Mengamati hasil sementara perhitungan suara:

PDIP dan Golkar itu beda-2 tipis.. bisa dibilang juara 2 bersama.. di
kisaran 14% suara masing-2.
Langkah mereka akan sangat menentukan peta koalisi lainnya.
Demokrat tentunya layak percaya diri.. dan punya 'upper hand' dalam
membangun koalisi.

Lain hal-nya dengan Golkar-PDIP.. gampang-2 susah..
kalau mereka mau berkuasa, maka paling logis mereka berkoalisi.. artinya
berkuasa tapi berbagi.
tapi sulitnya menentukan siapa Presiden & siapa WaPres..
Megawati sepertinya bukan orang yg mampu berpikir logis.. lebih didorong
syahwat kekuasaan..
kalau JK rela jadi ban serep lagi; maka sangat rentan ditinggalkan oleh
Golkar.. (yg merasa 'senior')

Golkar itu partai yg tidak ber-ideologi... mereka penyembah duit dan kuasa.
Bukan kepribadian Golkar sebagai oposisi.. posisi oposisi hanya mungkin
dilakukan oleh partai-2 yg berideologi.

Golkar juga terdiri dari faksi-2.. itu jelas.. PilPres 2004 dan hasil
kongres membuktikan itu.
Posisi JK sekarang sangat berat. Dia ditantang untuk berani mencalonkan diri
sebagai Presiden; padahal sebenarnya JK juga tahu kelemahannya sendiri..
makanya dia takut konvensi.
Kalau gagal berkuasa; alias bertangan hampa, maka dia akan ditendang Golkar
sebagaimana Golkar menedang Akbar Tanjung.

Satu-2nya cara PDIP dan Golkar untuk menumbangkan SBY adalah berkoalisi
secara solid&konsisten!
namun 'solid dan konsisten' itu bukan domain syahwat kuasa.. itu domain
fundamentalisme.
kalau saja PDIP dan GOlkar mengumumkan bahwa mereka berkoalisi, namun SBY
berhasil menggaet satu atau dua faksi Golkar dengan iming-2 jabatan
menteri.. maka dapat dipastikan SBY kembali menang.

Sedangkan kalau PDIP gagal meraih mitra koalisi yg cukup substansial; maka
dia akan jadi oposisi kembali selama 5 tahun mendatang. Yaah si Taufik
Kiemas puasa lagi deeh... hehe.. atau alih profesi jadi orang baik-2..

Partai Demokrat juga perlu hati-2 membangun koalisi dan juga perlu segera
mengagendakan program kaderisasi yg solid.
SBY hanya bisa menjabat 1 kali lagi.. apabila dalam 5 tahun tidak ada kader
yg bisa menjadi magnet suara.. maka PD akan bernasib seperti PNI (dan
partai-2 cap banteng lainnya) pasca Soekarno.. redup.

Kalau Demokrat koalisi dengan PKS, yg kader-2nya lebih solid dan merata,
maka pemilu 2014 bisa jadi PKS melesat..

PKS-PAN-PKB menurut saya hanya akan mulai melangkah pada saat air sudah
mulai jernih..
Wait and see dulu terhadap PDIP dan Golkar.. Ekspektasi mereka juga tentunya
sudah termoderasi hasil yg pas-pas-an..
cukup lah dapat 2-3 kursi menteri..

Gerindra dan Hanura... hehehe.... mereka sekarang perlu peras otak dan peras
dompet (bahkan peras cukong?) utk bayar hutang dana pemilu...
sekaligus mencari sumber dana utk memelihara kader-2 yg sudah di-rekruit.
namun perlu di-applaus juga lho.. mereka adalah best new-comer...
lolos sebagai peserta pemilu 2014; prestasi yg cukup baik.
Semoga mampu menjaga konsistensi prestasi; menghindari nasib partai-2
seperti PBB, PDK, dll.. yg pada 2004 mampu memperoleh suara diatas 2,5%
(lolos otomatis ke 2009), namun sekarang tersungkur dan tersingkir.

Salam,
-K-

Kirim email ke