SINGKAWANG-Tokoh masyarakat Singkawang, Asyari SH mengatakan, kinerja dan 
pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Singkawang harus dapat 
ditingkatkan. Pasalnya, PDAM saat ini masih belum sesuai dengan namanya. Hingga 
sekarang, air PDAM hanya dapat digunakan untuk mencuci atau mandi, bukan air 
untuk minum.

"Itu pun syukur-syukur kalau airnya mengalir," ujarnya, belum lama ini. PDAM, 
kata Asyari, harusnya dapat memproduksi air yang bisa diminum masyarakat. 
Sejauh ini, masyarakat sebagian justru minum menggunakan air hujan yang dimasak 
atau menggunakan air mineral (galon)."Kita heran, mengapa sampai sekarang PDAM 
tidak mampu," ujar dia. Di sisi lain, perkembangan industri air mineral dalam 
kemasan atau air isi ulang di Kota Singkawang justru meningkat dengan pesat.

Sudah ada berbagai merek yang berproduksi dan beredar di Singkawang. Bahkan 
sebagian produk air mineral tersebut, air bakunya berasal dari bumi Singkawang. 
Kenyataan itu dinilai sangat ironis mengingat semakin hari pelayanan di PDAM 
semakin menurun. Diharapkan perkembangan industri air mineral tersebut dapat 
memacu PDAM untuk terus meningkatkan kinerjanya.

Terkait dengan ini, Pemkot Singkawang juga diminta untuk lebih serius dalam 
memenuhi kebutuhan air bersih warganya. Persoalan PDAM diharapkan dapat segera 
dituntaskan, mulai dari pemisahan aset dari Pemkab Sambas hingga perbaikan 
pelayanan. Masalah air bersih, tambah Asyari, jauh lebih urgen dan mendesak 
jika dibandingkan dengan persoalan-persoalan lain karena menyangkut hajat hidup 
orang banyak.

"Sepertinya ada kesan bahwa pemkot kurang serius mengangani masalah ini. Pemkot 
dan DPRD justru lebih sibuk ketika mengurusi masalah level tak level antara 
wali kota dengan dewan, mengurusi mobil dinas wali kota, bandara dan SOPD baru. 
Harusnya masalah air ini yang perlu didahulukan," tandasnya.Sebagaimana yang 
pernah diberitakan, dalam pengelolaan PDAM ini, persoalan aset selalu menjadi 
kambing hitam.Aset PDAM dikatakan masih milik Pemkab Sambas. Namun belakangan, 
dari informasi karyawan PDAM, ternyata pada 31 Juli 2008, secara administrasi 
pengelolaan PDAM Sambas, Singkawang dan Bengkayang sudah terpisah. Bahkan 
menurut U Waliyanto dari LSM Pirang, sebetulnya sudah ada MoU penyerahan aset 
PDAM antara Pemkot Singkawang dengan Sambas.(rnl)

Sumber : www.pontianakpost.com

Kirim email ke