Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Yth. Pak Imam Suhadi, 

Mohon klarifikasi, dalam kebingungan saya menyimak materi bahasan
tentang "kebenaran", dimana Allah SWT telah menurunkan kebenaran kepada
kita semua berupa "al-qur'an" (yang benar/adhim).  Juga adanya perbedaan
persepsi tentang "kebenaran", yaitu dengan ditandai adanya penafsiran
yang berbeda-beda tentang isi kandungan "al-qur'an", maka diperlukan
analisis dan penjelasan dari rekan-rekan yang lebih senior berkaitan
dengan masalah dimaksud.

Seperti halnya dikatakan bahwa "al-haq" akan didapati oleh mereka yang
telah mencapai level tertentu (bertemu diri), artinya bahwa mereka-
mereka yang telah "bertemu diri" tersebut pada hakekatnya semuanya 
telah menjumpai "kebenaran" (yang sama) dari Allah SWT.

Apakah mungkin mereka-mereka itu mempunyai cara yang berbeda didalam
mengekspresikan "kebenaran" yang didapatinya, sehingga kita melihat
adanya perbedaan diantara para "sufi" didalam mengungkapkan "al-haq".
Konon kisah tentang Syeh Siti Jenar misalnya, khabarnya beliau juga
telah mengungkapkan "al-haq" walaupun barangkali cara pengungkapannya
yang agak berbeda dengan para "sufi" lainnya, hal inipun dulu katanya 
juga telah menjadi perdebatan sengit diantara para wali.

Bisa saja "kebenaran" yang didapati dari Allah SWT adalah sama, hanya
berbeda dalam pengungkapannya, ataukah mungkin kita-kita yang belum
mampu mencerna secara sempurna segala ungkapan "kebenaran" tersebut ?
sehingga terjadi bias dalam penafsiran kita ? mohon rekan-rekan yang
lebih senior dapat membantu memberikan analisis yang gamblang !
maklumlah saya masih berada jauuhhh pada level paling dasar, sehingga
"kebingungan" dalam menyimpulkan hal tersebut.

Dan dengan segala kerendahan hati disertai permohonan maaf atas
kesalahan penafsiran saya tersebut, maka sudilah rekan-rekan menunjuki
saya dengan analisis yang sederhana dan mudah dicerna, terimakasih.
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

Imam Suhadi wrote:
> 
> Assalaamu 'alaikum wr. wb.
> 
> |Seakan-akan pak Sunarman berharap bahwa bila menggunakan Hati orang yang
> |telah disucikan maka penafsiran AlQuran itu akan cuman tinggal satu.
> |Saya meragukan hal tersebut.
> |
> |Bukankah justru dikatakan oleh pak Imam Suhadi bahwa imam-imam mazhab
> |tsb semuanya adalah orang yang bertemu diri, demikian juga Mirza Ghulam
> |Ahmad, Imam Khomeini dll. Dan mereka semua kenyataanya memberikan
> |penafsiran yang berbeda satu sama lain terhadap AlQuran dan Hadist. Saya
> |kira berarti memang kebenaran hakiki itu jalan Highway, tidak cuman
> |jalan sempit 1 jalur kok.
> |
> |Bahkan menurut saya, Ibnu Katsir, Thabatabai dll yang membuat tafsir
> |AlQuran semuanya adalah orang yang sudah bertemu diri. Dan mereka
> |menafsirkan AlQuran sesuai petunjuk Jiwa Muthmainnah. Jika kenyataannya
> |penafsiran ayat tsb berbeda satu sama lain maka memang begitulah Allah
> |menunjukkan.
> |
> |Jadi meski dengan Jiwa Muthmainnahpun jangan pernah berharap adanya
> |penafsiran tunggal terhadap AlQuran. Mustahil !!
> 
> Bismillahirrahmaanirrahiim
> 
> Kebenaran itu adalah dari Rabb-mu, sebab itu jangan sekali-kali kamu
> termasuk orang-orang yang ragu. (QS. 2:147)
> 
> Apakah penafsiran tentang Al Qur'an (dalam pandangan kita) sekarang terhadap
> penafsiran ulama-ulama besar dahulu bertentangan atau tidak, saya mencoba
> mendeskripsikan begini.
> 
> Ada sebuah rumus fisika yang berformula seperti ini:
> F = m.a dan F = m.g
> 
> Bagi anak SMP atau SMA, kadang perlu menghapalkan keduanya. Namun bagi
> mahasiswa, mereka tidak perlu menghapal keduanya. Karena ia tahu, kapan
> harus menggunakan rumus F =m.a dan kapan harus menggunakan F = m.g, karena
> ia mengetahui esensi a dan g tersebut.
> 
> Begitu juga kita memandang perbedaan penafsiran tersebut.
> 
> Bagi kita anak SD yang memandang pelajaran tersebut, boro-boro mengerti F
> itu apa, m itu apa, a dan g itu apa. Kali-kalian saja harus diperlancar....
> 
> Nah bagi kita yang SMP mungkin akan saling ngotot-ngototan bahwa kedua rumus
> tersebut berbeda.
> Tetapi mahasiswa berkata itu sama saja, tinggal kita harus perhatikan
> bagaimana PENEMPATANNYA.
> 
> catatan:
> Penempatan dalam anlogi diatas, menyangkut kapan waktunya, bagaimana kondisi
> waktu saat itu, dimana tempatnya, dan mungkin ada variabel lain.
> 
> Wassalamu'alaikum
> 
> ---------------------------------------------------------------------
> Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
> Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke