Assal�mu 'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh. 

Menurut kaidah tasawuf, kebenaran yang haq adalah kebenaran yang mutlak, dan ini 
merupakan salah satu hasil apabila kita mendekatkan diri kepada Allah.  Ini bukanlah 
kebenaran yang kita peroleh dari membaca, mendengar, meraba, mencium dan penggunaan 
panca indera yang lain; bukan pula merupakan hasil olah pikir. Kebenaran yang haq akan 
diperoleh dari kalbu kita masing-masing setelah kita berhasil membersihkan diri dari 
kotoran-kotoran jiwa.

Ini bukan berarti bahwa kebenaran yang kita peroleh melalui panca indera itu selalu 
bias, tetapi semata-mata belum tentu yang haq. Al Qur'an merupakan kebenaran yang 
mutlak, namun penafsirannya bermacam-macam bahkan kadang-kadang saling bertentangan.  
Penafsiran ini merupakan kebenaran relatif, kebenaran yang bersyarat, kebenaran yang 
diperoleh dari sudut pandang tertentu. Untuk memperoleh kebenaran yang haq dari Al 
Qur'an, kita perlu menggunakan indera yang lain, yaitu mata hati dari orang mukmin 
(orang yang telah disucikan jiwanya).

Wassal�mu 'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh.
RS


-----Original Message-----
From:   ipung widjipurwono 
Sent:   Thursday, February 25, 1999 9:20 AM
To:     [EMAIL PROTECTED]
Subject:        Re: [Tasawuf] BAGAIMANAKAH mencari kebenaran


Saya jadi bertanya-tanya ke diri sendiri: kenapa terjadi
perbedaan-perbedaan sedemikian dasyatnya?
masing-masing membawakan 'kebenaranya'. Padahal kalau sangat diringkas
asalnya kan satu!
Dugaan saya, permasalahannya adalah benarkah, 'kebenaran' yang pada
saat ini ada pada diri kita? 
Apa iya 'kebenaran Al-HAQ' itu yang kita sampaikan? Atau yang ada pada
kita saat ini hanya merupakan serpihan pijakan dalam rangkaian proses
untuk mendapatkan AL-HAQ yang kita semua 'secara selintas' ingin
mendapatkannya- tetunya sesuai dengan kadar yang telah ditetapkan-Nya  
Ringkasnya jangan-jangan 'kebenaran' menurut kita bukanlah KEBENARAN
YANG SEBENARNYA tetapi hanyalah sesuatu mungkin obsesi atau bayangan
yang tentunya sangat-sangat terpengaruh oleh pikiran, perasaan
pengalaman dan kecenderungan yang kita miliki?
Masalah yang sangat mendasar bagi saya adalah bagaimana sih cara
mendapatkan KEBENARAN YANG SEBENARNYA itu sehingga nantinya akan kita
ketahui mana-mana perkara yang memang benar dan mana-mana perkara yang
tidak benar! sehingga kita tentunya kita bisa melihat atau menilai
bukan dengan kacamata kita tetapi dengan KEBENARAN YANG SEBENARNYA
tersebut.
kan KEBENARAN itu sudah diturunkan melalui turunya para utusan-Nya. 
mungkin sekian dulu


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)



Kirim email ke