Kompas. Nusantara. Selasa, 12 Agustus 2003
Upacara "Seren Taun" di Kampung Adat Ciptagelar
Berlangsung Meriah
Sukabumi, Kompas - Upacara adat seren taun di Kampung
Adat Kasepuhan Banten Kidul, Desa Ciptagelar,
Kecamatan Cisolok, sekitar 110 kilometer ke arah
selatan dari Kota Sukabumi, berlangsung meriah, Minggu
(10/8). Dalam rangkaian acara seren taun itu, digelar
beragam pertunjukan kesenian tradisional yang
berpuncak pada pelaksanaan upacara adat.
Sejak sehari sebelum acara, Sabtu (9/8), ribuan warga
dari berbagai daerah membanjiri Kampung Adat
Ciptagelar tersebut. Untuk sampai ke lokasi itu, para
pengunjung harus menempuh jalan dengan medan curam dan
berbatu sepanjang 14 kilometer dari Desa Sirnaresmi.
Selain mengendarai sepeda motor dan mobil, sebagian
pengunjung datang ke daerah yang berada di ketinggian
1.200 kilometer dari permukaan laut itu dengan
berjalan kaki.
Dalam rangkaian acara seren taun itu, kaum pria
kampung adat itu terlihat mengenakan pakaian serba
hitam dilengkapi penutup kepala hitam, yang merupakan
pakaian adat kasepuhan tersebut. Kaum perempuan adat
di daerah itu mengenakan pakaian kebaya dipadu dengan
kain panjang.
Beragam pertunjukan kesenian tradisional dipentaskan
di lapangan sejak Sabtu sore hingga Minggu dini hari.
Beberapa seniman angklung dog-dog lojor berkeliling
dari rumah ke rumah sambil memainkan kesenian itu.
Selain itu, di sejumlah panggung pertunjukan digelar
beragam kesenian tradisional semalam suntuk, mulai
dari calung, seni jipeng, jaipong, hingga pertunjukan
wayang golek.
Puncaknya, pada Minggu pagi hingga tengah hari, warga
Kampung Adat Kasepuhan Banten Kidul dengan ketua adat
Abah Anom melaksanakan serangkaian prosesi upacara
adat seren taun, yaitu memasukkan padi ke dalam
lumbung pusaka "Si Jimat" diikuti kesenian dog-dog
lojor, debus, dan rengkong serta jipeng. Pesta panen
yang diselenggarakan setiap tahun sebagai tanda syukur
atas keberhasilan panen mereka.
Sekitar pukul 10.15, ratusan warga kampung adat itu
menggelar pawai sepanjang dua kilometer dari pintu
masuk kawasan kampung adat menuju lokasi upacara adat
seren taun. Pada barisan depan pawai itu, puluhan pria
berpakaian serba hitam memikul padi di atas sebilah
bambu dengan panjang 2,5-3 meter sambil membunyikan
suara yang keluar dari bambu yang disebut rengkong
tersebut.
Sejumlah seniman tradisional ikut dalam iring-iringan
itu, di antaranya seni debus, dog-dog lojor. Dalam
pawai itu, juga terdapat 150 sesepuh adat yang ikut
dalam barisan sesepuh, mereka merupakan perwakilan
Abah Anom di kampung mereka.
Setelah mengadakan gelaran di lapangan kampung adat
itu, pawai tersebut berakhir di depan lumbung padi "Si
Jimat". Selanjutnya, dilaksanakan prosesi upacara
memasukkan padi yang dipikul para peserta pawai itu ke
dalam lumbung "Si Jimat". Sebelumnya, sesepuh adat
melaksanakan doa bersama di depan lumbung "Si Jimat",
serta tembang puji-pujian untuk Dewi Sri Pohaci,
kemudian disusul masuknya Abah Anom dan beberapa tokoh
adat, berdoa dalam lumbung "Si Jimat".
Seusai prosesi upacara tersebut, Abah Anom memberikan
laporan pertanggungjawaban dalam bahasa Sunda kepada
para sesepuh adat disaksikan ribuan warga Kasepuhan
Adat Banten Kidul di atas podium adat. (OKI/EVY)
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - 50x more storage than other providers!
http://promotions.yahoo.com/new_mail
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/0EHolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/