Ysh Pak Aby dan rekan milis semuanya.
Pak Aby wrote :
"... apakah berlebihan kiranya kalau masyarakat mengharapkan Ketua IAP dan
Ditjen Penataan Ruang juga antara lain perlu mengagendakan pembicaraan
dengan industri media agar ruang-ruang media juga diisi dengan wacana penataan
ruang..... khususnya lagi menyangkut pengembangan sistem kota secara nasional?"
............ ......... .......
Pak BTS wrote :
"Kalau jadi ada ruang-ruang media diisi dengan wacana tata ruang...khususnya
menyangkut pengembangan sistem kota secara nasoional, ...trus pengembangan
sistem kota secara nasional itu di bawah kendali siapa?"
Rudi:
Ya betul pak..... media untuk tata ruang itu sih soal gampang saja dan
kurang penting ...yang penting itu adalah........ trus pengembangan sistem kota
secara nasional itu nanti di bawah kendali siapa?...... lalu pejabat-pejabatnya
itu nanti namanya siapa saja .... rumahnya mana ... gajinya berapa?... hehe..
Salam,
Rudi
Bambang Tata Samiadji <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Ysh Pak Aby dan
rekan milis semuanya.
Pak Aby wrote :
"... apakah berlebihan kiranya kalau masyarakat mengharapkan Ketua IAP dan
Ditjen Penataan Ruang juga antara lain perlu mengagendakan pembicaraan
dengan industri media agar ruang-ruang media juga diisi dengan wacana penataan
ruang..... khususnya lagi menyangkut pengembangan sistem kota secara nasional?"
............................
BTS : "Kalau jadi ada ruang-ruang media diisi dengan wacana tata
ruang...khususnya menyangkut pengembangan sistem kota secara nasoional, ...trus
pengembangan sistem kota secara nasional itu di bawah kendali siapa?"
Thanks. CU. BTS.
----- Original Message -----
From: hengky abiyoso
To: [email protected]
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, January 16, 2008 9:26 AM
Subject: [referensi] Re: Jkt Setelah 100 Hari Ditangan Ahlinya....
Dont' take it seriously
Bush Dalam Debat Televisi.....
Dalam sebuah acara debat televisi .... seorang ibu dari floor bertanya
kepada Presiden Bush tentang apa saja 3 kesalahan yang telah diperbuatnya
............
Presiden Bush menjawab: Tiga kesalahan saya adalah saya tahu.... pertama
... apa yang telah saya ucapkan pada perdebatan saya yang terakhir..... Lalu
kedua...., kesalahan dalam ucapan saya pada perdebatan saat ini, dan
ketiga..... adalah kesalahan yang saya ucapkan pada perdebatan saya yang akan
datang.......
* * * * *
Jkt Setelah 100 Hari Ditangan Ahlinya
..
Milisters semuanya ysh,
Setelah sebelumnya Fauzi Bowo dilantik menjadi gubernur DKI pada 7 Oktober
2007 ..... Kompas kemarin menurunkan berita tentang jajak pendapat Jkt
Setelah 100 Hari Ditangan Ahlinya... .......
Logikanya ......... kinerja suatu pemerintahan dalam 100 hari nampaknya
hanya akan mendapatkan hasil terbaiknya... hanya apabila obyek penataan
pemerintahan itu memang sepenuhnya atau sebagian terbesarnya memang berada pada
kendali wewenang dan kekuasaan sepenuhnya dari si kepala pemerintahan .......
diluar it u hampir sulit untuk mengatakan bahwa banyak perubahan akan dapat
dihasilkan oleh seorang pemimpin baru dalam seratus hari........
Untuk kasus DKI misalnya....... tak semua hal dapat berada dibawah kendali
gubernur.......
Apa-apa saja yang hampir benar-benar sepenuhnya berada dibawah kendali
kekuasaan Gubernur Foke nampaknya adalah seluruh SDM perangkat pemerintahan
di DKI.... baik sipil...ataupun bisa juga termasuk polisi.... untuk beberapa
aspek disipliner serta sangsinya......., wewenang tentang ktp, surat-surat
izin untuk bangunan dsb. ........
