SINGKAWANG-Polisi diminta memeriksa studi kelayakan bandara Singkawang. Laskar 
Anti Korupsi (LAKI) Kota Singkawang, menilai ada kerancuan pernyataan yang 
dilontarkan Kepala Badan Perencanaan Daerah Kota Singkawang, berkaitan 
alternatif lokasi bandara Kota Singkawang. Sebab, study kelayakan bandara sudah 
selesai dikerjakan dan lokasi ditetapkan adalah Singkawang Utara dan tidak ada 
alternatif.

"LAKI salah satu lembaga anti korupsi, menduga ada kebocoran dana yang 
menetapkan lokasi Singkawang Utara sebagai bandara. Dengan adanya FS ini, 
Pemkot Singkawang telah membebaskan lahan yang bernilai miliaran rupiah yang 
diduga kuat lahan tersebut adalah milik pejabat Pemkot Singkawang," kata Ketua 
LAKI Singkawang, Muin, kepada Pontianak Post, kemarin.

LAKI, kata Muin, mencium adanya konspirasi busuk dari FS tersebut. "Bagimana 
tidak, pelabuhan laut saja sudah gagal yang menelan Rp12 miliar lebih. 
Kegagalan ini, disebabkan tidak pernah melibatkan instansi yang punya hubungan 
langsung. Ini merupakan kegagalan pemerintahan yang lalu. Apakah pemerintahan 
sekarang ini mengikuti jejak pemerintah yang lalu untuk membuat proyek yang 
nantinya akan gagal," kata dia mempertanyakan.

Kata Muin, bandara sudah direncanakan oleh Bappeda dan sudah dilakukan studi 
kelayakan. "Kita ketahui bersama, berapa banyak bandara yang berhasil di 
Indonesia ini. Apalagi, informasinya bandara ini tidak melibatkan instansi 
terkait yakni perhubungan. Sewaktu LAKI mempertanyakan kepada Bapedda dalam 
pelabuhan laut saja, Bapedda menyerahkan ke PU," katanya.  Muin mengingatkan 
kepada wali kota, hendaknya bertindak dengan segera dalam hal ini jangan 
menyelesaikan pekerjaan yang tidak bermanfaat saja, sehingga dalam jangka lima 
tahun tidak ada hasilnya. Wali kota juga harus mengerem pernyataan yang akan 
membahayakan baginya. Dia mencontohkan, wali kota mengatakan tidak selevel 
dengan dewan dan sebagainya.

"Itu sangat bahaya bagi seorang kepala daerah. Padahal, dalam aturannya sudah 
jelas bahwa legislatif itu adalah mitra dari eksekutif." Selanjutnya, LAKI 
meminta kepada Polres Singkawang untuk segera bertindak melakukan pemeriksaan 
terhadap Bapedda Kota Singkawang berkenaan FS yang pernah dibuatnya. "Kita 
yakin Polres Singkawang mampu mengungkap adanya dugaan kebocoran uang negara 
dalam merencanakan studi kelayakan bandara yang dibuat oleh Bapedda Kota 
Singkawang. Semoga berhasil," katanya. (zrf)

Sumber : www.pontianakpost.com

Kirim email ke