Kalau kita ingin menyamakan persepsi dan definisi bagaimana sebaiknya
yaa.. .
Saya sebagai orang yang sangat tidak mengerti merenungkan, apakah
tidak sebaiknya kita merujuk saja pada induknya yaitu kitab yang telah
diturunkan dan dijadikan petunjuk. Tapi masalahnya akan tetap seperti
itu lagi. Diantara mereka yang berbeda akan mengatakan bahwa uraiannya
dari kitab, itu sudah sangat sering. Kitabnya satu tetapi mengapa
serpihannya jadi banyak sekali?
Mungkin ada sesuatu yang belum diketahui bagaimana sih caranya membaca
kitab?
Yang sangat saya khawatirkan adalah saya akan jatuh ke prasangka saja
termasuk dalam hal beragama, bagaimana dalam membaca kitab, memahami
fenomena yang terjadi.
Khan gawat tuh! kalau tergolongkan ke dalam suatu kaum yang tidak
beragama kecuali hanya mengikuti prasangka belaka.
Sangat mungkin terjadi, sesuatu yang selama ini saya yakini, saya
perjuangkan, saya perdebatkan, bahkan mungkin yang saya konflikkan
berkepanjangan, sampai katakanlah menyakitkan orang lain ternyata itu
hanyalah prasangka saya semata dalam upaya memahami agama.
itulah yang saya renungkan.
ingin kata-kata Nabi Ibrahim as: "Kalau sekiranya Tuhanku tidak
memberi petunjuk kepadaku, niscaya aku termasuk kedalam orang yang
dzalim" betul menyatu dalam kehidupan saya. Tetapi yaah, saat ini
mungkin saya baru bisa 'merampok' kata tersebut dalam ucapan dan
pikiran semata.
Sebetulnya apa sih ya yang sedang terjadi?
---Tubagus Syamsudin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Assalamu 'alaikum Wr Wb.
>
> Memang benar Mas kayaknya itu menjadi problema umat kita sejak dulu.
Dan sering-sering orang menganggap dirinya yang terbenar. Itu
menyebabkan perpecahan umat Islam yang sangat menyakitkan hati kita.
>
> Sekedar tambahan dari saya : Sebagai manusia memang pemikiran kita
serba terbatas, apalagi kalau tidak dimanage dengan baik. Secara
logika memang suatu pendapat dapat dibuktikan kebenarannya, tapi dasar
manusia kita baru bisa menilai suatu kebenaran baru dalam batas
kondisi tertentu saja.
>
> Sering kali kita menemukan dua atau lebih pendapat yang kelihatan
bertentangan tetapi jika dinilai dengan batasan logika yang lebih luas
justru menjadi sejalan dan saling melengkapi. Memang kompleks.
>
> Kita seringkali terkungkung kepada istilah-istilah dan klasifikasi
yang menyebabkan suatu konsep yang sama dipersepsikan berbeda dan
dipertentangkan. Belum lagi latar belakang masing-masing yang berbeda
menambah peliknya suasana. Atau konsep yang berbeda dipersepsikan
sama. Jadi sebelum melempar topik diskusi memang kita perlu menyamakan
istilah/definisi, klasifikasi dan batasan-batasannya.
>
> Tapi kita tidak perlu khawatir. Alloh menciptakan alam semesta
dengan sangat sistematis, logis ,seimbang dan sempurna. Dari
makrokosmos sampai mikrokosmos semua tunduk kepada ketentuanNya. Saya
yakin bahwa kebenaran itu sistematis juga asal kita mengkajinya dengan
sistematis.
>
> Kalau kita saling membantu dengan saling lapang hati saya yakin
Alloh Yang Maha Benar akan membimbing kita, untuk step by step
memahami kebenaran dalam batas kondisi yang semakin luas - semakin
bermakna dan semakin bermanfaat menuju RidhoNya.
>
> Wassalam
>
> Tubagus Syamsudin
>
> -----Original Message-----
> From: ipung widjipurwono [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Thursday, February 25, 1999 9:20 AM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [Tasawuf] BAGAIMANAKAH mencari kebenaran
>
>
> Saya jadi bertanya-tanya ke diri sendiri: kenapa terjadi
> perbedaan-perbedaan sedemikian dasyatnya?
