Setuju eh, sebelum di demo pencinta binatang. Biasa yg jadi korban pasti blacky ama chicky. Tapi ada beberapa subjek dalam pelaksanaan ritual cap goh meh. Panita, tatung, pentonton tapi yg paling utama tau gak, roh yg memasuki tatung. Siapa yg bisa mengendalikan roh itu? Setau saya, ada tatung yg emang dari ilmunya diharuskan memakan "baby of the man best friend". Hm, harus nego dulu dengan roh....
--- On Wed, 2/11/09, United.Singkawang <[email protected]> wrote: From: United.Singkawang <[email protected]> Subject: [Singkawang] Makan Binatang To: [email protected] Date: Wednesday, February 11, 2009, 10:07 AM SINGKAWANG – Pengamat Hukum dan HAM Kota Singkawang Rudi Harjana mengatakan, tahun depan jangan ada lagi tatung yang mempertontonkan memakan binatang hidup-hidup di jalanan. Kata dia, sempat terlihat dalam perayaan Cap Go Meh kemarin, beberapa tatung membawa binatang dan memakannya hidup-hidup dan memamerkannya di jalan-jalan sesuai rute yang sudah ditentukan. “Sebenarnya itu tidak layak dipertontonkan. Cukup atraksi yang lazimnya dipertunjukkan saja,” kata dia kepada Pontianak Post kemarin. Ia menambahkan, dirinya juga sudah pernah memperingatkan akan hal ini di tahun sebelumnya untuk perayaan Cap Go Meh. Menurut dia, jika ingin membawa dan memakan binatang, sebaiknya itu jangan di jalanan. Sebab, ribuan pasang mata melihat dan memperhatikan hal tersebut. “Apalagi kalau yang nonton juga banyak anak-anak. Hal itu sangat tidak bagus, bagi anak-anak yang melihatnya,” ungkap Popo, biasa pria ini disapa. Menurut dia, jangan sampai hal tersebut terjadi lagi untuk ke depannya. Ia berharap, cukup tahun ini saja yang terakhir, ada aksi memakan binatang seperti itu. “Tahun depan penyelenggaraannya harus lebih baik. Panitia juga harus mengawasi hal ini,” kata dia. Ia juga salut dengan Cap Go Meh yang baru saja berakhir. Di Pontianak Post, kata dia, melansir empat puluh ribu wisatawan datang ke Singkawang menyaksikan petunjukan tersebut. Oleh karena itulah, kata dia, potensi wisata dan kebudayaan Kota Singkawang sangat besar. “Maka dari itu harus dipelihara dan dipertahankan. Tahun depan, harus bisa lebih banyak lagi menyedot wisatawan. Jangan hanya yang lokal, kalau bisa lebih banyak wisatawan asing. Jangan tanggung-tanggung. Pemerintah harus bekerja lebih keras untuk menarik wisatawan,” katanya. Ia mengatakan, sudah sepantasnya tahun depan Cap Go Meh, yang sudah masuk kalender even wisata nasional tersebut, ditingkatkan lagi. Oleh karena itulah, ia meminta, dari sisi penyelenggaraannya, para panitia harus bisa melakukan evaluasi, dan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang tidak semestinya ada. “Secara umum baik. Tapi tentunya masih ada kerikil-kerikil dalam penyelenggaraan tersebut. Ke depan, harus bisa lebih baik lagi dari sekarang,” katanya. (ody) Sumber : http://www.pontiana kpost.com/ index.php? mib=berita. detail&id=14566
