Mbak Lusy,

bu "dosen" Mus sudah mulai mabok rupanya. Haqul yaqin dibilangnya berarti Hak 
Menjarah Bakul keyakinan Orang Lain. Apa mungkin beliau hanya bercanda?

Ada 3 tingkat keyakinan yaitu ainul yaqin, yakin dari melihat. Ilmul yaqin, 
yakin dari mempelajari, dan haqul yakin, yakin dari mengalami.

Apakah masih perlu dilayani bu "US citizen" ini? Mungkin lebih baik melayani 
ilmuwan yang seperti orang biasa (membumi) daripada melayani orang biasa yang 
berlagak ilmuwan.

Salam, 
Supriyadi


  ----- Original Message ----- 
  From: Hafsah Salim 
  To: zamanku@yahoogroups.com 
  Sent: Wednesday, October 22, 2008 9:06 AM
  Subject: [zamanku] Re: Hal membunuh kafir


  > Lusy Anita <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  > Mus Mus kalau ngga ngert ya diem daripada
  > malu2in. HAQ itu beda dengan HAK. Kelihatan
  > bener kalau kamu itu ngga ngerti.
  > 

  Hak itu bahasa indonesia, dan Haq itu ejaan arabnya.
  Adan juga istilah Haqul Yakin tapi itu hak yang lain lagi artinya
  karena istilah ini lebih panjang dan artinya juga lebih banyak yaitu
  HAK MENJARAH BAKUL KEYAKINAN ORANG LAIN.

  Enggak usah mengurus urusan malu2in karena ajaran Islam memang sangat
  tidak tahu malu seperti mengawini anak dibawah umur, poligami, kawin
  mutah, dan kemudian sambil prakteknya dijalankan, sebagian umat Islam
  menyatakan bahwa itu bukan ajaran Islam, tapi tetap tidak mengkritik
  apalagi melarangnya, bahkan malah menyebarkannya sebagai pahala
  melalui khotbah2 para imam2nya.

  Hal2 seperti ini tak perlu diperdebatkan, karena mau didebat seperti
  apapun tidak bisa mengubah apa yang tertulis jelas dalam ayat2 Quran.
  Semua orang bebas bisa membaca kebiadaban apa yang tertulis dalam
  Quran, sehingga mau diputer balik artinya dengan tafsir2 sekalipun
  artinya tetap tidak berubah, yaitu "The Religion of Terror".

  Ny. Muslim binti Muskitawati.



   

Kirim email ke