Ysh Pak BTS dan rekan lain,
Betul....menurut Stuart Chapin tapi tahun 1957 (yang mungkin masih bersamaan
dengan perkembangan pemikiran Regional Planning-nya Isard, dll)., Namun
bersamaan dengan itu kita melahirkan Deklarasi Djuanda (1957) yang mengkalim
Indonesia sebagai negara kepulauan dan baru diterima dalam UNCLOS 1992,
walau kita sendiri belum sadar kepada "lebih maju"nya gagasan pendahulu
kita. Juga sebelum konsep sustainable development (WCED), quality of life
(ICPQL), maupun  UUPR 26/2007 yang merevisi UUPR versi 1992 dan UUPWP3K 27
2007. Pembaharu terhadap pemikiran 50 tahun yll tsb tidak akan lahir kalau
kita selalu berpedoman kepada pemikiran import barang lawas tersebut.
Mohon maaf, sengaja menyulut api...agar lebih dalam dan
up-to-datediskusinya. saya juga selalu masih belajar dan mencari .....

Wassalam,

Abimanyu


On 1/18/08, Bambang Tata Samiadji <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>    Kalau menurut Stuart Chapin, dalam bukunya yang lawas "Land Use
> Planning", University of Illionis, Urbana, 1957 mengatakan bahwa ruang itu
> mempunyai 3 nilai yaitu : (1) Nilai Ekonomi; (2) Nilai Ekologis; dan (3)
> Nilai Kepentingan Umum. Jadi ruang kalau dinilai sebagai uang ya tidak
> salah, dianggap sebagai kapital itu ya  betul; dan ruang untuk meningkatkan
> kualitas hidup itu juga benar. Yang penting, menurut saya, ruang itu jangan
> dianggap sebagai nilai ekonomi saja - nanti sebuah kota isinya ruko melulu,
> juga jangan untuk kepentingan ekonologis semua - nanti ruang tidak bisa
> dimanfaatkan bagi kesejahteraan, dan juga jangan untuk kepentingan umum
> semua - sehingga ruang menjadi tidak produktif. Seorang Planner adalah
> merancang ruang itu mana yang bernilai ekonomi, mana untuk kepentingan
> ekologis, dan mana untuk kepentingan masyarakat banyak. Rancangan persentase
> luas dan hubungan fungsional antara nilai-nilai itu yang menjadi tugas pokok
> Planner.
>
> Thanks. CU. BTS.
>
>
> ----- Original Message -----
> *From:* Benedictus Dwiagus <[EMAIL PROTECTED]>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Friday, January 18, 2008 1:40 PM
> *Subject:* back to spatial capital RE: [referensi] Re: Jkt Setelah 100
> Hari 'Ditangan Ahlinya'....
>
>
>
>  Kalau kata mahatma Gandhi:
>
>    1. "Capital as such is not evil; it is its wrong use that is evil.
>    Capital in some form or other will always be needed." Mahatma 
> Gandhi<http://en.wikipedia.org/wiki/Mahatma_Gandhi>
>
> Saya sih tidak mengerti kenapa capital harus disederhanakan sekedar angka
> ekonomi atau lebih sederhana lagi sekedar uang? Ketika social capital
> dicetuskan, sebenarnya justru pingin mendobrak terminology capital yang
> terdahulu dan mengajuka ide, bahwa ada factor produksi di luar tenagakerja
> dan lahan (kalau ini bisa dengan sederhana "diuangkan"), yaitu nilai ikatan
> kemasyarakatannya itu sendiri yang bisa menjadi factor produksi, dalam arti
> membantu dia untuk lebih produktif. Begitu juga mungkin maksudnya pak Aby
> ketika mencetuskan kata "spatial capital", memanfaatkan ruang sebagai factor
> produksi, dalam arti untuk memproduksi sesuatu yang baik bagi semuanya yang
> ada dalam ruang itu …..
>
> Jadi saya juga tidak berpikiran soal angka atau money terms ketika bicara
> spatial capital,…..  bukankah kita sadar,uang itu bukan capital,.. jadi
> memang sepatutnya jangan disederhanakan ruang jadi uang,…. Ruang jadi
> sekedar uang ketika ada distorsi …..
>
> Sama seperti melly bilang, ruang adalah sesuatu yang bisa digunakan utk
> membuat kualitas hidup orang di dalamnya lebih baik. Saya pikir ini definisi
> yang miripbukan dengan definisi spatial capital….
>
> Saya malah khawatir kalau orang gak sadar kalau ruang adalah sebuah
> capital bersama (bukan sekedar dimiliki private secara semena-mena) , ruang
> malah akan dieksploitasi abusively tanpa sadar, .. instead of making use
> optimally, commonly and mutually…
>
> dan bukankah itu   peran penataan ruang??
>
>   Best regards,
>
> *Benedictus Dwiagus S.*
>
> bdwiagus.blogspot.com  <http://bdwiagus.blogspot.com/>
>
> *Planning**: Much works remain to be done before we can announce our total
> failure to make any progress ,...*
>
>
>
> .
>
> 
>

Kirim email ke