kebetulan riset saya bersinggungan dengan inovasi dan manajemen
inovasi, jadi saya cukup banyak tahu hal ini
meskipun belum ahli. jadi apa yg saya sampaikan adalah campuran antara
pendapat pribadi dan hasil studi.
Wah makin tambah donk ahli2 dari indo, semoga bisa membuat sumbangsih untuk Indonesia saat ini memang sangat di perlukan orang-2 yang ahli dan mumpuni
meskipun saya salut pada cina, tapi saya belum optimis karena sistem
mereka yg masih otoriter. (habibie pernah cerita bahwa seorang diplomat
cina mengatakan bahwa secara nasional cina masih sama dengan indonesia,
hanya di daerah2 tertentu saja cina sudah menjadi negara maju).
begitupula india: pekerja kasar diupah kecil dan memakai lilin utk
penerangan ketika menggali untuk menanam kabel fiber optic (sungguh
ironis).
saya fikir wajar saja, karena cina menganut faham sosialis, dimana rakyat harus tunduk dengan pemerintah karena jelas-jelas berbeda system dengan kapitalis, buruh tidak punya kesempatan untuk meminta berapa upahnya, semua sudah di tentukan oleh pemerintah. jadi ngga bisa memang di compare dengan Amerika atau mungkin dengan indonesia, kalau di Indo kiat negara yang sedang belajar demokrasi, jadi bisa demontrasi kalau ngga sesuai, di cina demo yaa sama aja bunuh diri. dan kalau belum merata yaa lumrah karena cina gede banget, penduduknya juga banyak banget bukan hal yang mudah membuat cina modern karena disana ngga ada bandung bondowoso heehe
jadi meskipun potensi majunya besar, india dan cina masih
perlu bekerja keras untuk menjaga stabilitas dalam pertumbungan ekonomi
ini.
Cina belajar banyak dari kegagalan Indonesia yang di bujuk rayu IMF, dan sampai saat ini India dan cina ngga mau berkongsi dengan IMF atau WTO aja mereka terang-terangan menolak usulan negara-2 barat. saya fikir ini satu langkah mereka menjaga stabilitas makro ekonomi mereka.
karena jika mereka gagal, (karena begitu besarnya ekonomi mereka)
yang menanggung akibatnya bukan hanya mereka sendiri, tapi seluruh
dunia termasuk indonesia yang bisa masuk krisis ekonomi lagi.
hmmm mungkin ngga separah itu,karena nilai investasi yang masuk di cina sangat luar biasa besarnya dan sekali masuk sulit keluarnya, ambil contoh Boeing aja bikin pabrik di cina, masih ingat kasus chinox yang mau beli perusahan minyak amerika, kalau ngga cukup punya banyak cadagan devisa mana berani mereka spt itu. dan cadangan devisa mereka bukan spt cadangan devisa indonesia yang didapat dari pinjaman luar negri, tapi di cina ad pure investasi.
jadi
jelas saya tidak ingin india dan cina gagal, karena itu kita perlu
lebih hati2 dalam menilai keadaan; tidak terlalu cepat mengambil
kesimpulan sesuatu itu baik atau buruk.
Saya sih pengenya Cina dan India berhasil jadi Dunia ini lebih berwarna ngga di dominasi oleh satu superpower, jadi terlalu mudah nebaknya
->roby
adjie
