Assalamu 'alaikum Wr Wb. Memang benar Mas kayaknya itu menjadi problema umat kita sejak dulu. Dan sering-sering orang menganggap dirinya yang terbenar. Itu menyebabkan perpecahan umat Islam yang sangat menyakitkan hati kita. Sekedar tambahan dari saya : Sebagai manusia memang pemikiran kita serba terbatas, apalagi kalau tidak dimanage dengan baik. Secara logika memang suatu pendapat dapat dibuktikan kebenarannya, tapi dasar manusia kita baru bisa menilai suatu kebenaran baru dalam batas kondisi tertentu saja. Sering kali kita menemukan dua atau lebih pendapat yang kelihatan bertentangan tetapi jika dinilai dengan batasan logika yang lebih luas justru menjadi sejalan dan saling melengkapi. Memang kompleks. Kita seringkali terkungkung kepada istilah-istilah dan klasifikasi yang menyebabkan suatu konsep yang sama dipersepsikan berbeda dan dipertentangkan. Belum lagi latar belakang masing-masing yang berbeda menambah peliknya suasana. Atau konsep yang berbeda dipersepsikan sama. Jadi sebelum melempar topik diskusi memang kita perlu menyamakan istilah/definisi, klasifikasi dan batasan-batasannya. Tapi kita tidak perlu khawatir. Alloh menciptakan alam semesta dengan sangat sistematis, logis ,seimbang dan sempurna. Dari makrokosmos sampai mikrokosmos semua tunduk kepada ketentuanNya. Saya yakin bahwa kebenaran itu sistematis juga asal kita mengkajinya dengan sistematis. Kalau kita saling membantu dengan saling lapang hati saya yakin Alloh Yang Maha Benar akan membimbing kita, untuk step by step memahami kebenaran dalam batas kondisi yang semakin luas - semakin bermakna dan semakin bermanfaat menuju RidhoNya. Wassalam Tubagus Syamsudin -----Original Message----- From: ipung widjipurwono [SMTP:[EMAIL PROTECTED]] Sent: Thursday, February 25, 1999 9:20 AM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: [Tasawuf] BAGAIMANAKAH mencari kebenaran Saya jadi bertanya-tanya ke diri sendiri: kenapa terjadi perbedaan-perbedaan sedemikian dasyatnya? masing-masing membawakan 'kebenaranya'. Padahal kalau sangat diringkas asalnya kan satu! Dugaan saya, permasalahannya adalah benarkah, 'kebenaran' yang pada saat ini ada pada diri kita? Apa iya 'kebenaran Al-HAQ' itu yang kita sampaikan? Atau yang ada pada kita saat ini hanya merupakan serpihan pijakan dalam rangkaian proses untuk mendapatkan AL-HAQ yang kita semua 'secara selintas' ingin mendapatkannya- tetunya sesuai dengan kadar yang telah ditetapkan-Nya Ringkasnya jangan-jangan 'kebenaran' menurut kita bukanlah KEBENARAN YANG SEBENARNYA tetapi hanyalah sesuatu mungkin obsesi atau bayangan yang tentunya sangat-sangat terpengaruh oleh pikiran, perasaan pengalaman dan kecenderungan yang kita miliki? Masalah yang sangat mendasar bagi saya adalah bagaimana sih cara mendapatkan KEBENARAN YANG SEBENARNYA itu sehingga nantinya akan kita ketahui mana-mana perkara yang memang benar dan mana-mana perkara yang tidak benar! sehingga kita tentunya kita bisa melihat atau menilai bukan dengan kacamata kita tetapi dengan KEBENARAN YANG SEBENARNYA tersebut. kan KEBENARAN itu sudah diturunkan melalui turunya para utusan-Nya. mungkin sekian dulu ---Bambang Edy <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Assalamu'alaikum Wr.Wb. > > Salah satu tujuan dari Dakwah Islamiyah adalah menyampaikan "kebenaran" > dan memberikan analisis/ kajian terhadap materi yang disajikan agar > dapat memberikan referensi positif bagi jamaah, tentunya semua itu > dilakukan untuk mencari ridha Allah SWT semata. Oleh sebab itu adalah > sangat bijak apabila penyajiannya juga mempertimbangkan situasi dan > kondisi, agar tujuannya dapat tercapai tanpa membuat saling silang serta > perbedaan/ pertentangan yang dapat merusak silaturahmi apabila tidak ada > pengendalian diri yang baik. Haruskah kita mencari ridho Allah SWT > dengan membuat sayatan luka di hati pihak lain yang mungkin saja tidak > sependapat dengan si penyaji ?, tidakkah terdapat cara atau jalan yang > lebih bijaksana sehingga aspek kebaikan dapat diupayakan seoptimal > mungkin ? Mohon maaf atas kedangkalan dan keterbatasan wawasan saya, > saya hanya peduli kepada millis kita tercinta ini, agar ukhuwah > islamiyah dapat tetap terus dipupuk dan dipertahankan, terimakasih. > > Wassalamu'alaikum Wr.Wb. > > [EMAIL PROTECTED] wrote: > > > > Ass. Wr. Wb. > > > > Saya sangat salut dengan jalan tengah yang diambil bapak RS. Dengan > > kata-kata yang tidak bertele-tele dan mudah dicerna tetapi sampai ketujuan > > langsung. > > > > Harapan saya semoga dalam milis seterusnya saya mendapatkan kata-kata yang > > mudah dicerna untuk dipahami. > > > > Wass. Wr. Wb. > > > > ---------- > > From: R. Sunarman[SMTP:[EMAIL PROTECTED]] > > Sent: Wednesday, February 24, 1999 10:14 AM > > To: [EMAIL PROTECTED] > > Subject: Re: [Tasawuf] BAGAIMANAKAH MENURUT PENDAPAT ANDA? > > > > Assal�mu'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh. > > > > Saya mencium bau asap. Jangan-jangan ada api yang membakar rumah > > kita ini. Karena saya bertanggung jawab untuk memelihara keselamatan > > rumah ini beserta seluruh penghuninya, maka saya minta agar semua > > pihak menahan diri dan tahu diri. > > > > Sdr. Satria Iman Pribadi saya minta bersabar dan memberi kesempatan > > kepada Bang Nadri untuk mempelajari situasi dan menempatkan diri > > dengan sebaik-baiknya. > > > > Sdr. Nadri Saadudin saya minta untuk introspeksi, mempelajari hukum > > sebab-akibat. Tiada asap tanpa api. Suatu kebenaran yang dibungkus > > dalam kemasan yang mencurigakan memang cenderung untuk mendapat > > tanggapan negatif. Saya beri contoh yang ekstrim: emas yang > > berlumuran tinja itu tetap saja emas, tetapi pertama-tama akan > > menimbulkan kesan menjijikkan. Hanya orang yang sudah mencapai > > level tertentu-lah yang mampu menyingkirkan rasa jijik itu; ia > > memungut emas itu dan mencucinya sampai bersih. Tapi hanya sedikit > > sekali orang yang demikian, bukan? > > > > Karena itu, saya menghimbau agar anda mempelajari materi dan kemasan > > dakwah anda. Penolakan terhadap dakwah anda tampak sudah, meskipun > > di dalamnya terkandung nilai-nilai yang tinggi. Masalahnya hanyalah > > bumbu, cara penyajian, kemasan! Cobalah anda meneliti apa yang salah > > dalam penjajian anda sehingga menimbulkan penolakan di milis ini. > > Anda orang Padang, senang masakan yang pedas. Tetapi kalau anda > > memberikan makanan kesukaan anda itu kepada saya, saya dapat sakit > > perut. Barangkali, kalau bahan yang sama anda masak dengan kadar > > cabai yang lebih kecil, saya akan menikmatinya. Bukankah anda > > bermaksud menjamu orang lain, dan bukan hanya sekedar memuaskan diri > > sendiri? > > > > Saya suka daging rendang, tapi jangan terlalu pedas, dan saya lebih > > suka kalau langsung disajikan setelah dimasak dalam keadaan masih > > panas. > > > > Tiap orang melakukan kesalahan, termasuk saya sendiri. > > > > Wassal�mu'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh. > > RS > > > > Nadri Saadudin wrote: > > > > > Satria: > > > > Saya sarankan tidak perlu meneruskan pambahasan ini, karena > > nanti saudara > > > > nadri mengirim lagi puluhan tulisan berisi bukti wafatnya nabi > > Isa > > > > didaerah > > > > Asia tengah sana, dan lain-lain tulisan propaganda Ahmadiyah > > lainnya. > > > > Padahal ini mungkin bukan hal penting untuk dibahas dalam milis > > ini. > > > > mungkin cukup saudara Nadri propaganda Ahmadiyahnya di ISNET > > (kabarnya > > > > sudah dikeluarkan juga), Apakabar, dll. Nanti disini kita jadi > > terjebak > > > > membahas yang tidak pokok. > > > > > > NS: > > > Kenapa anda takut dan tidak mau membahas masalah ini? Saya > > memahami betapa > > > tidak berdayanya sebagian besar Mainstream Islam membantah > > > argumentasi-argumentasi yang dikemukakan Ahmadiyah untuk > > membuktikan bahwa > > > Nabi Isa memang telah wafat. Mereka ingin lari dari persoalan yang > > mereka > > > hadapi tanpa merasa perlu untuk menyelesaikan dan mendudukan > > masalah yang > > > mereka hadapi itu. > > > > > > Anda menyebutnya tidak masalah