum 
terpakai, termasuk dana pemda, disimpan dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia 
(SBI) yang bunganya dibayar Bank Indonesia. Hingga pertengahan Agustus 2007, 
simpanan semua BPD dalam bentuk SBI sekitar Rp 50 triliun. 
Presiden menginstruksikan agar pemda memanfaatkan dana tersebut untuk 
pembangunan di daerah. "Kalau tidak, kita berada dalam posisi yang merugi. 
Rakyat juga akan kecewa karena mereka tahu bahwa pemdanya bisa berbuat lebih 
banyak lagi untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan mereka," papar 
Presiden. 
Presiden menilai rendahnya pemanfaatan dana oleh pemda terkait adanya hambatan 
dalam penyusunan dan pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). 
Hambatan tersebut menyebabkan terlambatnya pengesahan APBD di beberapa daerah 
sehingga akhirnya pelaksanaan program peningkatan kesejahteraan rakyat di 
setiap daerah juga terlambat. 
Untuk itu, Presiden meminta dilakukan konsultasi dan koordinasi antara 
gubernur, bupati, wali kota dengan menteri dan para pejabat pemerintah pusat 
agar tidak ada keraguan dan ketakutan pejabat di daerah menggunakan dana 
APBD-nya. 
"Lembaga BPKP juga dapat memberikan asistensi dan konsultasi agar tidak ada 
kekeliruan dalam pengelolaan dana," kata Presiden.   
Terkait rendahnya penyerapan anggaran, Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita meminta 
pemerintah pusat dan pemda memperbaiki pengelolaan keuangan negara dan sistem 
penganggarannya agar lebih efektif dan efisien lagi. 
Langkah tersebut untuk menghindari penyerapan anggaran yang sangat rendah pada 
semester I-2007, dan penggunaan anggaran yang besar dalam waktu sangat singkat 
pada semester II. 
"Ini bisa menghasilkan kualitas pekerjaan yang rendah dan merangsang 
penyalahgunaan anggaran karena ingin cepat dihabiskan," kata Ginandjar. 
Pakar ekonomi daerah yang juga Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia 
Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, pemerintah pusat dan pemda sama-sama 
berkontribusi atas rendahnya penyerapan dana oleh pemda. 
Menurut Bambang, sejumlah pemda selalu terlambat dalam mengesahkan APBD-nya, 
rata-rata enam bulan. "Bahkan ada daerah yang APBD-nya baru disahkan setelah 
tahun fiskal APBD tersebut berjalan sembilan bulan," katanya. 
Di sisi lain, dana perimbangan, terutama dana bagi hasil, telah dikirim 
pemerintah pusat tepat waktu. Terkait pemerintah pusat, Bambang menilai aturan 
pencairan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran terlalu rumit. 
Ketua Asosiasi Bank Pembangunan Daerah Winny E Hasan menjelaskan, besarnya dana 
pemda di bank terjadi karena proses persetujuan APBD cukup panjang. 
Setelah APBD disetujui, proyek pun harus ditenderkan terlebih dahulu sehingga 
juga butuh waktu. Setelah ditentukan pemenangnya, pemenang tender harus 
mengurus bank garansi atau modal kerja ke bank yang biasanya memerlukan waktu 
beberapa minggu. 
Dikritik Menkeu   
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengkritik sikap sejumlah pejabat pemda 
dalam urusan anggaran. Menurut dia, ada pemerintah daerah yang anggarannya 
surplus, tetapi pejabatnya masih minta uang. Sebaliknya, ada yang mengaku 
defisit, tetapi simpanannya di bank ternyata besar. 
Menurut Menkeu, jika suatu daerah yang memiliki kebutuhan pembangunan sangat 
besar tetapi anggarannya tetap ditanamkan di perbankan, itu berarti ada 
persoalan dalam perencanaan anggaran. 
"Sungguh tidak bisa dipahami kalau daerah tersebut tingkat kemiskinannya 
tinggi, infrastrukturnya jelek, tapi dananya ditaruh di bank," ujarnya. 
Menkeu juga mengatakan, untuk daerah yang memang sarana infrastruktur, 
pendidikan, dan kesehatannya bagus, penggunaan anggaran biasanya akan lebih 
hemat sehingga surplus anggaran harus dijaga dengan baik. "Mungkin daerah yang 
surplus anggarannya perlu fund manager (pengelola dana)," katanya. 
Daerah yang mencatat surplus antara lain Kalimantan Timur sebesar Rp 2,5 
triliun, sedangkan daerah yang defisit antara lain DKI Jakarta sebesar Rp 2,7 
triliun, Jawa Tengah Rp 23,9 miliar, dan Irjabar Rp 150 miliar. 
"Uang itu kan dikumpulkan dari masyarakat dalam bentuk pajak, seharusnya 
dikembalikan lagi ke masyarakat," ujarnya. (FAJ/HAR/JOE) 
                                                                                
      
"[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  
Dinda BTS ysssk (yang saya sangat sangat kagumi),
 Itulah hebatnya dinda BTS. Sebenarnya beliau membetulkan kesalahan saya. 
Karena memang sifat penggunaan SILPAS adalah untuk bridging, meskipun tidak 
harus mengendap setahun. Namun tetap sifatnya adalah bridging artinya secara 
akuntansi diperhitungkan pasa tauhn berikut. Luar biasa, saya sangat kagum 
dengan dimas BTS.
 Sukses selalu
 bambang sp/jogja

     
                       


B. Dwiagus Stepantoro   
Jakarta, INDONESIA
http://bdwiagus.blogspot.com 
Just be open,... who knows lightning will strike!!



       
---------------------------------
Be a better Globetrotter. Get better travel answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out.

Kirim email ke