Selamat pagi milisters ysh, Saya setuju advis dari menteri transportasi milis referensi yang muda dan cemerlang mas Koko…. maupun pertimbangan dari menteri urusan Keadilan Pembangunan Daerah merangkap liaison to GAM/ Tiro mas Cak Andri B…… namun juga menghargai pandangan menteri Urusan Peranan Wanita Dalam Planning bu Nita…… maupun semangat ahimsa dari menteri PU milis kita pak Rachmad M……. MRT Jkt sementara/ darurat—murah—meriah…. Busway…. jelas belum ideal….. tapi kalau kita lihat New York City Subway (1868 first elevated, 1904 first subway) 368 km (total track length 1355 km).. … atau Tokyo Subway (1927) 328km dengan 13 koridor….. London Underground (1863) 400km 11 koridor… Paris Metro (1900) 214km dengan 16 koridor …… tetap saja yang namanya macet pada peak hours juga masih ada….. walau jelas kalau tanpa MRT bisa dibayangkan bgmn ruwetnya transportasi para kota primat itu…… MRT yang kata menteri Koko biaya konstruksi per-KM nya hanya 1/20 dari Metro-underground…... dan katanya lumayan.. hasil pengiritan duitnya bisa buat bangun sekolah dan puskesman di Aceh... yang dikira itu mungkin maksud dari menteri Cak Andri B menakuti-nakuti kita dan bu Nita……. menghubungkan ambisi Jkt sentrisme dan kumatnya sentimen periphery negligence oleh GAM/ Hasan Tiro ……. tapi saya kira jalan pikiran dari GAM atau liaisonnya Mr. Cak Andri bukannya lalu switch dana Jkt sentrisme harus sebagiannya di cipratkan ke Aceh…. Saya kira sih nggak gitu……. Saya kira GAM atau Mr. Cak Andri akan setuju kalau itu lebih dipakai untuk mengembangkan countermagnet to primate city the Jabodetabek… demi “azas keadilan keruangan nasional” ….walau itu alokasinya ditimur (Greater Makassar) sekalipun….. Karena saya kira GAM …. juga tentu saja menteri Peduli BangDa kita Cak Andri masih cinta NKRI (ingat Seulawah…. Pesawat terbang pertama sumbangan masyarakat Aceh) … dan hanya benci sama Jawa sentrisme /Jkt sentrisme (6.7%) yang pada saat sama tak peduli sama periferi (93.3%) saja…... Yok opo Cak Andri bener gitu nggak?....... Salam, aby
--- On Thu, 10/23/08, Mohammad Andri Budiman <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Mohammad Andri Budiman <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [referensi] Kita Mungkin Perlu GAM: MRT Kenapa Harus Jepang ? To: [email protected] Date: Thursday, October 23, 2008, 11:14 AM Sebenarnya kita tidak perlu panik (atau kelihatan panik:-) melihat ada yang menyebut "GAM" atau "OPM" kalau memang pembangunan nasional sudah adil dan seimbang untuk semua anak bangsa dimanapun ia berada di republik ini. Namun, apa benar sudah begitu? Tapi ya monggo saja, bila masih mau terus-menerus menambah fasilitas dan infrastruktur bagi segelintir masyarakat urban dan penting di Jakarta -- daerah yang semakin terlihat 3G (Genit, Greedy, dan Ganas) -- tanpa pernah mau memikirkan apa sebabnya orang-orang dari daerah terus berdatangan ke sana, dan kemudian semakin lama semakin macet, dan tentu semakin banyak fasilitas lagi yang dibutuhkan, and this satanic loop continues forever ... without "the help" from GAM atau Gempa mendadak barangkali.. ;-) Anyhow, for your reference: "Seorang bankir terkemuka pernah mengatakan, 75 persen dari seluruh uang yang beredar di Indonesia terpusat di dalam suatu lingkaran kecil, beradius 100 km dan berpusat di Monas, yang kita semua kenal sebagai Jakarta." (James Castle, http://www.pu. go.id/itjen/ ggi/otdadagang. htm) Salam, Andri --- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, arinynta <[EMAIL PROTECTED] .> wrote: > > ANdri, kok mentang2 MRT Jakarta mau dibenahi, jadi GAM bertindak... jgn menyederhanakan begitu dong... > Jakarta memang sudah harus punya MRT... meskipun ini rencana sudah kadaluwarsa. karena itulah sekarang kita memulainya lagi dari O.... (suck...!!). . > > kalau mau "menggugat" kenapa Jawa lagi, itu loh, pembangunan TransJawa (jalan tol). Kalau ini selesai, siapakah yang paling berbahagia,. .. ya para pemudik itu. Tapi ini juga terbatas, mereka yang pakai mobil atau bis. Yang pakai kereta apalagi motor, sami mawon... wong jalannya masih itu-itu juga. Apalagi kereta, jangankan penambahan, perbaikan kualitas saja tak pernah terlihat. > > Milisters, jika ada yg lebih paham, boleh sharing, latar belakang & rencana pembangunan transJawa? Thx u. > > Nita > > > > > > > > ____________ _________ _________ __ > From: Mohammad Andri Budiman <[EMAIL PROTECTED] > > Sent: Thursday, October 23, 2008 11:21:20 > Subject: Re: [referensi] Re: MRT Kenapa Harus Jepang ? > > > Bapak-Bapak, > > Jakarta lagi nih yang dibenahi sampai MRT. ;-) > Ini bisa jadi alasan yang bagus sekali bagi GAM dan Hasan Tiro. :-) > > Salam, > Andri > > On 10/23/08, Rachmad M <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: > > Solusi sederhana, yang namanya MRT tidak harus berada di dalam tanah. > > Di singapore yang ada didalam tanah cuma yang di kota, sedikit keluar > > kota suda elevated MRT nya :-) > > > > Di Jakarta ada banyak jalur kereta yang nggak dipelihara bahkan > > ditinggali gubuk liar. Dan mungkin juga bisa kita pikirkan kalau di > > atas jalur busway kita gelar rel kemudian dipikirkan di > > persimpangannya saja sudah jadi MRT :-) > > > > > > Salam > > > > RM > > > > > > > > --- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, w_bintarto@ .. wrote: > >> > >> Sebagai bahan perbandingan buat pemikiran kita, Saya 3 tahun lalu > > pernah ikut seminar transportasi, dan pembicaranya pada waktu itu > > sangat kompeten di bidangnya (jabatannya Eselon I ). Beliau > > menyampaikan bahwa kita tahun 1980 an pernah menyiapkan rencana > > pembangunan kereta bawah tanah di Jakarta, dan sudah menyusun FS, dan > > lain2 nya, rencananya dibiayai Loan sangat lunak dari Jepang. > > Sebetulnya ini sinergi, kita tdk punya kemampuan teknologi > > pembangunan terowongan dan duit, Jepang punya teknologi pembangunan > > terowongan dan duit, kita memang terpaksa tergantung pengadaannya > > oleh pihak Jepang dan harganya barangkali 2-3 kali lebih mahal, tapi > > kan dikompensasi dengan pinjaman yang sangat lunak, dan yang penting > > efektif. Pada saat terakhir, dengan kurang mempertimbangkan persiapan > > dan efort yg telah dilakukan, secara tiba2 keputusan politik kita > > menyatakan kegiatan dibatalkan dan pembangunan subway tsb akan > > ditangani oleh bangsa Indonesia sendiri, keputusan > >> yg mencengangkan pihak Jepang. Selanjutnya anda ketahui, Subway > > tdk pernah terbangun, dan sekarang kalaupun ingin dibangun harganya > > sdh tdk terjangkau masyarakat dan tidak cost recovery lagi. > > Seharusnya beberapa tahun ini kita sudah menikmati punya subway, bila > > kita pada waktu itu bisa mengukur diri kita sendiri. Bukan bermaksud > > mengatakan bangsa kita tidak punya kemampuan, tapi kita ukurlah > > kemampuan kita dan kita optimalisasikan mana yang terbaik bagi bangsa > > kita. Semangat nasionalis yang tinggi tanpa dibarengi dengan > > pertimbangan yang matang tentang apa yang terbaik bagi bangsa > > Indonesia, hasil akhirnya kita akan gigit jari. Ini bukan kontra thd > > penulis terdahulu, ini sekedar sisi lain yang mungkin perlu juga > > dipikirkan. > >> > >> --- On Thu, 10/23/08, Rachmad M <rachmadm@ .> wrote: > >> From: Rachmad M <rachmadm@ .> > >> Subject: [referensi] MRT Kenapa Harus Jepang ? > >> To: [EMAIL PROTECTED] ps.com > >> Date: Thursday, October 23, 2008, 8:04 AM > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> Kita ini seperti bangsa yang tidak mengenali negeri > > kita sendiri. Hanya > >> > >> untuk mengoptimalkan kereta api atau angkutan masa kita harus > > panggil > >> > >> dan bayar orang Jepang. Sebarapa bodohkah insinyur-insinyur kita ? > >> > >> > >> > >> Berkali saya tuliskan bahwa hentikan seluruh kereta luar kota sampai > >> > >> Bekasi. Rel dalam kota didedikasikan untuk angkutan dalam kota dan > > itu > >> > >> saja panjangnya sudah 200 km lari. Cepat perbaiki setasiunnya yang > >> > >> modern jangan biarkan stasiun peninggalan Belanda seperti di > > Palmerah > >> > >> tetap teronggok disana, geser ke tempat yang lebih strategis. > >> > >> Perbaharui semua gerbong-gerbongnya dan ber AC, Optimalkna kinerja > > anak > >> > >> bangsa yang di KS, Yang di INKA, yang di PT. KAI yang di LEN, yang > > di > >> > >> Semen Gresik untuk mempersiapkan segala keperluan ini. Ini semua > >> > >> hanyalah masalah tukar-menukar barang dan jasa secara internal. > >> > >> > >> > >> http://rachmad. kuyasipil. net/?p=282 > >> > >> > >> > >> Salam > >> > >> > >> > >> RM > >> > > > > > > > > > > New Email names for you! > Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. > Hurry before someone else does! > http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ aa/ >

