wah maaf kalau saya salah :)
 
saya hanya melihat sekilas dlm diskusi2 di posting2 sebelumnya (ada di bawah), 
adanya kalimat2 Jawa centrisme, TransJawa, "menggugat kenapa Jawa lagi", 
perbandingan dengan Aceh, bukan dengan Sragen, Cepu, etc... dan seingat saya 
Jabodetabek masih di Pulau Jawa...
 
apa mas Andri punya data berapa kemiskinan di Aceh dan berapa kemiskinan di 
Jabodetabek? Apakah dengan membesarkan Banda Aceh dengan serta merta Simelue 
ikut besar/kaya? Orang2 Simelue don't even care with Hassan Tiro...Lalu apakah 
daerahnya yg penting atau manusianya yg penting? migrasi adalah faktor penting 
dalam peningkatan kesejahteraan manusia....
apakah membangun Jakarta harus selalu bertentangan dengan membangun daerah 
lain? trade-off? ya memang ada keterbatasan karenanya perlu prioritas, tapi 
bisa dilakukan bersama2 kan? 
 
Lalu adanya regional inequalities ini bukankah merupakan produk spasial dari 
sistem kapitalisme yg kita anut? mau dirubah jadi non-kapitalisme? apa pilihan 
yg baik? komunisme? bahkan komunis China Deng Xiao Ping pun mengatakan: biarkan 
yg lain kaya lebih dahulu, maksudnya biarkan orang2 China yg dic coastal kaya 
lebih dahulu, nanti yg lain ikut kaya... dan seperti yg disampaikan pak Aunur, 
bahkan dengan berkembangnya coastal di China pun daratan mereka masih sulit 
dibangun even dengan pembangunan infrastruktur dan edukasi... kembali ke Marx, 
maka itu adalah produk ruang dari kapitalisme...memang karakteristiknya begitu, 
ada polarisasi...China secara politik memang komunis tapi secara ekonomi dia 
kapitalis... lalu menurut mas Andri yg baik yg seperti apa ya?
 
saya kira semua sepakat bahwa kemakmuran manusia Indonesia dimanapun dia berada 
adalah prioritas utama pembangunan di Indonesia, tapi tidak semua kota/wilayah 
di Indonesia bisa menjadi seperti Jabodetabek, dan tidak perlu, yg penting 
terjamin hak2 mereka sebagai warga negara utk mendapatkan penghidupan dan 
pendidikan yg layak...di semua negara pun begitu, tidak semua kota/wilayah di 
US bisa jadi NY city...beberapa state terutama di selatan punya banyak wilayah 
terbelakang...
 
salam...:)

 

--- On Fri, 10/24/08, Mohammad Andri Budiman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Mohammad Andri Budiman <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [referensi] Prinsip DJARUM (was: GAM & MRT
To: [email protected]
Date: Friday, October 24, 2008, 2:22 PM






Sepertinya kita tadi sedang membahas regional inequalities yang masih saja 
terjadi antara daerah-daerah lain dengan *Jabodetabek* -- *bukan* dengan, ehm 
Jawa. ;-)


Salam,
Andri


2008/10/24 Eko B K <[EMAIL PROTECTED] com>











bukankah kemiskinan terbesar ada di PULAU JAWA?
 
salam
 
Eko.


--- On Fri, 10/24/08, Mohammad Andri Budiman <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:

From: Mohammad Andri Budiman <[EMAIL PROTECTED] com>
Subject: [referensi] Prinsip DJARUM (was: GAM & MRT)
To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
Date: Friday, October 24, 2008, 12:32 PM




Mas Aby dan Milisters ysh.,

Kalau boleh memilih, mungkin saat ini saya akan condong menjadi 
liaison officer to GAM meski tidak digaji. :-) 

Ini saya pilih daripada menjadi Menteri Bangda dengan segala atribut, 
fasilitas, dan power namun memilih untuk pandir dan manut dengan 
kepentingan segelintir "masyarakat spesial" yang tamak infrastruktur, 
dan rakus kesejahteraan di sekitar Monas saja -- tanpa mau melihat 
"the bigger picture" yang berupa *regional inequalities* . :-) 

[Btw, emang ada gitu "Menteri Bangda"? Kalau yang bangda (bangga, 
maksudnya:-) jadi menteri sekalipun wanprestasi mungkin banyak ya.] :-
)

Saya sependapat dengan tulisan Mas Aby, terutama dengan yang ini:

| Saya kira GAM atau Mr. Cak Andri akan setuju kalau itu lebih 
| dipakai untuk mengembangkan countermagnet to primate city 
| the Jabodetabek… demi "azas keadilan keruangan nasional" …
| walau itu alokasinya ditimur (Greater Makassar) sekalipun…..

Sementara itu dulu, Milisters ysh., dan selamat berakhir pekan, 
tentunya sambil melupakan semua diskusi ini dan kembali "menghisap" DJARUM 
(Demi Jabodetabek, Aceh-and-all Rela Untuk Melarat).

Salam,
Andri

--- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, hengky abiyoso <watashiaby@ ...> 
wrote:
>
>  
> 
> Selamat pagi milisters ysh,
>  
> Saya setuju advis dari menteri transportasi milis referensi  yang 
muda dan cemerlang mas Koko…. maupun pertimbangan dari menteri urusan 
Keadilan Pembangunan Daerah merangkap liaison to GAM/ Tiro mas Cak 
Andri B…… namun juga menghargai pandangan menteri Urusan Peranan 
Wanita Dalam Planning bu Nita…… maupun semangat ahimsa dari  menteri 
PU milis kita pak Rachmad M……. 
>  
> MRT Jkt sementara/ darurat—murah— meriah…. Busway…. jelas belum 
ideal….. tapi kalau kita lihat New York City Subway (1868 first 
elevated, 1904 first subway)  368 km (total track  length 1355 km).. … 
atau Tokyo Subway (1927) 328km dengan 13 koridor….. London Underground 
(1863) 400km 11 koridor… Paris Metro (1900) 214km dengan 16 koridor …… 
tetap saja yang namanya macet  pada peak hours juga masih ada….. walau 
jelas kalau tanpa MRT bisa dibayangkan bgmn ruwetnya transportasi para 
kota primat itu……
>  
> MRT  yang kata menteri Koko  biaya konstruksi per-KM nya hanya 1/20 
dari Metro-underground… ... dan katanya lumayan.. hasil pengiritan 
duitnya bisa buat bangun sekolah dan puskesman di Aceh... yang dikira 
itu mungkin maksud  dari menteri Cak Andri B menakuti-nakuti kita dan 
bu Nita……. menghubungkan ambisi  Jkt sentrisme dan kumatnya sentimen 
periphery negligence oleh GAM/ Hasan Tiro ……. tapi saya kira jalan 
pikiran dari GAM atau liaisonnya Mr. Cak Andri bukannya lalu switch 
dana  Jkt sentrisme  harus sebagiannya di cipratkan ke Aceh…. Saya 
kira sih nggak gitu…….
> Saya kira GAM atau Mr. Cak Andri akan setuju kalau itu lebih dipakai 
untuk mengembangkan countermagnet to primate city the Jabodetabek… 
demi "azas 
> keadilan keruangan nasional" ….walau itu alokasinya ditimur (Greater 
Makassar) sekalipun…..
> Karena saya kira GAM …. juga tentu saja menteri Peduli BangDa kita 
Cak Andri masih cinta NKRI (ingat Seulawah…. Pesawat terbang pertama 
sumbangan masyarakat Aceh) … dan hanya benci sama Jawa sentrisme /Jkt 
sentrisme (6. 7%) yang pada saat  sama tak peduli sama periferi (93.3%) 
saja…... 
>  
> Yok opo Cak Andri bener gitu nggak?...... .
>  
> Salam,
> aby  
> 
> 
> --- On Thu, 10/23/08, Mohammad Andri Budiman <[EMAIL PROTECTED] > wrote:
> 
> From: Mohammad Andri Budiman <[EMAIL PROTECTED] >
> Subject: [referensi] Kita Mungkin Perlu GAM: MRT Kenapa Harus Jepang 
?
> To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
> Date: Thursday, October 23, 2008, 11:14 AM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Sebenarnya kita tidak perlu panik (atau kelihatan panik:-) melihat 
ada 
> yang menyebut "GAM" atau "OPM" kalau memang pembangunan nasional 
sudah 
> adil dan seimbang untuk semua anak bangsa dimanapun ia berada di 
> republik ini. Namun, apa benar sudah begitu?
> 
> Tapi ya monggo saja, bila masih mau terus-menerus menambah fasilitas 
> dan infrastruktur bagi segelintir masyarakat urban dan penting di 
> Jakarta -- daerah yang semakin terlihat 3G (Genit, Greedy, dan 
Ganas) 
> -- tanpa pernah mau memikirkan apa sebabnya orang-orang dari daerah 
> terus berdatangan ke sana, dan kemudian semakin lama semakin macet, 
> dan tentu semakin banyak fasilitas lagi yang dibutuhkan, and this 
> satanic loop continues forever ... without "the help" from GAM atau 
> Gempa mendadak barangkali.. ;-)
> 
> Anyhow, for your reference:
> 
> "Seorang bankir terkemuka pernah mengatakan, 75 persen dari seluruh
> uang yang beredar di Indonesia terpusat di dalam suatu lingkaran
> kecil, beradius 100 km dan berpusat di Monas, yang kita semua kenal
> sebagai Jakarta."
> 
> (James Castle, http://www.pu. go.id/itjen/ ggi/otdadagang. htm)
> 
> Salam,
> Andri
> 
> --- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, arinynta <arinynta@ .> wrote:
> >