pokok? Bagaimana anda akan > > menyampaikan > > > kebenaran Islam dan mengajak mereka kepada Islam (terutama > > orang-orang > > > Kristen....) kalau Nabi anda sendiri (Muhammad SAW...) disatu > > pihak > > > sementara anda juga meyakini nabi mereka (yang juga mereka katakan > > anak > > > Tuhan dan Tuhan sendiri) masih hidup juga hingga sekarang... > > Bagaimana > > > anda akan mengatakan Islam itu agama yang benar , dan Muhammad SAW > > nabi > > > terakhir sementara anda meyakini juga bahwa Nabi Isa ibnu Maryam > > akan > > > turun datang diakhir zaman memberesi ummat Islam sepeninggal Nabi > > Muhammad > > > SAW. Bagaimana anda menjelaskan kepada mereka bahwa Nabi Muhamad > > SAW > > > adalah penutup Nabi-Nabi, sementara Nabi Isa datang juga? Apa yang > > ditutup > > > oleh Nabi Muhammad SAW kok bisa juga Isa itu datang? Apakah tidak > > mungkin > > > Nabi Isa yang sesungguhnya yang penutup bukan Nabi Muhammad SAW? > > Apakah > > > persoalan-persoalan ini tidak anda anggap penting untuk > > dibicarakan? > > > > > > Apa sesungguhnya yang pokok dalam Islam sehingga anda menyebut hal > > ini bukan > > > hal yang pokok sehingga tidak perlu untuk dibicarakan? Anda > > menyebutnya > > > sebagai propaganda Ahmadiyah? Bukankah Rasulullah SAW mengatakan > > kebenaran > > > itu berserak-serak dimana-mana dan kalau Ahmadiyah mengemukakan > > kebenaran, > > > kenapa pula anda enggan untuk memungutnya? Sebenarnya anda tak > > perlu allergi > > > dengan nama Ahmadiyah sebagaimana orang-orang di isnet dan > > rantaunet itu. > > > Hanya orang-orang yang dungu yang tak bisa memisahkan mana yang > > benar dan > > > tidak benar. Dan hanya anjing dan monyet yang tidak mau memungut > > permata > > > dan berlian kendatipun berada dalam lumpur. > > > > > > Satria Iman Pribadi > > > > (Yang sudah bosan membaca propaganda saudara Nadri di Rantau-net > > dan > > > > Apakabar, juga sudah kenal dengan isi propaganda ini sejak SMA > > dahulu di > > > > Padang, yang menjadi salah satu pusat Ahmadiyah penting di > > Indonesia. > > > > Salah > > > > satu "selling point" Ahmadiyah adalah serangan terhadap > > Kristenisasi. Hal > > > > ini bisa dibaca sekarang hampir tiap hari di Apakabar, dimana > > saudara > > > > Nadri > > > > disediakan kolom khusus oleh administratornya) > > > > > > NS: > > > Terima kasih anda telah mengetahui betapa peranan Ahmadiyah untuk > > > menghadapi dan membendung Kristenisasi dan serang-serangannya. > > Cuma > > > sayangnya emosi anda tidak terkendali dikarenakan kebencian anda > > kepada > > > golongan ini, sehingga anda merasa perlu mempublikasikan diri saya > > sebagai > > > orang yang telah diusir dari isnet dan rantaunet. Masalah tidak > > payah > > > kalau anda merasa bosan dan muak, silakan tekan saja tombol delete > > > sehingga anda tak perlu membaca posting saya lagi... > > > > > > --------------------------------------------------------------------- > > Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): > > [EMAIL PROTECTED] > > Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): > > [EMAIL PROTECTED] > > Dokumentasi Milis : > > http://www.mail-archive.com/[email protected] > > Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P) > > > > > > > > --------------------------------------------------------------- > > --------------------------------------------------------------------- > > Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] > > Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] > === message truncated === _________________________________________________________ DO YOU YAHOO!? Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com --------------------------------------------------------------------- Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected] Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
--------------------------------------------------------------------- Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected] Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
