Halo Ko, analisismu bagus. Betul sekali bahwa Golkar tidak akan beroposisi. Sepertinya akan ada 2 kutup, yaitu kutup PD, Golkar ditambah partai-partai yang mboceng kemenangan PD yaitu PPP, PKS, PKB, dan partai kecil lainnya; sementara di kutub lainnya adalah PDIP, Gerindra, dan Hanura. Entah siapapun capresnya, kayaknya SBY akan didapuk lagi untuk 5 tahun mendatang. Yang menarik bagi saya adalah 5 tahun sesudah itu bahwa politikus senior sudah akan selesai. SBY tidak mungkin menjabat lagi, Megawati sudah sangat sepuh dan fan-nya yang tua-tua juga sudah akan habis. Amin Rais ngomongnya masih nylekit, tapi tak pernah jadi presiden. Perseteruan SBY dan Megawati akan selesai termakan oleh waktu. Jadi masa depan akan digantikan oleh pemimpin-pemimpin muda. Siapa ya? Saya sih penginnya presiden itu dari kelompok minoritas, bukan Jawa (kalau bisa sekalian suku Chinese) dan non-muslim. Kalau saja Indonesia punya presiden seperti ini....wuah....luar biasa..menandakan Indonesia sangat maju jauh ke depan dari bangsa-bangsa lain. Thanks. CU. BTS.
--- On Sun, 4/12/09, Harya Setyaka <[email protected]> wrote: From: Harya Setyaka <[email protected]> Subject: [referensi] outlook 2009-2014... To: [email protected] Date: Sunday, April 12, 2009, 9:27 AM Mengamati hasil sementara perhitungan suara: PDIP dan Golkar itu beda-2 tipis.. bisa dibilang juara 2 bersama.. di kisaran 14% suara masing-2. Langkah mereka akan sangat menentukan peta koalisi lainnya. Demokrat tentunya layak percaya diri.. dan punya 'upper hand' dalam membangun koalisi. Lain hal-nya dengan Golkar-PDIP. . gampang-2 susah.. kalau mereka mau berkuasa, maka paling logis mereka berkoalisi.. artinya berkuasa tapi berbagi. tapi sulitnya menentukan siapa Presiden & siapa WaPres.. Megawati sepertinya bukan orang yg mampu berpikir logis.. lebih didorong syahwat kekuasaan.. kalau JK rela jadi ban serep lagi; maka sangat rentan ditinggalkan oleh Golkar.. (yg merasa 'senior') Golkar itu partai yg tidak ber-ideologi. .. mereka penyembah duit dan kuasa.. Bukan kepribadian Golkar sebagai oposisi.. posisi oposisi hanya mungkin dilakukan oleh partai-2 yg berideologi. Golkar juga terdiri dari faksi-2.. itu jelas.. PilPres 2004 dan hasil kongres membuktikan itu. Posisi JK sekarang sangat berat. Dia ditantang untuk berani mencalonkan diri sebagai Presiden; padahal sebenarnya JK juga tahu kelemahannya sendiri.. makanya dia takut konvensi. Kalau gagal berkuasa; alias bertangan hampa, maka dia akan ditendang Golkar sebagaimana Golkar menedang Akbar Tanjung. Satu-2nya cara PDIP dan Golkar untuk menumbangkan SBY adalah berkoalisi secara solid&konsisten! namun 'solid dan konsisten' itu bukan domain syahwat kuasa.. itu domain fundamentalisme. kalau saja PDIP dan GOlkar mengumumkan bahwa mereka berkoalisi, namun SBY berhasil menggaet satu atau dua faksi Golkar dengan iming-2 jabatan menteri... maka dapat dipastikan SBY kembali menang. Sedangkan kalau PDIP gagal meraih mitra koalisi yg cukup substansial; maka dia akan jadi oposisi kembali selama 5 tahun mendatang. Yaah si Taufik Kiemas puasa lagi deeh... hehe.. atau alih profesi jadi orang baik-2.. Partai Demokrat juga perlu hati-2 membangun koalisi dan juga perlu segera mengagendakan program kaderisasi yg solid. SBY hanya bisa menjabat 1 kali lagi.. apabila dalam 5 tahun tidak ada kader yg bisa menjadi magnet suara.. maka PD akan bernasib seperti PNI (dan partai-2 cap banteng lainnya) pasca Soekarno.. redup. Kalau Demokrat koalisi dengan PKS, yg kader-2nya lebih solid dan merata, maka pemilu 2014 bisa jadi PKS melesat.. PKS-PAN-PKB menurut saya hanya akan mulai melangkah pada saat air sudah mulai jernih.. Wait and see dulu terhadap PDIP dan Golkar.. Ekspektasi mereka juga tentunya sudah termoderasi hasil yg pas-pas-an.. cukup lah dapat 2-3 kursi menteri.. Gerindra dan Hanura... hehehe.... mereka sekarang perlu peras otak dan peras dompet (bahkan peras cukong?) utk bayar hutang dana pemilu... sekaligus mencari sumber dana utk memelihara kader-2 yg sudah di-rekruit. namun perlu di-applaus juga lho.. mereka adalah best new-comer... lolos sebagai peserta pemilu 2014; prestasi yg cukup baik. Semoga mampu menjaga konsistensi prestasi; menghindari nasib partai-2 seperti PBB, PDK, dll.. yg pada 2004 mampu memperoleh suara diatas 2,5% (lolos otomatis ke 2009), namun sekarang tersungkur dan tersingkir. Salam, -K-