> masing-masing membawakan 'kebenaranya'. Padahal kalau sangat diringkas
> asalnya kan satu!
> Dugaan saya, permasalahannya adalah benarkah, 'kebenaran' yang pada
> saat ini ada pada diri kita?
> Apa iya 'kebenaran Al-HAQ' itu yang kita sampaikan? Atau yang ada pada
> kita saat ini hanya merupakan serpihan pijakan dalam rangkaian proses
> untuk mendapatkan AL-HAQ yang kita semua 'secara selintas' ingin
> mendapatkannya- tetunya sesuai dengan kadar yang telah
ditetapkan-Nya
> Ringkasnya jangan-jangan 'kebenaran' menurut kita bukanlah KEBENARAN
> YANG SEBENARNYA tetapi hanyalah sesuatu mungkin obsesi atau bayangan
> yang tentunya sangat-sangat terpengaruh oleh pikiran, perasaan
> pengalaman dan kecenderungan yang kita miliki?
> Masalah yang sangat mendasar bagi saya adalah bagaimana sih cara
> mendapatkan KEBENARAN YANG SEBENARNYA itu sehingga nantinya akan kita
> ketahui mana-mana perkara yang memang benar dan mana-mana perkara yang
> tidak benar! sehingga kita tentunya kita bisa melihat atau menilai
> bukan dengan kacamata kita tetapi dengan KEBENARAN YANG SEBENARNYA
> tersebut.
> kan KEBENARAN itu sudah diturunkan melalui turunya para utusan-Nya.
> mungkin sekian dulu
>
>
> ---Bambang Edy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Assalamu'alaikum Wr.Wb.
> >
> > Salah satu tujuan dari Dakwah Islamiyah adalah menyampaikan
> "kebenaran"
> > dan memberikan analisis/ kajian terhadap materi yang disajikan agar
> > dapat memberikan referensi positif bagi jamaah, tentunya semua itu
> > dilakukan untuk mencari ridha Allah SWT semata. Oleh sebab itu
> adalah
> > sangat bijak apabila penyajiannya juga mempertimbangkan situasi dan
> > kondisi, agar tujuannya dapat tercapai tanpa membuat saling silang
> serta
> > perbedaan/ pertentangan yang dapat merusak silaturahmi apabila tidak
> ada
> > pengendalian diri yang baik. Haruskah kita mencari ridho Allah SWT
> > dengan membuat sayatan luka di hati pihak lain yang mungkin saja
tidak
> > sependapat dengan si penyaji ?, tidakkah terdapat cara atau jalan
yang
> > lebih bijaksana sehingga aspek kebaikan dapat diupayakan seoptimal
> > mungkin ? Mohon maaf atas kedangkalan dan keterbatasan wawasan
saya,
> > saya hanya peduli kepada millis kita tercinta ini, agar ukhuwah
> > islamiyah dapat tetap terus dipupuk dan dipertahankan, terimakasih.
> >
> > Wassalamu'alaikum Wr.Wb.
> >
> > [EMAIL PROTECTED] wrote:
> > >
> > > Ass. Wr. Wb.
> > >
> > > Saya sangat salut dengan jalan tengah yang diambil bapak RS.
Dengan
> > > kata-kata yang tidak bertele-tele dan mudah dicerna tetapi sampai
> ketujuan
> > > langsung.
> > >
> > > Harapan saya semoga dalam milis seterusnya saya mendapatkan
> kata-kata yang
> > > mudah dicerna untuk dipahami.
> > >
> > > Wass. Wr. Wb.
> > >
> > > ----------
> > > From: R. Sunarman[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> > > Sent: Wednesday, February 24, 1999 10:14 AM
> > > To: [EMAIL PROTECTED]
> > > Subject: Re: [Tasawuf] BAGAIMANAKAH MENURUT PENDAPAT
ANDA?
> > >
> > > Assal�mu'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh.
> > >
> > > Saya mencium bau asap. Jangan-jangan ada api yang membakar
> rumah
> > > kita ini. Karena saya bertanggung jawab untuk memelihara
> keselamatan
> > > rumah ini beserta seluruh penghuninya, maka saya minta
> agar semua
> > > pihak menahan diri dan tahu diri.
