Setuju... mau menjadi Buddhist sejati harus puasa
makan seumur hidup karena banyak bakteri dan makhluk2
yg sangat kecil ukurannya menjadi korban juga pada
saat kita menjadi seorang vegetarian...

tapi pola seperti ini adalah pengertian yang membabi
buta dan sangat teramat extrim....

berusaha memandang sesuatu secara lebih bijaksana
lebih menjadikan kita sebagai seorang Buddhist
daripada menjadi seorang vegetarian...

Buddhism tidak mengajarkan kita menjadi extrimis...
tapi mengajarkan kita untuk melihat segala sesuatu
lebih mendalam dan lebih bijaksana....

with metta

yamin

--- Johannes Sulistyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Kalo mau jadi Buddhis yang sempurna, tidak makan 
> segala sesuatu yang asal usulnya membunuh sesuatu,
> jangan makan apa-apa  kalo gitu. Jangan kira dengan
> jadi vegetarian berarti gak membunuh. 
>   
>   Untuk memanen sayur-sayuran itu sang petani mesti
> menjaga sayuran  tersebut dari hama, membunuh ulat,
> belalang, serta tikus yang memakan  tanaman itu.
> Belum lagi ketika mesin giling menggiling gandum di 
> Amerika banyak binatang kecil seperti ular, kelinci,
> musang ikut  terlindas dan mati. 
>   
>   Mau lihat dari sisi mana?
>   
>   Apakah bakteri (yang pada zaman Sidharta mendapat
> pencerahan belum  ditemukan) termasuk mahkluk hidup
> 


                
__________________________________________ 
Yahoo! DSL – Something to write home about. 
Just $16.99/mo. or less. 
dsl.yahoo.com 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke