On Sun, Oct 23, 2005 at 01:23:10AM -0700, Patriawan, Carlos wrote: > Anyway sebenarnya kalo mau dijawab langsung: "YA" dengan hurup besar > dan i am not kidding....tapi walau bagaimanapun nantikan om Adi bisa > cari argumentasi 101 lainnya,jadi sebaiknya pertanyaan anda ditanyakan > ke orang India atau China-nya langsung :) Ayo ayo,ngaku kalau ada yg > Indian atau mainland Chineese disini.
duh .. tobat :-) kalau semua developer di silicon valley diisi sama orang Indonesia, kondisi lain sama, *jelas* indonesia akan tetap terpuruk. kalau kita ngomong soal india, misalnya, bisa jadi semua di silicon valley diisi sama orang india, dan kalau aktivitas niaga di negaranya tetap, ya pasti tetap 'he-koma-lehe' muterin tiang sambil nyanyi. tingkat kesehatan masyarakat itu satu indikator, kualitas pendidikan itu indikator berikutnya. dua-duanya hanyalah secuil bagian dari siklus yang besar. coba deh diikutin dulu 'siklus' yang ini, baru kita ngomong soal indonesisasi IT dunia. kita tidak sedang ngomong puluhan ribu orang indonesia yang berjaya sampai dikontrak oleh perusahaan IT dari planit mars. tapi kita bicara soal puluhan/ratusan juta orang yang terancam busung lapar. kita tidak sedang ngomong soal avian influenza yang sempat bikin bule-bule itu gemeteran sampai nyerocos nggak karuan takut ketularan, tapi kita ngomong soal kematian ibu dan anak di Indonesia yang masih, bahasa latinnya, ting-tlecek, yang (masih) merupakan problem *real* di negara kita. buset dah kalau orang sudah bingung sakit mau berobat kemana, mau pilih mati saja juga masih bingung mau dikubur di mana, mau sekolah muahaaaallll. masih disuruh bersaing :-) cina bisa sukses bukan karena intel/ibm, tapi karena mereka lebih gampang ngeplaki germo-germo penjual bangsanya sendiri, ukm diurusin, niaga diatur dengan peraturan yang amat-sangat strict. kayaknya PR kita sama ... plus pemberdayaan sektor pertanian. gak ngerti deh soal pertanian di cina. > Btw,nyalahin Puskesmas juga **gak jamanya** lagi sekarang, kayaknya ini salah tulis. puskesmas itu soko guru sistem kesehatan di negara mana pun. > ini cuplikan dari blogsnya Pak Budi GBT yg bisa dijadikan rujukan: > "Masih tentang kurang responsifnya mahasiswa".Initestimonail saya: > kalu masalah infrastruktur dan ketersediaan fasilitas sich Indonesia > masih jauh lebih unggul dari India. jangan di tebak. diukur saja. SIK kita masih berantakan, belum lagi unit analisis yang tidak match antar departemen. di sini gunanya PT sebenarnya, bisa melakukan riset berkesinambungan. tapi mana, sudah bbrp generasi lho :-) kenyataannya paling pinter menelorkan orang berdasi. BTW, saya bicara soal *institusi* bukan seorang Budi Rahardjo yang kebingunan saat masuk kelas muridnya 'nggong semua. Saya baca tulisan itu, pertama kali yang ada di benak saya: lah kok bisa? lah kok bisa manusia-manusia 'nggong itu duduk di situ? BTW, masih sistem belajar kasih petuah masih populer ya. dan, maksudnya 'bukan jamannnya lagi' itu gimana? wong ini masalah real yang kita hadapi. apa maksudnya gini: bukan jamannya mikirin yang gituan, biarin aja orang-orang tidak berguna itu tewas dengan sukses? yang penting seluruh dunia kenal indonesia si raja IT? gak kan? yuk bikin milis baru. groups.or.id masih nganggur tuh .. he..he.. wis ah .. over and out :-) Salam, P.Y. Adi Prasaja