> > ANdri, kok mentang2 MRT Jakarta mau dibenahi, jadi GAM 
bertindak... 
> jgn menyederhanakan begitu dong...
> > Jakarta memang sudah harus punya MRT... meskipun ini rencana sudah 
> kadaluwarsa. karena itulah sekarang kita memulainya lagi dari O.... 
> (suck...!!). . 
> > 
> > kalau mau "menggugat" kenapa Jawa lagi, itu loh, pembangunan 
> TransJawa (jalan tol). Kalau ini selesai, siapakah yang paling 
> berbahagia,. .. ya para pemudik itu. Tapi ini juga terbatas, mereka 
> yang pakai mobil atau bis. Yang pakai kereta apalagi motor, sami 
> mawon... wong jalannya masih itu-itu juga. Apalagi kereta, jangankan 
> penambahan, perbaikan kualitas saja tak pernah terlihat.
> > 
> > Milisters, jika ada yg lebih paham, boleh sharing, latar belakang 
& 
> rencana pembangunan transJawa? Thx u.
> > 
> > Nita
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > ____________ _________ _________ __
> > From: Mohammad Andri Budiman <mandrib@ >
> > Sent: Thursday, October 23, 2008 11:21:20
> > Subject: Re: [referensi] Re: MRT Kenapa Harus Jepang ?
> > 
> > 
> > Bapak-Bapak,
> > 
> > Jakarta lagi nih yang dibenahi sampai MRT. ;-)
> > Ini bisa jadi alasan yang bagus sekali bagi GAM dan Hasan Tiro. :-
)
> > 
> > Salam,
> > Andri
> > 
> > On 10/23/08, Rachmad M <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:
> > > Solusi sederhana, yang namanya MRT tidak harus berada di dalam 
> tanah.
> > > Di singapore yang ada didalam tanah cuma yang di kota, sedikit 
> keluar
> > > kota suda elevated MRT nya :-)
> > >
> > > Di Jakarta ada banyak jalur kereta yang nggak dipelihara bahkan
> > > ditinggali gubuk liar. Dan mungkin juga bisa kita pikirkan kalau 
> di
> > > atas jalur busway kita gelar rel kemudian dipikirkan di
> > > persimpangannya saja sudah jadi MRT :-)
> > >
> > >
> > > Salam
> > >
> > > RM
> > >
> > >
> > >
> > > --- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, w_bintarto@ .. wrote:
> > >>
> > >> Sebagai bahan perbandingan buat pemikiran kita, Saya 3 tahun 
lalu
> > > pernah ikut seminar transportasi, dan pembicaranya pada waktu 
itu
> > > sangat kompeten di bidangnya (jabatannya Eselon I ). Beliau
> > > menyampaikan bahwa kita tahun 1980 an pernah menyiapkan rencana
> > > pembangunan kereta bawah tanah di Jakarta, dan sudah menyusun 
FS, 
> dan
> > > lain2 nya, rencananya dibiayai Loan sangat lunak dari Jepang.
> > > Sebetulnya ini sinergi, kita tdk punya kemampuan teknologi
> > > pembangunan terowongan dan duit, Jepang punya teknologi 
> pembangunan
> > > terowongan dan duit, kita memang terpaksa tergantung 
pengadaannya
> > > oleh pihak Jepang dan harganya barangkali 2-3 kali lebih mahal, 
> tapi
> > > kan dikompensasi dengan pinjaman yang sangat lunak, dan yang 
> penting
> > > efektif. Pada saat terakhir, dengan kurang mempertimbangkan 
> persiapan
> > > dan efort yg telah dilakukan, secara tiba2 keputusan politik 
kita
> > > menyatakan kegiatan dibatalkan dan pembangunan subway tsb akan
> > > ditangani oleh bangsa Indonesia sendiri, keputusan
> > >> yg mencengangkan pihak Jepang. Selanjutnya anda ketahui, Subway
> > > tdk pernah terbangun, dan sekarang kalaupun ingin dibangun 
> harganya
> > > sdh tdk terjangkau masyarakat dan tidak cost recovery lagi.
> > > Seharusnya beberapa tahun ini kita sudah menikmati punya subway, 
> bila
> > > kita pada waktu itu bisa mengukur diri kita sendiri. Bukan 
> bermaksud
> > > mengatakan bangsa kita tidak punya kemampuan, tapi kita ukurlah
> > > kemampuan kita dan kita optimalisasikan mana yang terbaik bagi 
> bangsa
> > > kita. Semangat nasionalis yang tinggi tanpa dibarengi dengan
> > > pertimbangan yang matang tentang apa yang terbaik bagi bangsa
> > > Indonesia, hasil akhirnya kita akan gigit jari. Ini bukan kontra 
> thd
> > > penulis terdahulu, ini sekedar sisi lain yang mungkin perlu juga
> > > dipikirkan.




 














      

Kirim email ke