> > >
> > > Sdr. Satria Iman Pribadi saya minta bersabar dan memberi
> kesempatan
> > > kepada Bang Nadri untuk mempelajari situasi dan
> menempatkan diri
> > > dengan sebaik-baiknya.
> > >
> > > Sdr. Nadri Saadudin saya minta untuk introspeksi,
> mempelajari hukum
> > > sebab-akibat. Tiada asap tanpa api. Suatu kebenaran yang
> dibungkus
> > > dalam kemasan yang mencurigakan memang cenderung untuk
> mendapat
> > > tanggapan negatif. Saya beri contoh yang ekstrim: emas
yang
> > > berlumuran tinja itu tetap saja emas, tetapi pertama-tama
> akan
> > > menimbulkan kesan menjijikkan. Hanya orang yang sudah
> mencapai
> > > level tertentu-lah yang mampu menyingkirkan rasa jijik
> itu; ia
> > > memungut emas itu dan mencucinya sampai bersih. Tapi hanya
> sedikit
> > > sekali orang yang demikian, bukan?
> > >
> > > Karena itu, saya menghimbau agar anda mempelajari materi
> dan kemasan
> > > dakwah anda. Penolakan terhadap dakwah anda tampak sudah,
> meskipun
> > > di dalamnya terkandung nilai-nilai yang tinggi. Masalahnya
> hanyalah
> > > bumbu, cara penyajian, kemasan! Cobalah anda meneliti apa
> yang salah
> > > dalam penjajian anda sehingga menimbulkan penolakan di
> milis ini.
> > > Anda orang Padang, senang masakan yang pedas. Tetapi kalau
> anda
> > > memberikan makanan kesukaan anda itu kepada saya, saya
> dapat sakit
> > > perut. Barangkali, kalau bahan yang sama anda masak dengan
> kadar
> > > cabai yang lebih kecil, saya akan menikmatinya. Bukankah
> anda
> > > bermaksud menjamu orang lain, dan bukan hanya sekedar
> memuaskan diri
> > > sendiri?
> > >
> > > Saya suka daging rendang, tapi jangan terlalu pedas, dan
> saya lebih
> > > suka kalau langsung disajikan setelah dimasak dalam
> keadaan masih
> > > panas.
> > >
> > > Tiap orang melakukan kesalahan, termasuk saya sendiri.
> > >
> > > Wassal�mu'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh.
> > > RS
> > >
> > > Nadri Saadudin wrote:
> > >
> > > > Satria:
> > > > > Saya sarankan tidak perlu meneruskan pambahasan ini,
> karena
> > > nanti saudara
> > > > > nadri mengirim lagi puluhan tulisan berisi bukti
> wafatnya nabi
> > > Isa
> > > > > didaerah
> > > > > Asia tengah sana, dan lain-lain tulisan propaganda
> Ahmadiyah
> > > lainnya.
> > > > > Padahal ini mungkin bukan hal penting untuk dibahas
> dalam milis
> > > ini.
> > > > > mungkin cukup saudara Nadri propaganda Ahmadiyahnya di
> ISNET
> > > (kabarnya
> > > > > sudah dikeluarkan juga), Apakabar, dll. Nanti disini
> kita jadi
> > > terjebak
> > > > > membahas yang tidak pokok.
> > > >
> > > > NS:
> > > > Kenapa anda takut dan tidak mau membahas masalah ini?
Saya
> > > memahami betapa
> > > > tidak berdayanya sebagian besar Mainstream Islam
membantah
> > > > argumentasi-argumentasi yang dikemukakan Ahmadiyah untuk
> > > membuktikan bahwa
> > > > Nabi Isa memang telah wafat. Mereka ingin lari dari
> persoalan yang
> > > mereka
> > > > hadapi tanpa merasa perlu untuk menyelesaikan dan
> mendudukan
> > > masalah yang
> > > > mereka hadapi itu.
> > > >
>
=== message truncated ===>
> ---------------------------------------------------------------------
> Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong):
[EMAIL PROTECTED]
> Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
> Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
>
>
>
>
_________________________________________________________
DO YOU YAHOO!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)