Pak BTS YSH Kalau BI mau dipindah, sepertinya masalah biaya gak masalah,….. YPPI/LPPI milik merka sepertinya bisa memobilisasi dana untuk mengcover costnya,… toh mereka bisa memfasilitasi BI mengcover cost untuk pengacara deputi/direktur yang kena kasus BLBI dan dan mengcover “dana diseminisasi dan sosialisasi” UU BI ke DPR….
heuhehee Best regards, Benedictus Dwiagus S. HYPERLINK "http://bdwiagus.blogspot.com"bdwiagus.blogspot.com Planning: Much works remain to be done before we can announce our total failure to make any progress ,... _____ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Bambang Tata Samiadji Sent: 06 March 2008 08:45 To: [email protected] Subject: [referensi] JAKARTA KOQ DILAWAN? Dear referensier semuanya. Hampir semua sepakat kalau Jakarta tidak sekedar kota besar, tetapi juga kota yang dominan. Juga hampir semua kita berpandangan bahwa dominasi Jakarta perlu dikurangi agar kota-kota lain juga berkembang pesat seperti Jakarta. Konsep dan upaya telah dipikirkan dan dilakukan. Konsep Counter Magnet ala Jabodetabek juga dipraktekkan. Hasilnya tidak efektif karena perkembangan Jakarta tidak terganggu oleh kota-kota satelitnya (Bodetabek). Buktinya sejak Counter Magnet itu dipraktekkan, Jakarta tetap berkembang pesat hingga meluber (spill over). Fenomena meluber dan melubernya tidak ke kota-kota satelitnya, tetapi ke periferi-nya yaitu Kabupaten Tangerang, Bekasi, dan Bogor, ...bukan pada kota-kotanya, ini membuktikan kalau "medan magnet" Jakarta jawara bertahan klas berat dibanding dengan penantang-penantang-nya klas kapas. JAKARTA KOQ DILAWAN? Itulah subjek yang ingin saya wacanakan. Sebuah tantangan, dengan cara (baca konsep) apa Jakarta mau dilawan? Kalau Pak Aby menawarkan relokasi industri-industri footloose ke Makassar, kalau Bung Deden menawarkan agar mempelajari kota-kota di US melawan New York, dan Bung Eka, Bung Anin, dan lainnya usul untuk memindahkan fungsi ibu kotanya ke kota lain.... atau KPPOD (Komite Pemantau Pelaksanaan Otonomi Daerah) menawarkan dengan konsep daya saing, .. ya silakan aja tidak ada yang menghalangi.-.. apakah investor-investor industri footloose mau pindah ke Makassar? Pasti si investor akan berhitung apa untungnya pindah ke Makassar? Kalau untung, nggak disuruh juga akan pindah sendiri. Terus kalau belajar kota-kota di US itu apakah benar mereka sudah mengalahkan New York? .......Bukankah New York masih bergeming (tak beringsut) saja? Kalau fungsi pemerintahannya dicabut (dipindah) apakah lantas diikuti fungsi ekonomi? .....Ini jelas tak terbukti. Dan kalau masing-masing kota sudah berdayasaing tinggi, seperti yang sudah diperingkatkan oleh KPPOD, sudahkan mampu menarik investor? ......Ternyata tak juga terbukti. JAKARTA KOQ DILAWAN? Mengapa Jakarta demikian kuatnya? Padahal sudah dihantam banjir, sudah dibebani masalah lalu lintas, sudah dirusuhi oleh pengemis, rumah liar, dan kriminal, mengapa Jakarta koq tetap primadona? Apakah betul karena pengaruh orang-orang di Senayan? Apakah betul karena fungsi ibukotanya? Apakah betul karena lokasinya? ... Bukanlah banyak lokasi-lokasi lain yang juga strategis? Apakah karena punya pelabuhan samudra? ... Bukankah Surabaya, Semarang, Medan, Bitung, dan Batam juga punya pelabuhan samudra? Atau mungkin karena history?....-. Kalau history, mestinya Palembang dengan kerajaan Sriwijaya yang lebih dikenal di dunia internasional jaman dulu, atau di Surabaya dengan Mojopahit yang mampu mengalahkan wilayah-wilayah separo nusantara ini hingga ke Mandagaskar? JAKARTA KOQ DILAWAN? Siapa (kota mana) yang mampu mengalahkan Jakarta? Tidak siapa-siapa,-... yang mampu mengalahkan Jakarta ya Jakarta sendiri. Biarlah Jakarta berkembang semampunya, biarlah membesar...sampai threshold-nya di mana? Ya,..lama-lama Jakarta akan beringsut secara perlahan oleh kemampuannya sendiri. Kalau dulu Jakarta kota terpadat, sekarang kepadatan itu sudah menurun. Kalau Jakarta dulu pusat industri, sekarang tidak lagi. Dulu Jakarta kota pendidikan, sekarang sudah tidak lagi (jumlah murid SD-SMP berkurang drastis). Dulu Jakarta sentral pemerintahan, sekarang tidak lagi karena sudah otonomi daerah. Tapi fungsi bisnis dan pusat keuangan adalah "titik apinya" yang tak bisa dilawan, tepatnya gedung tinggi di Jl. Thamrin itulah intinya, yaitu Bank Indonesia (Bang Sentral). Bukan fungsi industrinya, bukan fungsi pemerintahannya, bukan pelabuhannya, apalagi orang-orang Senayan. Karena BI inilah maka kantor-kantor headquarter ada di Jakarta karena bank-bank koresponden seperti Citibank, HSBC-Bank, Dutch Bank, Bangkok Bank, Tokyo Bank tak mau jauh dengan BI. Menteri Keuangan yang meng-girokan uang negara juga ada di BI, bank-bank umum seperti BCA, Bank Niaga, BNI, Bank Mandiri, BRI, dsb tak mau juga jauh kantor pusatnya dengan BI. Bukan hanya itu, BPD-BPD yang seharusnya bercokol di daerah tak mau ketinggalan buka cabang di Jakarta. Akhirnya gerombolan bisnis juga tak mau jauh dengan kantor pusat bank-bank yang ada karena sistem keuangan virtual sentral servernya juga di Jakarta dan bisa dimanfaatkan sewaktu-waktu dan hanya bisa ditransaksikan di Jakarta. JAKARTA KOQ DILAWAN? ...... nah kalau mau melawan Jakarta ya pindahkan saja BI. Maukah BI pindah? Tentu never...never.-..never..-terlalu tinggi COST-nya. Apakah Jakarta mau dominan, Jakarta mau mengalah dengan kota lain, atau mau mengecil, atau agar kota lain bisa menjadi metropolitan,-...BI tak ada urusannya dengan kemauan umumnya planner atau yang mlaner . Hayo...dilawan donk! Thanks. CU. BTS. No virus found in this incoming message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.21.4/1312 - Release Date: 04/03/2008 21:46 No virus found in this outgoing message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.21.5/1314 - Release Date: 05/03/2008 18:38

