Rekan Eko dan Referensiers Ysh,

Menambahkan catatan di thread diskusi tentang ketimpangan ini, mungkin yang
dimaksud rekan Eko adalah hipotesis U terbalik (inverted U hypothesis) dari
Simon Kuznets. Betul rekan Eko, pada awal pembangunan ketika mulai terjadi
transformasi ekonomi dari pertanian ke sektor industri, ketimpangan makin
tinggi (antara lain dengan indikator dari index Williamson ataupun dengan
 koefisien Gini ), dan pada tingkat pendapatan tertentu ketimpangan itu
makin turun. Kuznets secara empiris membuktikannya di AS. Tapi di Indonesia
banyak studi yang menunjukkan bahwa pola U terbalik ini tidak terlalu
tampak.

Catatan tambahan lain, China pada awal Special Economic Zone dibuka,
disparitas antara kawasan timur (SEZ) ini sangat timpang dibandingkan
kawasan tengah dan barat. Beberapa tahun terakhir ini.

Yang menarik, pemerintah Cina secara bertahap memang mengarahkan
pembangunannya dari kawasan timur dan selatan ke kawasan tengah dan dalam
jangka panjang kawasan barat - kawasan yang paling rendah pendapatan per
kapita. Sebuah studi menunjukkan bahwa ketimpangan di Cina semakin menurun
dan terdapat indikasi awal bahwa ada pola U terbalik ini.

Mengenai pembangunan infrastruktur, kita harus belajar banyak dari Malaysia
dan Cina bahkan AS, bahwa ketika pemerintah membangun infrastruktur,
persoalan pembebasan tanah tidak menjadi masalah serius. Why? tanah milik
negara sebesar-besar digunakan untuk kepentingan publik. Bahkan buah
kemajuan sektor pertanian di Taiwan antara lain adalah karena landreform.
Ternyata Indonesia itu lebih liberal ketimbang negara liberal lain.

Wassalam,

Nuzul Achjar

Kirim email ke