Mas Eko dan referensiers, ysh:

Diskusi ttg Creative Class memang menarik utk disimak. Saya tidak akan
mengambil posisi dalam diskusi ini. Hanya saja pengetahuan ttg Creative
Class ini adalah menjadi salah satu materi wajib bagi yg mendalami
economic development. Planning scholars sendiri telah membuat diskusi
panel khusus utk membahas Creative Class ini dalam ACSP
<http://www.acsp.org/>   Conference in 2004 dan kemudian secara istimewa
juga diskusi tsb dimuat di JAPA edisi 71(2) tahun 2005.

Saya pun mengambil pelajaran dari diskusi tersebut, begitu pula dg
response yg disampaikan oleh Richard Florida yg dimuat oleh JAPA tsb.
Bagi yg ingin membacanya silakan via japri saja, karena attachment
melalui milis tidak diijinkan karena adanya perlindungan hak cipta.

Mengenai aplikasinya di Indonesia, sepertinya akan sangat menarik. Spt
disampaikan Mas Eko, Bandung dan Jogja mungkin memiliki index yg tinggi
ketimbang kota2 lainnya di Indonesia -tentunya setelah exclude Jakarta.

Di Savannah sendiri, Richard Florida sempat datang beberapa bulan yl.
atas undangan KADINnya Savannah. Yg membuat paparan dia menarik adalah
resep utk pengembangan ekonomi lokal agar Savannah bisa bersaing secara
regional or even national yg tentunya menjadi input bermanfaat bagi
KADIN Savannah.

Sementara sekian dulu dan terima kasih.

Salam dari Savannah,
Deden.


--- In [email protected], eko budi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Bung Deden dan rekan2 ysh,
>
> Saya memang mendengar gegap gempita yg terjadi di sisi lain dari
Atlantik akan konsep Creative Class nya Florida... tapi saya baru
tertarik untuk mencari tahu setelah Bung Deden menyebutnya... walaupun
saya belum baca bukunya, baru baca2 di webnya Florida yg link nya bung
Deden berikan, ada beberapa keraguan saya thd konsep keterkaitan
pembangunan ekonomi kota dengan creative class nya Florida, sbb:
>
> 1. Kita tentu tidak meragukan bahwa dlm sistem kapitalisme yg dianut
sebagian besar negara di dunia ini bertumpu pada sektor swasta... jadi
yg bersaing itu sebetulnya "perusahaan", bukan ruang, dlm berbagai
bentuk manifestasi maupun skala nya, baik negara, region, maupun kota...
Ruang hanyalah mampu bersaing untuk menarik perusahaan2 tsb melakukan
aktivitas ekonomi di wilayahnya, agar mampu membawa kebaikan (jobs,
facilities, etc) bagi warga yg terikat secara politis atau kultural
dengan ruang tsb, karena ruang adalah wadah dari proses sosial
ekonomi... demikian juga dengan individu, yg bergantung pada
"perusahaan2" tadi...
>
> Namun suposisi yg diberikan oleh Florida seakan2 bahwa creative class
itu individu2 yg tidak bergantung pd "perusahaan2"... mereka bebas
pindah ke kota2 yg menyenangkan mereka, kemudian mereka menciptakan
pertumbuhan ekonomi, jobs, dll... untuk beberapa kasus saya setuju,
seperti industri software dan web based yg modal awalnya bisa kecil dan
bisa dilakukan di mana saja selama ada listrik, komputer, dan
internet..bagian dari high tech economy yg relatif flexible dari segi
"ruang".... tapi banyak jenis pekerjaan yg berada dlm list Florida
dikategorikan sebagai creative class yg sangat bergantung pada
"pekerjaan yg ditawarkan oleh perusahaan, termasuk besaran remunerasi,
struktur karir, dsb"...
> Dengan demikian, mereka tidak bebas memilih tempat yg "toleran, banyak
museum, outdoor activities, dll"... bagaimanapun mereka bergantung pada
"lokasi" yg ditawarkan oleh si perusahaan sebagai tempat untuk dia
bekerja... jadi alasan migrasi masih alasan klasik, yakni "jobs"...
>
> 2. Nampaknya Florida terlalu simple menyimpulkan dari kecenderungan
keterkaitan antara index creative people yg dia susun dengan pertumbuhan
ekonomi kota... yg bahkan secara statistik saya yakin korelasinya tidak
kuat... berapa sample kota US yg dia ambil dan berapa jenis independent
variables yg dia pakai? kalau saya lihat dari tabel di webnya kok
kayaknya kurang meyakinkan... tapi bisa saja saya salah, harus baca
bukunya dulu...
>
> 3. Bahwa creative class memilih lebih suka tinggal di creative cities
yg toleran thd gay dg banyak museum, theater, dll nampaknya disimpulkan
tanpa studi atau data yg kuat... bisa saja mereka memilih bukan karena
hal2 tsb, tapi karena banyaknya shopping center, kualitas lingkungan yg
bagus, sekolah anak2 yg bagus, dll disamping pertimbangan tawaran jobs
yg lebih baik..
>
> 4. Untuk masalah Indonesia, sebetulnya kita punya 2 creative cities yg
menarik banyak creative class di luar Jakarta, yakni Bandung dan
Yogyakarta.... tapi apakah selalu terkait dengan pertumbuhan ekonomi?
kalau Bandung saya kira lebih karena lokasi dekat dengan Jakarta, jadi
creative class nya banyak dapat job2an dari Jakarta... buktinya
Yogyakarta bukanlah kota yg memiliki income/capita yg tinggi disamping
fakta bahwa kota ini memiliki rasio creative class yg (saya kira) di
atas rata2 kota Indonesia lainnya yg performance ekonominya justru lebih
baik...
>
> 5. Karena itu studi ttg ini di Belanda dan UK menghasilkan kesimpulan
yg berbeda dari Florida, yakni orang pindah tetap didrive oleh "job
opportunities" sebagai alasan utama...
>
> salam,
> Eko.
>


Kirim email ke