Bismillahirrahmaanirrahiiim
Kebenaran yang mutlak adalah kebenaran yang datang dari Allah.
Kebenaran itu adalah dari Rabb-mu, QS. 2:147)
Untuk dapat menerima kebenaran dari Allah, dapat terjadi kepada siapapun
secara langsung melalui hati.
Syaratnya hanya 1 yaitu IMAN. Cermati ayat-ayat dibawah ini:
====== AYAT-AYAT PETUNJUK - IMAN ======
QS. Al Baqarah (2) : 120
Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)".
QS. Yunus (10) : 108
� barangsiapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya (petunjuk itu) untuk
kebaikan dirinya sendiri.
QS. Al Israa (17) : 15
Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan petunjuk (Allah), maka sesungguhnya
dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri �
QS. Al Israa (17) : 97
Dan barangsiapa yang ditunjuki Allah, dialah yang mendapat petunjuk �
QS. Al A�raaf (7) : 178
Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat
petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang
yang merugi.
QS. Maryam (19) : 76
Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk.
QS. Al Baqarah (2) : 5
Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Rabb-nya,dan merekalah
orang-orang yang beruntung.
QS. Al Baqarah (2) : 38
� maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada
kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
QS. Thaahaa (20) : 123
Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang
mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan seat dan ia tidak akan celaka.
=====================
Dengan syarat Iman ini pula Al Qur'an menjadi terang pula dihati. Al Qur'an
tidak lagi diartikan atau ditafsirkan dengan asumsi, obsesi, perkiraan,
pendekatan sosiologi manusia, dsb. Tetapi Al Qur'an diartikan sesuai dengan
maksud dari Yang Berkata-Kata yaitu Allah (sesuai dengan sosiologi Allah).
Disinilah salah satu yang diaktakan "Al Haq min rabbika" Al Haq itu dari
tuhanmu, Bukan Al Haq itu dari perkiraanmu. Al Haq itu bukan dari
persepsimu, bukan juga yang lainnya.
======= AYAT-AYAT AL QUR'AN - IMAN =========
QS. Al Baqarah (2) : 97
� maka Jibril itu telah menurunkan (al-Qur'an) ke dalam hatimu dengan seizin
Allah; membenarkan apa yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita
gembira bagi orang-orang yang beriman. [Referensi QS 26 : 92-94]
QS. Ali Imraan (3) : 138
(al-Qur'an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta
pelajaran bagi orang-orang yang bertaqwa. [Referensi QS 2:2]
QS. Al Maidah (5) : 16
Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya
ke jalan keselamatan, dan (dengankitab itu pula) Allah mengeluarkan
orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan
seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.
QS. Fushilat (41) : 44
al-Qur'an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman
[Referensi QS 31:2-5 ; 7:203]
QS. Al Anfaal (8) : 2
Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang � apabila
dibacakan kepada mereka Ayat-ayat-Nya, bertambahalah iman mereka (karenanya)
dan kepada Rabblah mereka bertawakkal [Referensi QS 39:23 ; 17 : 107]
======================
Lalu timbul pertanyaan, kalau dari Allah kok beda-beda?
Seperti saya deskripsikan dalam rumusan fisika sebelum ini, demikian juga
urusan penafsiran (arti yang dimaksud oleh Allah).
Variabelnya sangat banyak sekali. Kita coba bahas menurut variabel yang
dapat saya bahas. Yang lainnya mungkin dapat menambahkan.
Variabel 1. WALAYAH
Seorang yang bertemu diri, bukan berarti boleh menjelaskan segala
permasalahan keumum. Walaupun beliau-beliau tahu segala permasalahan yang
Allah beritahukan kepada-Nya, ketika ia mengajarkan atau menulis atau
mengungkap suatu hal, sangat bergantung sekali dengan Walayahnya.
Lihat Imam Al Ghazali dalam membahas Ilmu Siir. Berbeda dengan bahasan Abdul
Qadir Jailani.
Abdul Qadir Jailani dalam kajiaannya mempunyai level yang tinggi
dibandingkan Imam Al Ghazaly.
Tetapi apakah ini berarti Imam Al Ghazaly tidak mengetahui permasalahan yang
dibahas Abdul Qadir Jailani?
Tidak!
Karena baik Imam Al Ghazaly maupun Abdul Qadir Jailani terikat akan batasan
(walayah) dimana ia harus berkarya (dharma).
Kalau kita yang awam melihat bahasan beliau-beliau, bisa-bisa berkesimpulan,
kok berbeda... kok bertentangan.
Variabel 2. WAKTU DAN TEMPAT
Waktu itu selalu berubah. Berubah pula permasalahannya. Kalau berbeda
permasalahan jawabannya pun berbeda.
Demikian juga tempat. Karena berbeda tempat berarti berbeda masyarakat,
berbeda geografis, sehingga juga berbeda permasalahannya. Tentu jawabannya
pun berbeda.
Apakah dengan ini berarti jawaban sebelum dan sesuahnya atau tempat yang
satu dengan yang lain berbeda dan bertentangan?
Belum tentu!
Kita harus lihat waktu dan tempat kenapa ada penjelasan seperti itu.
Variabel 3. THAGUT
Thaghut bukan berarti syaitan. Karena kalau syaithan dalam Al Qur'an
dibahasan Syaitan. Thagut adalah sebuah jalan atau metoda atau pendekatan
yang dianggap orang pada saat itu adalah alat untuk menggapai kebenaran.
Thaghut setiap masa berbeda-beda.
Ada masanya filsafat itu menjadi thaghut, ada masanya tasawuf itu menjadi
thaghut, ada masanya fiqih itu menjadi thaghut, ada masanya ilmu kanuragan
menjadi thaghut, ada masanya teknologi menjadi thaghut, dsb.
Al Qur'an atau orang-orang yang dibimbing Allah pada suatu massa berfungsi
pula untuk menghancurkan thaghut saat itu.
Sehingga penjelasan Allah untuk suatu masa berbeda pula bergantung thaghut
yang akan dihancurkan pada saat itu.
Variabel 4. RAHASIA ALLAH
Allah mempunyai skenario panjang, dimana skenario tersebut menjadi rahasia
pada sebuah masa.
Yang pada sebuah masa diungkap sebuah rahasia.
Dimasa lain diungkap rahasia lainnya.
dst.
Akhirnya penjelasan Al Qur'an makin lama semakin lengkap dan jelas, yang
pada akhirnya pada hari kiamat nanti, sudah sangat jelas, karena rahasianya
telah dibuka semuanya.
Mungkin ada variabel-variabel lain, yang saya tidak punya pengetahuan
tentang itu. Semoag rekan-rekan dapat menambahkannya.
Nah kalau kita mengetahui hal ini...
Apa yang akan kita simpulkan tentang AL Haq dari Allah tersebut?
Apa yang kita simpulkan melihat perbedaan dari orang-orang yang dikatakan
bertemu diri...
Catatan : Untuk mengetahui orang bertemu diri sebaiknya dikonfirmasikan
dengan orang yang bertemu diri juga. Tidak dapat kita hanya menduga-duga.
Wallahu'alam
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)