Pak Risfan Ysh, Saya tertarik dengan topik diskusi anda. Sebagian bersar bencana terjadi karena kelalaian dalam proses pembangunan. Bencana terjadi karena pembangunan yang tidak memperhatikan ancaman bencana dilokasi itu. Pengurangan resiko bencana melalui penataan ruang merupakan cara yang paling efisien dan efektif untuk menghindari jatuhnya korban. Tapi sekarang ini belum banyak pengalaman kita untuk mengintegrasikan pengurangan resiko bencana kedalam penataan ruang. Apakah sudah ada tools untuk melakukan hal ini?
Salam, Anindito ________________________________ From: Risfan Munir <[email protected]> To: [email protected] Sent: Thu, March 18, 2010 4:17:17 AM Subject: [referensi] Mainstreaming Mitigasi Bencana Rekans ysh, Masih menjadi bagian dari Sustainable Development, selain Green n Blue corncern, barangkali bagaimana mengarus-utamakan corncern kepada kebencanaan. Ini mengingat kepulauan nusantara ini terletak pada ring of volcano yang sering batuk2. Banyak wilayah/kota rawan banjir, tsunami, serta kebakaran (hutan). Belum lagi pulau-pulau kecil yang rawan pula. Ini tentu memerlukan concern, strategi, advokasi agar menjadi bagian dari agenda semua pihak, pemerintah pusat, daerah, swasta, masyarakat. Masuk ke RTRW, RPJM, APBM/D, Renstra, juga manajemen operasional. Bagaimana prepareness, SOP danfacilities nya. Begitukah? Salam, Risfan Munir

