Pak Roos A ysh: saya yakin sebagian aturan sdh ada - tapi apakah itu digunakan 
atau tidak mau digunakan atau dgn berbagai alasan itu jangan dulu digunakan. 
Kalau exercise perencanaan banyak dilakukan ( spt apa yg pak Roos A kerjakan), 
saya rasa akan sangat banyak manfaatnya. Waktu saya buat perencanaan permukiman 
di Calang setelah tsunami - saya banyak ditentang oleh masyarakat lokal - 
mereka bilang sudahlah pak, bisul itu tidak akan pernah timbul pada tempat yg 
sama, maka biarkanlah kami tinggal di tempat yg sama, walaupun mereka tau bhw 
hampir 90 persen keluarganya jadi korban. 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Roos Akbar <[email protected]>
Date: Wed, 24 Mar 2010 07:22:26 
To: <[email protected]>
Subject: Re: [referensi] Mainstreaming Mitigasi Bencana

Pak Ferri dkk ysh,
 Rasanya beberapa peraturan sudah sangat memperhitungkan persoalan 
 kebencanaan ini.
 Misalnya dulu ketika saya ikutan menjadi site planner perumnas Antapani, 
 ada aturan bahwa setiap 100 m rumah/kapling harus diselingi areal kosong 
 selebar 2 m. Ini untuk hindari agar kalau kebakaran tidak merembet ke 
 semua. Ada aturan sempadan yang mengatur juga sudut pandang pengemudi 
 dsb. Ada aturan tentang dimana jalan boleh "lewat" diatara 2 tower 
 tegangan tinggi dsb.
 
 Apakah semua itu masih ada? Atau masihkan dipergunakan?
 Saya ingat sekali dulu bersama pak Suwardjoko menghadapi konsultan asing 
 yang mengabaikan aturan itu karena prinsip dia harus sebanyak  mungkin 
 rumah dibangun wah.....
 
 Saya juga sedang bertanya pada teman-teman yang sedang menyusun peta 
 kegempaan. Saya "menuntut" Agar ada peta pada skala rinci.....jangan 
 hanya pada skala 1:250.000. Tapi belum/tidak (?) ada yang 
 menjawab/menjelakan pak hehehe.....
 
 Saya rasa semua orang tahu bahwa janganlah memberi ijin/ membangun pada 
 kawasan rawan bencana (logsor, banjir, dsb). Tapi adakah data/peta yang 
 menunjukkan itu? Restoran the Peak di Bdg malaha cukup terkenal padahal 
 ada di patahan Lembang. Perumahan Dago Pakar laku juga tuh padahal ada 
 pada areal rawan longsor hehehe....
 
 Mungkin kita percaya umur ditangan Tuhan. Sehingga mau mati kapanpun 
 tidak masalah...hanya tinggal caranya...
 
