Dear Sdr. Edhylius_sean , Bagaimana kalau si Puppy Hitam dan SiKukuruyuk diganti dengan Anak Macan Sumatera, Anak Komodo, Anak Koala, Anak Panda dan atau Bayi manusia yang dimakan hidup-hidup oleh para Tatung ? Apakah masih akan ada kalimat dibawah ini : Untuk kategori festival tahunan, dan atas dasar prosesi, terlalu naib kalau kita akan memvonis sebagai kekerasan terhadap hewan. Biasanya masyarakat juga maklum dan menerimanya sebagai bagian dari prosesi ketimbang ekspos kekerasan pada binatang. Bukankah: harus ada pengecualian untuk sesuatu hal, pada sesuatu kondisi, dan pada sesuatu kepentingan.
Kalo mau lihat Capgomeh tanpa senjata tajam, tanpa makan binatang, di mana-mana juga ada, ga perlu ke singkawang, tul ga? Jadi apabila keunikan CGM Singkawang hanyalah acara makan-makan binatang hidupnya saja yang dapat menarik wisatawan, maka mendingan setiap bulan di Singkawang diadakan acara makan binatang hidup saja, biar wisatawan lebih banyak lagi yg datang, kalau menunggu setahun sekali (CGM) kayaknya kelamaan deh..... Lumayan kan kalau setiap bulan ada rombongan wisatawan yang datang, dan Singkawang akan cepat terkenal sampai keseluruh penjuru Dunia atas kehebatannya memakan binatang secara hidup2. Salam Eugenia ________________________________ From: edhylius_sean <[email protected]> To: [email protected] Sent: Wednesday, February 11, 2009 4:40:01 PM Subject: [Singkawang] Re: Makan Binatang Saya setuju dengan adanya larangan makan binatang saat prosesi, namun kita juga harus arif dalam melihat dan memberikan kritikan/opini. Untuk kategori festival tahunan, dan atas dasar prosesi, terlalu naib kalau kita akan memvonis sebagai kekerasan terhadap hewan.Biasanya masyarakat juga maklum dan menerimanya sebagai bagian dari prosesi ketimbang ekspos kekerasan pada binatang. Saya malah membayangkan suatu hari orang2 akan berteriak agar para tatung tidak boleh menggunakan senjata tajam karena membahayakan. Logikanya memang membahayakan kan? Jadi, harus ada pengecualian untuk sesuatu hal, pada sesuatu kondisi, dan pada sesuatu kepentingan. Kalo mau lihat Capgomeh tanpa senjata tajam, tanpa makan binatang, di mana-mana juga ada, ga perlu ke singkawang, tul ga? --- In [email protected], LIU MERY <mery_va...@...> wrote: > > emang bener sih tidak baik buat ditonton para anak-anak. > tapi pertunjukan seperti itu mungkin lebih menarik para penonton > hehehe > Â > --- On Tue, 2/10/09, United.Singkawang <uni...@...> wrote:
