"bunuhlah KAFIR diaman pun dia berada." Jelas... ayo ingat ingat...
GP 2008/10/20 Lusy Anita <[EMAIL PROTECTED]> > Tidak ada perintah membunuh kafir. Yang ada adalah perintah untuk > mempertahankan yang haq dari serangan kafir. Kalau tidak ada perintah untuk > mempertahankan yang haq maka Muslim sudah habis dibantai sejak zaman > Rasulullah bahkan Rasulullahpun hampir terbunuh oleh orang kafir ketika > rumah Rasulullah dikepung oleh kaum Quraisy yang akhirnya membawa Rasulullah > untuk berhijrah ke Yatsrib. > > Saya yakin gabby seorang Kristen yang baik dan mungkin pernah membaca > tarikh Islam. Jika pernah membacanya maka sampaikanlah dengan benar bukan > kebohongan dan patuhilah ajaran Yesus untuk tidak berbohong tapi kalau tidak > pernah membacanya maka janganlah menuliskannya karena saya yakin Yesus tidak > pernah mengajarkan untuk memfitnah. > > > --- On *Sat, 10/18/08, gkrantau <[EMAIL PROTECTED]>* wrote: > > From: gkrantau <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: [zamanku] Re: Hal membunuh kafir > To: [email protected] > Date: Saturday, October 18, 2008, 11:28 PM > > SEKEDAR KOMENTAR, bgmn Auloh yg katanya maha adil, maha pengampun > mengajarkan kpd umat yg terbaik untuki membunuh kafiun. Sedang kaum kafirun > tidak bisa melawan apalagi membunuh Muslim.. > > Ini bukti nyata bhw ajaran mulia 'Tidak ada paksaan dlm Islam', 'Agamu-mu > bagi kamu dan agama-ku bagiku' serta klaims bhw 'Islam adalah agama cinta > damai' itu sekedar tipu daya yg dipake untuk menutupi kebengisan ajaran > Islam. > > *Gabriela Rantau* > > --- In [EMAIL PROTECTED] .com, Crea†ure First <creature1st@ ...> wrote: > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > inilah ajaran damai... > > > > ============ ========= === > > > > > > > > KAJIAN > > > > > > > > > > Judul > > : Hukum Qishash Terhadap Kafir Dzimmi > > > > Kategori > > : Sosial Politik > > > > Nama Pengirim > > : Ginus Partadiredja > > > > Tanggal Kirim > > : 2004-03-29 03:51:03 > > > > Tanggal Dijawab > > : 2004-03-29 15:07:05 > > > > > > > > > > > > Pertanyaan > > Assalamu'alaikum wr wb, > > > > Ustadz, ada dua pertanyaan yang muncul di pengajian kami, terkait dengan > hukum > > qishash di tafsir Ibnu Katsir QS 5:45 (yang tentunya terkait dengan QS > 2:178): > > > > 1. Disebutkan dalam HR Bukhari dan Muslim, bhw Rasulullah SAW > bersabda,"Laa yuqtalu > > muslimun bi kaafiir. Artinya bahwa seorang muslim tak dapat dihukum bunuh > krn > > membunuh orang kafir. dan ini disepakati jumhur ulama. Benarkah demikian? > > > Bagaimana jika orang kafir dzimmi tsb tidak bersalah, dan muslim yang > bersalah? > > Bagaimana pula hukumnya bila terjadi sebaliknya, andaikata seorang kafir > dzimmi membunuh > > seorang muslim yang bersalah (dan dalam kasus itu, si kafir dalam posisi > benar). > > > > 2. Hal lainnya terkait dengan kehidupan sehari-hari. Bgmn hukum > qishashnya bila seseorang > > menabrak mobil orang lain sehingga menyebabkan kerusakan pada mobil, atau > luka, atau bahkan > > menyebabkan orang yang ditabrak meninggal? Apakah qishashnya dilakukan > dengan > > cara yang sama, tidak bisa diganti dengan diyat, misalnya? > > > > Jazakumullahu khoyron katsiiro, > > > > Wassalamu'alaikum wr wb, > > a/n pengajian di Brisbane > > Ginus Partadiredja > > > > > > > > > > > > > > > > Jawaban > > Assalamu `alaikum Wr. Wb. > > Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil > Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d > > > > 1. Jawaban Pertanyaan Pertama > > > > Seorang muslim tidak dihukum qishash karena membunuh seorang kafir. > Pendapat ini dipegang oleh jumhur ulama. Dasarnya adalah hadits Rasulullah > SAW yang Anda telah sebutkan dalam pertanyaan. Yaitu : > > > > > > Dari Amru bin syu'aib dari ayahnya dari kakeknya bahwa Rasulullah SAW > bersabda,"Orang Islam itu tidak dibunuh (diqishash) oleh sebab > (membunuh)orang kafir". (HR. Ahmad, Ibnu Majah, Tirmizy, Abu Daud) > > > > Hadits yang senada juga dari Abi Juhaifah dan diriwayatkan oleh > Al-Bukhari, Ahmad dan ashhabus sunann kecuali Ibnu Majah. > > > > Jumhur Ulama : Qishash Harus Sekufu > > > > Sehingga wajarlah bila dalam bab qishash, para ulama jumhur sepakat > mensyaratkan adanya takafu' (kesetaraan) antara pembunuh dengan yang > dibunuh. Setara dalam agama dan kemerdekaan. > > > > Maka bila seorang muslim membunuh seorang kafir, baik harbi atau zimmi, > maka muslim itu tidak dibunuh secara qishahsh, sebab mereka tidak setara > (sekufu) dalam agama. Sama halnya bila seorang tuan membunuh budak, maka > tuan yang merdeka itu tidak dibunuh secara qishash. > > > > Namun ada satu yang menyendiri dalam masalah ini yaitu kalangan > Al-Hanafiyah. Mereka tidak mensyaratkan urusan takafu' ini, sebab mereka > berangkat dari zahir ayatnya saja. > > > > Lebih jelasnya Anda bisa buka rujukan berikut : > > > > > > Asyarhul Kabir Lidardir jilid 4 halaman 238 dan 231. > > > > Bidayatul Mujtahid jilid 2 halaman 391. > > > > Al-Qawanin Al-Fiqhiyyah halaman 345. > > > > Mughni Al-Muhtaj jilid 4 halaman 16. > > > > Al-Muhazzab jilid 2 halaman 173. > > > > Al-Mughni jilid 7 halaman 652 dan 658. > > > > Kasysyaaf Al-Qanna' jilid 5 halaman 609. > > > > Siapa Yang Salah > > > > Tentang pertanyaan Anda bagaimana bila pembunuh yang muslim itu yang > bersalah, maka pengadilan akan melihat apakah kasusnya dulu. Dan masalah > kesalahan itu pun harus diteliti sejauh mana letak dan nilai kesalahannya. > Ketika muslim itu membunuh kafir dan ternyata kafir itu dinyatakan tidak > bersalah atau bersalah, maka pengadilan akan memprosesnya. Namun yang jelas, > muslim itu tidak bisa dihukum qishash karena membunuh kafir, meski dia yang > bersalah. Muslim itu bisa dihukum dengan membayar diyat dan lainnya namun > tidak sampai dibunuh. Selian itu juga perlu diperhatikan apakah pembunuh itu > termasuk sengaja, tidak disengaja atau mirip disengaja. Semua itu punya > kajian khusus. > > > > Sedangkan bila kafir membunuh muslim dalam posisi kafir itu benar, perlu > ditegaskan modus pembunuhannya. Apakah ketika dia membunuh muslim itu dalam > posisi membela diri atau tidak ? Dan apakah juga termasuk pembunuhan > sengaja, tidak disengaja atau mirip disengaja. Semua itu juga punya kajian > khusus. > > > > 2. Jawaban Pertanyaan Kedua > > > > Dalam kasus kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan hilangnya nyawa > manusia, hakim bisa meneliti motivnya. Adakah unsur kesengajaan atau semata > kelengahan. Disini sekali lagi kita masuk kepada tiga jenis pembunuhan > berikut ini. > > > > Jumhur ulama membagi pembunuhan menjadi tiga macam : pembunuhan disengaja > (qatlul amd), pembunuhan setengah disengaja (al-qotlu syibhul amd) dan > pembunuhan salah (al-qatlu al-khata'). > > > > a. Pembunuhan Disengaja > > > > Pembunuhan disengaja adalah tindakan pelaku pembunuhan yang