Bang Nuzul dan rekans ysh, Anda sekali lagi menggaris bawahi soal "social capital, trust". Memang sudah terbukti (juga dari komentar Bang Aunur) bahwa aspek antropologi ekonomi ini mau tak mau mesti dieksplore lagi.
Mudah-mudah mengarah kepada 'mengidentify dan mengembangkan' unsur- unsur positif yang ada, bukan sebaliknya untuk menjudge bahwa satu komunitas memang tak bakat berkembang. Cluster dalam praktek memang mengandung dinamika "coopetition" (kolaborasi dan kompetisi) disitu seninya. Jadi kalau kita mau bantu, yang diperlukan adalah "pendampingan/facilitating" bukan sekedar dibuatkan rencana terus ditinggal. Salam, Risfan Munir --- In [email protected], Nuzul Achjar <ach...@...> wrote: > > Rekan-rekan Referensiers Ysh, > > Ikut juga mengucapkan selamat dan apresiasi atas "kick off" komentar rekan > Indra Syamwil yang sangat menarik di milis referensi ini. Welcome aboard > rekan Indra. Pendekatan rekan Indra mengingatkan saya pada analisis Peter > Dicken yang lebih mikro dalam the Global Shift yang banyak mengambil case > perusahaan multi dan transnasional dan dampaknya terhadap perubahan lanskap > ekonomi urban dan regional. Pendekatan ini diteruskan oleh muridnya Henry > Yeung dari National University of Singapore (NUS). Expertise pak Indra ini > yang saya kira sangat dibutuhkan di negeri ini untuk melihat bagaimana > aspek mikro perusahaan dapat memberi pengaruh terhadap dinamika urban dan > regional. Wah..... komentar rekan Indra membuat saya jadi ingat > lagi "Marshallian Industrial District", "tacit knowledge", trust > society dalam pembentukan cluster industry - sebagaimana sering disinggung > rekan Risfan. Bravo rekan Indra. > > Wassalam, > > Nuzul Achjar >

