Ki Juru Mertani ysm, ada beberapa pertanyaan sehubungan dengan informasi di bawah:
1 Bagaimana caranya menentukan tempat petilasan di Wono Kobaran itu, dan seberapa perlu tempat tersebut direvitalisasi? 2 Mengenai tokoh Sunan Kalijaga, saya kira tokoh ini hidup dalam 4-5 generasi, dan mengiringi perjalanan Mataram. Apakah memang momen penting pertemuan Sunan Kalijaga dan Brawijaya V tersebut bagi Mataram? 3 Mohon pendapat bapak tentang pandangan Mataram terhadap Kewalian Giri? Salam. -ekadj --- In [email protected], "bspr...@..." <bspr...@...> wrote: > > Sebuah kasus yang menarik. > > Pada saat saya di Kanwil PU, saya diminta oleh HB X membangun sebuah petilasan tempat bertemunya Sunan Kalijaga dengan Brawijaya V sebelum mukswa di pantai selatan. Tempat petilasan itu kemudian disebut Wono Kobaran. Letaknya di desa Temu Ireng, Panggang. Semula desa itu sangat terisolir. Namun apa yang terjadi dengan munculnya petilasan tadi... pelan tapi pasti muncul pertumbuhan ekonomi akibat banyaknya penziarah kesitu. > > Disinilah saya ingin mencoba mendekatkan apa yang menjadi concern mas BTS dengan apa yang dikuasai mas Djarot. > > Salam > > bambang sp >

