Di Kelenteng Fuk Tet Chi kemarin disesaki para tatung. Dengan irama musik, 
mereka melakukan persembahan, meminta kelancaran dalam proses Cap Go Meh hari 
ini. Mereka juga meminta agar Kota Singkawang tetap damai. Banyak dari mereka 
yang memegang parang di tangan. Setelah melakukan ritual, mereka berjalan kaki 
menuju Pekong Tua , untuk melakukan ritual juga.  Dalam perjalanan yang 
menyedot perhatian masyarakat, beberapa orang tatung, mengiris-iris tangannya 
dengan senjata tajam jenis parang yang dipegang. Akan tetapi, tidak ada darah 
yang keluar dari tubuh mereka. Sekitar beberapa menit berjalan, tibalah mereka 
ke Pekong Tua . 

Hari, seorang warga yang mengaku berasal dari kota Singkawang sempat berdecak 
kagum melihat benda tajam yang berada di tubuh seorang tatung. 
“Luar biasa. Kok tidak luka. Pakai ilmu apa dia (tatung) ,”  ungkapnya 
terheran-heran.  Di tengah cuaca yang panas itu, antusiasme masyarakat untuk 
menyaksikan bukannya berkurang. Akan tetapi, semakin ramai masyarakat yang 
berduyun-duyun datang. Baik itu dengan menggunakan sepeda motor, mobil, sepeda 
bahkan berjalan kaki. Semakin padatnya masyarakat, membuat polisi harus menutup 
habis jalan yang melintasi Pekong Tua  tersebut. Sebelumnya, sepeda motor masih 
dibolehkan masuk. Tetapi kali ini tidak bisa lagi.  Warung-warung gerobak 
dadakan pun laris dikunjungi pembeli yang kelelahan dan kepanasan. Para juru 
parkir pun mendapatkan untung yang banyak. Aparat kepolisian, terus melakukan 
koordinasi pengamanan. Itu dilakukan guna mencegah hal-hal yang tidak 
diinginkan bersama. (ody)

Sumber : http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=14416

Kirim email ke