 Salam,
 Roos Akbar
 On 3/24/10 10:02 AM, Ferrianto Djais wrote:
 > Yth Pak Adjie dkk, buat saya mengembangkan pendekatan perencanaan yg terkait 
 > dgn bencana sangat2 menarik dan memang ini blm banyak berkembang. Namun 
 > kiranya kita perlu angkat ke permukaan. Saya cukup lama bermain-main di 
 > perencanaan pesisir dan sangat2 membutuhkan spesific planning approached. 
 > Kita punya 95.000 km pantai dan sebagian besar berada dlm ring of fire. 
 > Investasi yg katakanlah milyar2 dlm waktu 1 menit bisa porak poranda. Semoga 
 > sukses
 > Powered by Telkomsel BlackBerry®
 >
 > -----Original Message-----
 > From: adjie pamungkas<[email protected]>
 > Date: Tue, 23 Mar 2010 23:09:38
 > To:<[email protected]>
 > Subject: Re: [referensi] Mainstreaming Mitigasi Bencana
 >
 >   
 >
 >
 >
 >
 >
 > Ysh milisters,
 >   
 > keliatannya topik ini tidak terlalu hangat di milist ini yg notabene para 
 > planning mania berkumpul.. apa ini indikasi bahwa bencana belum menjadi isu 
 > sentral dalam konteks perencanaan di indonesia. sebagai catatan, tahun lalu 
 > survey di salah satu bagian dari DAS bengawan solo yg tiap tahun kebanjiran, 
 > salah satu hasilnya: tidak ada dokumen spatial plan yg menyinggung isu 
 > tersebut.  semoga tidak berkepanjangan indikasi ini karena UUPR sudah 
 > mengamanatkan pengaturan ini.
 >
 > salam,
 > adjie PAMUNGKAS
 > Lecturer of Regional and City Planning Department
 > ITS - Indonesia
 > + 61 4 2561 7575
 >   
 > http://www.facebook.com/people/Adjie-Pamungkas/745520653?
 > &nbsp;
 > &nbsp;
 > &nbsp;
 > &nbsp;--- On Mon, 22/3/10, anin dito&lt;[email protected]&gt; wrote:
 > From: anin dito&lt;[email protected]&gt;Subject: Re: [referensi] 
 > Mainstreaming Mitigasi BencanaTo: [email protected]: Monday, 
 > 22 March, 2010, 3:28 AM
 > &nbsp;
 >
 >
 >
 > Pak&nbsp;Risfan Ysh,
 > Saya tertarik dengan&nbsp;topik diskusi anda. Sebagian bersar bencana 
 > terjadi karena kelalaian dalam proses pembangunan.&nbsp; Bencana terjadi 
 > karena pembangunan yang tidak memperhatikan ancaman bencana dilokasi 
 > itu.&nbsp;&nbsp; Pengurangan resiko bencana melalui penataan ruang merupakan 
 > cara yang paling efisien dan efektif untuk menghindari jatuhnya 
 > korban.&nbsp;&nbsp; Tapi sekarang ini belum banyak pengalaman kita untuk 
 > mengintegrasikan pengurangan resiko bencana kedalam penataan ruang.&nbsp; 
 > Apakah sudah ada tools untuk melakukan hal ini?
 > &nbsp;
 > Salam,
 > Anindito
 >
 >
 >
 > From: Risfan Munir&lt;risf...@yahoo. com&gt;To: refere...@yahoogrou 
 > ps.comSent: Thu, March 18, 2010 4:17:17 AMSubject: [referensi] Mainstreaming 
 > Mitigasi Bencana&nbsp;
 >
 > Rekans ysh,Masih menjadi bagian dari Sustainable Development, selain Green n 
 > Blue corncern, barangkali bagaimana mengarus-utamakan corncern kepada 
 > kebencanaan. Ini mengingat kepulauan nusantara ini terletak pada ring of 
 > volcano yang sering batuk2. Banyak wilayah/kota rawan banjir, tsunami, serta 
 > kebakaran (hutan). Belum lagi pulau-pulau kecil yang rawan pula.Ini tentu 
 > memerlukan concern, strategi, advokasi agar menjadi bagian dari agenda semua 
 > pihak, pemerintah pusat, daerah, swasta, masyarakat. Masuk ke RTRW, RPJM, 
 > APBM/D, Renstra, juga manajemen operasional. Bagaimana prepareness, SOP 
 > danfacilities nya. Begitukah?Salam,Risfan Munir
 >
 >
 >
 >        &nbsp;
 >
 >
 >
 >
 >
 >
 >
 >
 > ------------------------------------
 >
 > Komunitas Referensi
 > http://groups.yahoo.com/group/referensi/Yahoo! Groups Links
 >
 >
 >
 >
 >    
 
 
 
 ------------------------------------
 
 Komunitas Referensi
 http://groups.yahoo.com/group/referensi/Yahoo! Groups Links
 
 
 


------------------------------------

Komunitas Referensi
http://groups.yahoo.com/group/referensi/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/referensi/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/referensi/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke