Ysh milisters, 
 
keliatannya topik ini tidak terlalu hangat di milist ini yg notabene para 
planning mania berkumpul.. apa ini indikasi bahwa bencana belum menjadi isu 
sentral dalam konteks perencanaan di indonesia. sebagai catatan, tahun lalu 
survey di salah satu bagian dari DAS bengawan solo yg tiap tahun kebanjiran, 
salah satu hasilnya: tidak ada dokumen spatial plan yg menyinggung isu 
tersebut.  semoga tidak berkepanjangan indikasi ini karena UUPR sudah 
mengamanatkan pengaturan ini. 

salam, 
adjie PAMUNGKAS
Lecturer of Regional and City Planning Department 
ITS - Indonesia 
+ 61 4 2561 7575
 
http://www.facebook.com/people/Adjie-Pamungkas/745520653?
 
 
 
 

--- On Mon, 22/3/10, anin dito <[email protected]> wrote:


From: anin dito <[email protected]>
Subject: Re: [referensi] Mainstreaming Mitigasi Bencana
To: [email protected]
Received: Monday, 22 March, 2010, 3:28 AM


  





Pak Risfan Ysh,
Saya tertarik dengan topik diskusi anda. Sebagian bersar bencana terjadi karena 
kelalaian dalam proses pembangunan.  Bencana terjadi karena pembangunan yang 
tidak memperhatikan ancaman bencana dilokasi itu.   Pengurangan resiko bencana 
melalui penataan ruang merupakan cara yang paling efisien dan efektif untuk 
menghindari jatuhnya korban.   Tapi sekarang ini belum banyak pengalaman kita 
untuk mengintegrasikan pengurangan resiko bencana kedalam penataan ruang.  
Apakah sudah ada tools untuk melakukan hal ini? 
 
Salam, 
Anindito





From: Risfan Munir <risf...@yahoo. com>
To: refere...@yahoogrou ps.com
Sent: Thu, March 18, 2010 4:17:17 AM
Subject: [referensi] Mainstreaming Mitigasi Bencana

  

Rekans ysh,

Masih menjadi bagian dari Sustainable Development, selain Green n Blue 
corncern, barangkali bagaimana mengarus-utamakan corncern kepada kebencanaan. 
Ini mengingat kepulauan nusantara ini terletak pada ring of volcano yang sering 
batuk2. Banyak wilayah/kota rawan banjir, tsunami, serta kebakaran (hutan). 
Belum lagi pulau-pulau kecil yang rawan pula.

Ini tentu memerlukan concern, strategi, advokasi agar menjadi bagian dari 
agenda semua pihak, pemerintah pusat, daerah, swasta, masyarakat. Masuk ke 
RTRW, RPJM, APBM/D, Renstra, juga manajemen operasional. Bagaimana prepareness, 
SOP danfacilities nya. Begitukah?

Salam,
Risfan Munir









      

Kirim email ke