Lebih dari itu.... dinamika mobilitas rakyat (dan kendaraan) ... yang menim b
ulkan potensi kemacetan lalulintas .... ia samasekali tidaklah berada dibawah
kendali kekuasaan Gubernur Foke atau bahkan kendali siapapun ........ demikian
juga gerakan aliran air dari hulu sungai ataupun rob dari laut yang menyebabkan
Jkt banjir ...... salah guna narkoba... kemiskinan.. kesehatan rakyat...
perekonomian rakyat ......suburbanisasi dan commuting..........
Seperti mengada-ada .... Kompas membuat jajak pendapat untuk sekitar 19
aspek program pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan... sejak mulai dari
:...... penanggulangan kemacetan lalulintas selama pembanguan busway koridor 8,
9, 10.... persiapan pembangunan MRT.... transparansi rencana dan pelaksanaan
APBD.... penanggulang a n banjir.... akselerasi pemberdayan ekonomi
masyarakat.... pemberantasan penyalah-gunaan narkoba... perbaikan lingkungan
hidup.... perbaikan pelayanan kesehatan... dsb....... lalu menanyakannya kepada
respondennya........
Jelas bahwa tentu saja tidak ada hasil signifikan yang nampak...... oleh
karena banyak aspek yang ditanyakan termasuk berada diluar kendali penuh
gubernur..........
Untuk membelanjakan tenggat waktu 100 hari.... tak usahlah bicara banjir
dulu .... dan sementara cukuplah bicara dulu saja tentang pembenahan busway
dulu....
Untuk mengurangi kemacetan... maka dikerahkan 5000 polisi untuk m engatur
lalulintas.......ini dalam 3 hari juga bisa dilaksanakan......
Jalur busway diizinkan dilalui mobil pribadi dan sepedamotor ..... inipun
juga bisa dilaksanakan dalam 3 hari...........
Sekarang..... karena jalur busway pada separatornya atau pada beda
ketinggiannya dengan jalur biasa memiliki bahaya yang mengancam pengendara
sepeda motor .... maka separator itu kini perlu dibongkar...atau jalur busway
disamakan ketinggiannya dengan jalur biasa ... sehingga itu memudahkan orang
berpindah jalur tanpa menimbulkan bahaya... utamanya pada pengendara
sepedamotor .........
Itu ad a lah pekerjaan fisik ekstra yang perlu merubah spesifikasi order
pekerjaan... yang diawal kesepakatan kontrak kerja hampir pasti tak ada
.........
Itu tentu memerlukan waktu, baik secara administratif prosedur merubah specs
pekerjaan-- maupun secara fisik ..... membongkar separator dan meratakan
permukaan batas jalur busway dan jalan biasa .......
Dua macam pekerjaan itu sendiri memerlukan waktunya yang secara tepatnya
berapa belas atau puluh hari saya tidak mampu menghitungnya ........
Masalahnya adalah kebutuhan acara bongkar pasang pembatas jalur itu tidak
dimulai tepat pada hari pertama dari program 100 hari itu ... tetapi muncul
setelah jatuh demikian banyak korban pengendara sepedamotor ... yang prosesnya
telah hampir menghabiskan batas waktu psikologis 100 hari yang pertama
sejak Jkt diserahkan pada ahlinya itu...........
Belum lagi urusan banjir .... dimana dibutuhkan pekerjaan raksasa mengeruk
sungai... memperlebar bantaran sungai ... membangun banjir kanal timur...
dimana bahkan urusan pembebasan lahannya saja juga lambat dan mandeg....
Maka singkat kata ..........kecuali hanya menilai kerja administratif yang
memang sepenuhnya berada dibawah kendali wewenang gubernur......... menilai
kinerja 100 hari yang pertama program pembangunan fisik sejak Jkt
diserahkan pada ahlinya ... adalah pekerjaan sia-sia belaka ........
Jajak pendapat semacam itu selain malah bobot mutunya menjadi asal..... ia
malahan juga merupakan penyia-nyiaan ruang media yang sesungguhnya amat
strategis bagi pencerahan dan pencerdasan visi pembangunan perkotaan dari
masyarakat........
Bagaimana pak Risman dan pak Wawo?... apakah berlebihan kiranya kalau
masyarakat mengharapkan Ketua IAP dan Ditjen Penataan Ruang juga antara lain
perlu mengagendakan pembicaraan dengan industri media agar ruang-ruang media
juga diisi dengan wacana penataan ruang..... khususnya lagi menyangkut
pengembangan sistem kota secara nasional?............
Wassalam,
aby
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it
now.
---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.