adi wrote:
> On Fri, Apr 21, 2006 at 05:26:02PM -0000, m.c. ptrwn wrote:
> > iya ini peninggalan budaya feodalnya PH. Tapi yang curigaan itu
> > sebenarnya sedikit,gak banyak.
>
> curiga maksudnya selain melihat orang lain sebagai tidak bisa dipercaya
> (maling, ngibul) juga tidak percaya pada kemampuannya. misalnya keyakinan
> keblinger bahwa walaupun dengan standar yang sama, seorang BSc bisa
> dianggap lebih qualified (digaji lebih besar) dibanding PhD. tapi
> kata 'curiga' itu multidimensi, jadi, saya nyerah kalau itu diartikan
> di luar saya ingin mengartikannya. kasus seperti yang di alami Pak Budi
> itu sedikit (artinya yang curigaan sedikit, anda betul), tapi itu 100%
> dari kasus yang pernah ada. piye :-)

Sebenarnya kasus seperti ini justru muncul di negara negara non-Barat.

Di Middle East, jangakan Bsc vs Phd,etc , selama kandidatnya punya
"pasport" dari US,UK,AU mereka bisa dapatkan salary 30-50% langsung
dibanding engineer2 dari India, Bangaladesh,Pakistan,etc.

Yang menarik, kasus seperti ini tidak terjadi di AS.





> itu yang saya lihat _dulu_ (bbrp thn yang lalu). jaman selalu berkembang.
> kalau sekarang sudah menjadi lebih baik, ya sukurlah kalau gitu. saya kurang
> tahu yang sekarang. dulu selain harga konsultan asing juga lebih besar
> (30 jt vs 1,5 - 3 jt), potongan konsultan kandang juga lebih besar. dan itu
> _diatur_ lho. itu kan contoh kecil, lah kalau untuk urusan-urusan yang
> lebih besar dan bisa mempengaruhi aspek yang lebih besar lagi gimana tuh.
>
> pada dasarnya (sorry) prinsip kapitalisme berlaku, yang penting itu 'brand',
> bukan kualifikasi atau standard. meskipun ecek-ecek, kalau menggunakan bendera
> vendor terkemuka, _otomatis_ dianggap baik. walaupun bagus, tapi modal dengkul
> indonesia, langsung dibuang ke tempat sampah. itu yang ada di sini.
>

Btw, dibahas dari bidang IT saja ya (bukan pertambangan).

Saya pikir jaman pelan pelan berubah. Sekarang ini sudah mendingan.
Ada beberapa initiatip yang bisa dilakukan untuk melawan hal tersebut :

1. Menggunakan Sertifikasi Internasional
ini untuk sisi individu, misalnya redhat dengan Redhat certification,
networking dengan cisco certification , sun dengan sun certification.
Orang management dengan PMP,etc.

saya justru banyak punya temen yg bergaji dollar dan tinggal di
Indonesia karena punya sertifikasi expert dari persh seperti cisco dan
redhat.

2. orang kita lebih banyak bersaing di level internasional.
efeknya ini jangka panjang , seperti kata Pak BSR, kalau banyak
pesepakbola Indonesia main di AC Milan, bakal menaikan daya saing lokal
juga..

3. Persh lokal Indonesia yg partnership atau subsidiary R&D dengan
persh luar negeri
bikin wipro indonesia, infosys indonesia , etc ....ya ini bhtv lagi :))
he he he

Btw, sekarang ini juga saya lihat sebagian persh Indonesia yang meminta
consultancy dan IT services dari consulting firm kelas kakap di LN
(singapore,etc) seperti HP atau yang lain, pihak HPnya justru mengirim
orang Indonesia yang bekerja di HP sebagai project lead, jadi baguslah
orang Indonesia lagi yang mengerjakan (bukan bule,india,china,etc).

Carlos

Kirim email ke