m.c. ptrwn wrote:
>
> ini salah satu statemen terbaik di teknologia !
>
> salah satu beda mendasar antara orang indonesia dan india ya ini.
> Mereka walaupun pintar dan bener2 inovatif tapi tidak pernah mempunyai
> attitude "harus di negara gue" , "harus orang kita semua" (nasionalis
> semu) , artinya mereka mempunyai sifat lebih kooperatif dan toleran
> dengan bangsa/suka/negara lain dalam membangun negaranya.
>
> bukan seperti sebagian org indonesia yang dikit2 "kita buat sendiri" ,
> "emang orang indonesia gak bisa ?" padahal sebenarnya kita/mereka/dia
> belum ada "pupu-pupu"nya (bahasa halus contekan dari om arie).

Berhubung lagi baca (yg gak selesai-selesai juga :) ) , The Nudist on
The Late Shift, saya jadi keiinget bagian ini. Di bab entrepreneur,
diceritakan sosok Sabeer Bhatia. Kala itu Sabeer Bhatia baru berusia 19
tahun. Uang di kantongnya hanya $250. Bhatia, pergi kuliah di Caltech
dengan beasiswa.

Sembilan tahun kemudian, Microsoft membeli Hotmail seharga (kurang
lebih) $400 juta. Berarti ketika dibeli Microsoft umurnya Bhatia, baru
28.

Saya jadi mikir. Apakah kalau Bhatia tidak pergi meninggalkan India,
akankah dia menemukan layanan webmail Hotmail? 

> -mcp

Zaki Akhmad

Kirim email ke