Pak Adjie dan Pak Djais,
Sealin memakan korban jiwa bencana memang bisa membuat pembangunan 
daerah mundur beberapa tahun, dan meningkatkan kemiskinan. Mengapa belum 
banyak kajian tentang pengurangan resiko bencan dalam perencanaan dan penataan 
ruang?  

Dari UU 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana dan UU 26 tahun 2007 
tentang penataan ruang,
ada pembagian kewenangan untuk penanggulangan bencana dan penataan ruang, yang 
satu diserahkan ke Bandan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan yang lain ke 
BKTRD.  Seharusnya diantra dua urusan ini  ada kerjasama.  BPBD harus  
menyediakan peta ancaman dan resiko bencana, dan juga Rencana Aksi Pengurangan 
Resiko Bencana; untuk digunakan oleh BKTRD.  BPBD harus bersama BKTRD membuat 
rencana evakuasi, rencana mitigasi struktural dan analisa land suitability.     

Sekarang sedang ada upaya di kota Padang untuk mengurangi resiko bencana dalam 
review tata ruang mereka.  Apakah ada teman-teman yang sudah pernah membuat 
analisa pengurangan resiko bencana dalam perencanaan tata ruang ditempat lain? 

Salam,
Anindito


________________________________
From: Ferrianto Djais <[email protected]>
To: adjie pamungkas <[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>
Sent: Tue, March 23, 2010 8:02:04 PM
Subject: Re: [referensi] Mainstreaming Mitigasi Bencana

Yth Pak Adjie dkk, buat saya mengembangkan pendekatan perencanaan yg terkait 
dgn bencana sangat2 menarik dan memang ini blm banyak berkembang. Namun kiranya 
kita perlu angkat ke permukaan. Saya cukup lama bermain-main di perencanaan 
pesisir dan sangat2 membutuhkan spesific planning approached. Kita punya 95.000 
km pantai dan sebagian besar berada dlm ring of fire. Investasi yg katakanlah 
milyar2 dlm waktu 1 menit bisa porak poranda. Semoga sukses
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: adjie pamungkas <[email protected]>
Date: Tue, 23 Mar 2010 23:09:38 
To: <[email protected]>
Subject: Re: [referensi] Mainstreaming Mitigasi Bencana

  





Ysh milisters, 
  
keliatannya topik ini tidak terlalu hangat di milist ini yg notabene para 
planning mania berkumpul.. apa ini indikasi bahwa bencana belum menjadi isu 
sentral dalam konteks perencanaan di indonesia. sebagai catatan, tahun lalu 
survey di salah satu bagian dari DAS bengawan solo yg tiap tahun kebanjiran, 
salah satu hasilnya: tidak ada dokumen spatial plan yg menyinggung isu 
tersebut.  semoga tidak berkepanjangan indikasi ini karena UUPR sudah 
mengamanatkan pengaturan ini. 

salam, 
adjie PAMUNGKAS 
Lecturer of Regional and City Planning Department 
ITS - Indonesia 
+ 61 4 2561 7575 
  
http://www.facebook.com/people/Adjie-Pamungkas/745520653?
&nbsp;
&nbsp;
&nbsp;
&nbsp;--- On Mon, 22/3/10, anin dito &lt;[email protected]&gt; wrote:
From: anin dito &lt;[email protected]&gt;Subject: Re: [referensi] 
Mainstreaming Mitigasi BencanaTo: [email protected]: Monday, 22 
March, 2010, 3:28 AM
&nbsp; 



Pak&nbsp;Risfan Ysh,
Saya tertarik dengan&nbsp;topik diskusi anda. Sebagian bersar bencana terjadi 
karena kelalaian dalam proses pembangunan.&nbsp; Bencana terjadi karena 
pembangunan yang tidak memperhatikan ancaman bencana dilokasi itu.&nbsp;&nbsp; 
Pengurangan resiko bencana melalui penataan ruang merupakan cara yang paling 
efisien dan efektif untuk menghindari jatuhnya korban.&nbsp;&nbsp; Tapi 
sekarang ini belum banyak pengalaman kita untuk mengintegrasikan pengurangan 
resiko bencana kedalam penataan ruang.&nbsp; Apakah sudah ada tools untuk 
melakukan hal ini? 
&nbsp;
Salam, 
Anindito



From: Risfan Munir &lt;risf...@yahoo. com&gt;To: refere...@yahoogrou 
ps.comSent: Thu, March 18, 2010 4:17:17 AMSubject: [referensi] Mainstreaming 
Mitigasi Bencana&nbsp; 

Rekans ysh,Masih menjadi bagian dari Sustainable Development, selain Green n 
Blue corncern, barangkali bagaimana mengarus-utamakan corncern kepada 
kebencanaan. Ini mengingat kepulauan nusantara ini terletak pada ring of 
volcano yang sering batuk2. Banyak wilayah/kota rawan banjir, tsunami, serta 
kebakaran (hutan). Belum lagi pulau-pulau kecil yang rawan pula.Ini tentu 
memerlukan concern, strategi, advokasi agar menjadi bagian dari agenda semua 
pihak, pemerintah pusat, daerah, swasta, masyarakat. Masuk ke RTRW, RPJM, 
APBM/D, Renstra, juga manajemen operasional. Bagaimana prepareness, SOP 
danfacilities nya. Begitukah?Salam,Risfan Munir



      &nbsp;

    
    

    
    


------------------------------------

Komunitas Referensi
http://groups.yahoo.com/group/referensi/Yahoo! Groups Links




      

Kirim email ke