PEMANGKAT—Perayaan Cap Go Me Pemangkat juga berlangsung meriah, 10/2 kemarin. 
Ribuan warga memadati pinggiran jalan untuk menyaksikan karnaval ritual warga 
Tionghoa ini. Hal tersebut membuat polisi kewalahan. Apalagi ada sebagian 
tatung disaat pawai berlangsung menyalahi rute yang sudah disepakati. Sehingga 
membuat kemacetan lalu lintas.Awalnya karnaval ritual berlangsung tertib. Para 
tatung bersama pemikul tandu satu persatu parkir di sekitar areal altar. 
Sebelumnya para tatung melakukan ritual khusunya di altar kemudian di Toa Pe 
Kong besar yakni vihara Tridharma Bumi Raya, Pemangkat. Setelah itu kembali ke 
altar masing-masing. 

Disaat para tatung bersama tandu berbaris di sekitar altar. Masyarakat 
menggunakan ksempatan ini untuk menyaksikan atraksi tatung. Mulai dari 
memasukkan besi ke mulut hingga tembus dan tak berdarah sampai menusukkan 
pedang ke leher, perut serta tangan. Adanya juga memperlihatkan kepiawaianya 
dalam menari di atas tandu yang dipasang sejumlah senjatan tajam.  Warga pun 
banyak mengabadikan aksi ini dengan berfoto bersama atau sekedar menonton. Ada 
pula masyarakat yang memasang dupa dan memberikan ke tatung sebagai permohonan 
selamat. 

Sekitar pukul 10.00 para tatung mulai bergerak. Awal untuk pawai. Jalan pun 
semakin menyempit. Dikarenakan banyaknya warga yang ingin menyaksikan secara 
dekat. Sekitar ratusan tatung langsung melakukan pawai dan atraksi. Tampak 
polisi lalu lintas, reskrim, koramil, bahkan pasukan kompi batalion 461 senapan 
B ikut mengamankan perayaan. Para aparat polisi dan TNI ini sibuk mengatur 
masyarakat dan lalu lintas.Dari peserta tatung Makin start lebih awal dari 
Mohammad Hambal, begitu juga peserta tatung CGM dari Tridharma. Kemudian rute 
pun dijalani. Awalnya kedua peserta tatung berjalan terpisah dikarenakan altar 
yang berbeda. Kemudian keduanya kompak dan melakukan start bersama 
dipersimpangan jalan Gereja dan Sejahtera Pemangkat. Dilepas muspika Pemangkat. 
Atraksi tatung pun semakin semarak. 

Namun disaat para peserta tiba di rute Jalan Mohammad Hambal yang hampir 
selesai, sebagian tatung memisahkan diri dari rombongan pawai menuju altar 2 
milik Makin, kemudian lainya menuju altar 1 milik Tridharma. Sehingga tepat 
simpangan empat pasar sentral Pemangkat, sebagian tatung memilih berpisah. 
Seharusnya para tatung mengakhiri pawai di altar I, kemudian kembali ke altar 
masing-masing sesuai dengan kesepakatan panitia dan pihak keamanan.
Menurut Kasat lantas IPTU Oki Bagus yang didampingi Kapolsek Pemangkat IPTU 
Abilio Dos Sontos, untuk lalu lintas aman dan terkendali. Walaupun cukup diakui 
ada sejumlah titik jalan yang agak padat seperti dipasar. “Bahkan ada beberapa 
tatung yang keluar dari rombongan sehingga membuat lalu lintas terganggu namun 
tidak lama,” ungkapnya. Sekitar 100 personil dikerahkan untuk mengamankan 
perayaan kali ini. Hanya beberapa titik yang macet jalan karena dilalui para 
tatung. Namun semuanya terkendali.  

Sementara itu, Kapolsek Pemangkat, mengatakan beberapa tatung tidak menggunakan 
rute yang disepakati saat pertengahan pawai berlansung. Tempatnya disaat 
sebagaian rombongan tatung terpisah di Jalan Mohammad Hambal. Namun dengan 
sigap petugas mengamankan kelancaran lalu lintas sehingga dapat teratasi.
Pihak panitia saat dikonformasi tengah sibuk mengatur perayaan. Menurut Ketua 
Panitia CGM Makin, Bong She Kiong, mengatakan berajalan lancar tidak ada 
gangguan berarti. Soal beberapa tatung menyalahi rute, dia mengatakan belum 
dapat laporan dari petugas lapangan. “Namun apabila ada kita cukup menyangkan 
kejadian tersebut, karena rute sudah disepakati kedua belah pihak,” katanya 
yang tengah sibu mempersiapkan kedatangan wagub Kalbar setelah perayaan CGM di 
Pemangkat. (har)

Sumber : http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=14570

Kirim email ke