sengaja > membunuh seorang manusia yang bebas darahnya, seperti seorang yang dengan > sengaja membunuh dengan pistol atau senjata atau sarana lainnya. Qatlul Amd > dapat terjadi dengan cara langsung atau dengan sebab, seperti merusak bagian > penting mobil seseorang yang berakibat pada kematian sopirnya atau yang > menaikinya. Banyak lagi bentuk pidana yang sifatnya tidak aktif atau biasa > disebut al-jara-im as-salbiyah (Pidana Pasif) yang masuk pada pembunuhan > disengaja. > > > > Jika lebih dari seorang terlibat dalam pembunuhan, sedang mereka sengaja > melakukannya , maka kondisi tersebut masuk dalam pembunuhan disengaja dan > setiap orang terkena sangsi pembunuhan disengaja. > > > > Pendapat tersebut diikuti sebagian besar Fuqaha dan pendapat Umar ibnul > Khattab r.a.. Diriwayatkan oleh Said ibnul Musayyib bahwa Umar ibnul Khattab > membunuh tujuh orang penduduk San'a yang membunuh satu orang dan berkata: > > > > > > Jika penduduk San'a membangkang maka akan aku bunuh semuanya" (Riwayat > Imam Malik Az-Zi'liy Nasbur Rayah 4/353) > > > > b. Pembunuhan Setengah Disengaja > > > > Pembunuhan setengah disengaja adalah pembunuhan yang dilakukan seseorang > secara tidak sengaja dan tidak bermaksud membunuhnya tetapi hanya bermaksud > melukainya, tetapi menimbulkan kematiannya. > > > > Perbedaannya dengan qatlul amd ada dua, yaitu pada niat atau maksud > pelakunya dan pada sarana yang dipakai. Dalam qatlul amd pelaku memang > bermaksud membunuhnya dan sarana yang dipakai pun secara dominan dapat > digunakan untuk membunuh seperti; pedang, pistol dan lain-lain. > > > > Adapun al-qatlu syibhul amd pelakunya tidak berniat membunuhnya dan alat > yang digunakannya biasanya tidak membunuh. Pendapat ini diyakini oleh jumhur > ulama sebagaimana dalil hadits dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah Saw. > bersabda: > > > > > > Dua orang wanita dari suku Hudzail saling bunuh. Seorang diantara mereka > melempar dengan batu dan membunuhnya dan janin yang ada dalam perutpun > meninggal. Maka orang-orang datang pada Rasul Saw. meminta fatwa. Kemudian > beliau memutuskan bahwa bagi mereka yang membunuh terkena sangsi dengan > membayar diyat anaknya seorang hamba lelaki atau perempuan dan memutuskan > untuk membayar diyat wanita bagi keluarga si pembunuhnya." (HR Bukhori) > > > > c. Pembunuhan Salah > > > > Tindakan pelaku pembunuhan yang tidak ada maksud membunuh dan tidak pula > menyakitinya tetapi terjadi korban karena kesalahan. Dan pembunuhan salah > disebut pidana sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur`an: > > > > > > Tidak boleh seorang mukmin membunuh mukmin lain kecuali karena salah. > Barangsiapa membunuh karena salah maka harus memerdekakan budak mukmin dan > membayar diyat yang diberikan kepada keluarganya …." (an-Nisaa: 92). > > > > Praktek Di Saudi Arabia > > > > Di KSA, umumnya kasus tabrak mati ini tidak diqishash, sebab ada unsur > ketidfak-sengajaan. Maka kepada pembunuh itu diberikan kesempatan untuk > membayar diyat atau tebusan. Secara hukum fiqih, nilainya adalah 100 unta. > Dan tentu saja harus ada kerelaan dari pihak keluarga korban untuk menerima > diyat itu. > > > > Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab, > > Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. > > > > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > http://mail.yahoo.com > > -- Salam, Great Pretender
