SINGKAWANG-Ketika kampanye untuk memperoleh kursi Wali Kota Singkawang, Hasan 
Karman berjanji akan memberikan tunjangan kepada RT se Kota Singkawang 
dihadapan Ketua RT se Kelurahan Sedau. Tapi, sampai saat ini, belum juga 
ditepati. "Kita menagih janji politik Hasan Karman didepan kita. Bila terpilih, 
mereka akan memberikan tunjangan kepada ketua RT. Tapi, sekarang hasilnya tidak 
ada," kata Koordinator Ketua RT se Kelurahan Sedau, Agustian MZ, kepada 
Pontianak Post, kemarin.

Diakuinya, didepan 65 ketua RT wali kota membubuhkan tandatangan siap 
memberikan tunjangan kepada ketua RT. "Kami meminta wali kota menepati janji. 
Bila tidak maka kami segera menduduki Kantor Wali Kota Singkawang," kata 
Agustian. Kata Agustian, dia pernah menghadap Hasan Karman pasca terpilihnya 
dia sebagai Wali Kota Singkawang. Hasilnya, kata dia, sangat mengecewakan dan 
jauh dari harapan. "Hasan Karman menyebut janji-janji tersebut dapat terpenuhi 
apabila DPRD Kota Singkawang turut menyetujui penganggaran.

Jika tidak secara otomatis gagal," kata Agustian mengutip pernyataan wali kota. 
Agustian juga akan melakukan upaya hukum terkait dengan perjanjian tersebut. 
"Kami merasa dibohongi dan diremehkan. Kita tetap akan menduduki kantor wali 
kota sampai janji pemberian tunjangan dipenuhi, dan akan melakukan upaya 
hukum," katanya. Kata Agustian, juga pernah berjanji, bila tidak dipenuhi Hasan 
Karman, mereka akan memimpin aksi, untuk menuntut direalisasikannya tunjangan 
bagi ketua RT ini. "Tim sukses Hasan sesumbar menyebut akan memimpin demo 
seandainya pemberian tunjangan kepada Ketua RT tidak kunjung dipenuhi.

Nah, sekarang saat yang tepat untuk menuntut janji tersebut," kata dia. 
Agustian juga mengikuti perkembangan selama Hasan Karman memimpin. Kata dia, 
diera wali kota sekarang ini, banyak kemerosotan. Dia mengambil contoh kecil. 
"Dari besar THR yang diterima para ketua RT yang hanya sebesar Rp150 ribu. 
Sementara pada tahun-tahun sebelumnya mencapai Rp300 ribu. Seharusnya seiring 
bertambah tahun, maka THR makin besar. Bukan sebaliknya makin kecil. Harga 
sembako dan keperluan hidup semakin mahal," kata dia. Berangkat dari kenyataan 
itu Agustian meminta perhatian serius dari wali kota. Jika terus menerus para 
Ketua RT dikesampingkan maka pelayanan kepada masyarakat juga pasti terabaikan. 
"Kami ujung tombak pemerintahan. Namun diperlakukan tidak adil," ujarnya. 
Sementara anggota DPRD Kalbar Kenny Kumala sudah mengusulkan pemberian insentif 
kepada seluruh Ketua RT di Kota Singkawang. Seperti yang diterapkan Kabupaten 
Bengkayang maupun Kota Pontianak.

Dia berharap para wakil rakyat Kota Singkawang mendukung pengalokasian dana 
melalui APBD terhitung sejak tahun 2009. "Bisa saja dianggarkan Rp300 ribu 
perbulan kepada 586 Ketua RT se Kota Singkawang. Dengan pengalokasian APBD Rp2 
miliar pertahun akan berdampak sangat besar dan meminimalisir berbagai 
pungutan," katanya. Pemberian insentif ini tentu akan berdampak positif. Yakni, 
kata Kenny, para Ketua RT harus bersedia dimintai pertanggungjawaban seputar 
kinerja pelayanan prima. "Itu konsekuensi wajar pemberian insentif," katanya, 
belum lama ini. (zrf)

Sumber : www.pontianakpost.com

Kirim email ke