|
Ini kesaksian seorang Muslim di Nigeria yang dipanggil Tuhan untuk
melayani.
KESAKSIAN EMMANUEL
Sebelum Kelahiranku
Ketika ibu mengandung saya sebagai anak yang ketiga, dia sedang berjalan ke pasar
dan dia bertemu seseorang yang mengatakan bahwa anak yang dikandungnya akan
menjadi seorang Imam (ahli agama Islam). Orang itu salah terka sebab saya
kelak akan menjadi pendeta yang menyebarkan kabar baik Yesus Kristus dan
bagaimana Ia disalib. Ketika saya lahir, di usia dua tahun saya dimasukkan ke
sekolah Islam. Pada usia 9 tahun, saya sudah mempelajari 60 buku2
Qur’an dan saya memenuhi syarat untuk menjadi ustad atau ahli agama
Islam. Pada usia 9 tahun, saya sudah berkhotbah dan mengajar beberapa pelajar,
kebanyakan lelaki dan wanita dewasa.
Misteri Qur’an
Qur’an adalah buku suci agama Islam, tapi setiap ayat dan kitabnya dapa
digunakan untuk guna2 hitam atau putih. Saya katakan demikian karena saya
sudah mempelajarinya setelah saya menjadi ahli agama Islam. Yang paling
berbahaya adalah kitab Yasin. Ayat2 di kitab ini dapat digunakan untuk
menghancurkan kehidupan, untuk melindungi terhadap musuh2 dan untuk mendapat
kekayaan. Ketika saya masih jadi muslim, saya membuat jimat2 dengan ayat2 Qur’an,
seperti jimat anti guna2, jimat agar disukai, jimat kebal peluru, dan bahkan
jimat untuk menghilang waktu berdiri di depan tembok. Saya sedang mencoba
membuat jimat untuk menghilang pada saat saya ditangkap Yesus Kristus.
Saya pribadi membantu banyak orang membuat jimat2 dengan menggunakan ayat2
dan kitab2 Qur’an. Ironisnya, jimat2 tidak tahan lama dan biasanya
malah tidak ampuh pada saat sangat diperlukan. Hanya harapan pada Yesus
Kristus saja yang tidak pernah gagal sebab orang yang percaya padaNya tidak
akan kecewa atau dipermalukan. Dialah harapan yang pasti dan pertolongan yang
tepat waktu di saat diperlukan.
Terorisme
Setiap anak yang lahir di lingkungan Islam fanatik dicuci otaknya dan
dicekoki ajaran2 yang membenci orang Kristen dan orang kulit putih sebagai
musuh mereka dan musuh Tuhan. Anak2 Muslim dari kecil tumbuh dengan penuh
kebencian terhadap orang Kristen. Di dunia Muslim dipercayai bahwa jika
seorang Muslim membunuh seorang Kristen, dia akan menerima upah dari Allah
dan jika dia terbunuh maka dia akan pergi ke surga dan diberi tujuh istri
yang masih perawan. Karena pengetahuan ini, setiap Muslim jadi siap mati
untuk Islam, ini adalah alasan di balik pembom bunuh diri. Mereka menyebut
tindakan ini sebagai Jihad, artinya perang suci.
Saya diracuni dengan kebencian terhadap orang Kristen sejak saya kecil,
terutama terhadap pendeta dan orang kulit putih. Kami tidak menganggap mereka
sebagai manusia tapi kami melihatnya sebagai musuh Allah. Dengan kebencian
ini di dalam hati, kami melakukan banyak keonaran pada mereka. Jika mereka
bereaksi terhadap rencana kami, kami lalu membakar gereja2 dan rumah2 mereka.
Saya beruntung belum pernah membunuh orang Kristen, tapi kawan saya
melakukannya setiap saat dengan senang hati. Pembunuhan terhadap orang
Kristen di Nigeria Utara terus-menerus berlangsung karena kami melihatnya
sebagai melakukan tugas Allah. Ini adalah semangat tanpa pengetahuan.
Peralihanku
Pada usia 15 thaun, kami membakar dan membunuhi banyak orang Kristen. Setelah
melakukan semuanya, saya merasa tidak puas. Sepertinya ada yang kurang dalam
hidup saya tapi saya tidak dapat menjelaskan apa itu. Di lubuk hati saya
bertanya jika saya mati sekarang, ke mana saya pergi? Saya merasa begitu
bingung dan mulai berkata pada diri sendiri jika saya jadi orang Kristen dan
pada akhirnya Islam adalah jalan ke surga, apakah yang akan saya lakukan?
Saya benar2 bingung dan sangat membutuhkan bantuan dari Tuhan. Dalam hati
saya mengakui bahwa orang Kristen itu tidak bersalah dan sabar. Mereka tidak membalas
meskipun diperlakukan begitu jelek oleh kami. Saya kemudian menyimpulkan
bahwa Yesus tentunya jalan ke surga. Tapi dengan singkat, saya kembali ke
pendirian saya semula bahwa Islamlah jalan menuju Tuhan.
Suatu hari, kami sedang membuat jimat untuk menghilang dengan kawan saya
bernama Charles yang dulunya Kristen tapi beralih ke Islam. Bagi kami,
perpindahan agama ini amatlah menyenangkan. Inilah yang biasanya kami lakukan
jika kami berjumpa dengan orang Kristen. Kami mencoba merubah agama mereka dan
banyak yang beralih agama, termasuk para pendeta, karena iming2 duit.
Waktu kami sedang membuat jimat, beberapa penyebar Injil datang pada kami dan
berkhotbah firman Tuhan pada kami. Kata2 yang ke luar dari mulut mereka
bagaikan pedang. Kata2 itu betul2 menembus hati saya. Di akhir khotbah,
mereka membawa kami untuk mengenal Yesus karena kami tidak dapat menolak
kekuatan Tuhan dalam diri mereka. Tapi ketika mereka menanyakan nama dan
alamat saya, saya beri informasi palsu. Tapi Tuhan terus mengikuti jejak
saya.
Pengalaman supernatural
Setelah para penginjil itu mendoakan kami, saya bimbang akan dua pilihan.
Malam itu, saya mendapat penglihatan rohani. Untuk pertama kalinya dalam
hidup saya, saya melihat Tuhan berkhotbah dengan megaphone di jalan. Saya
melihat orang2 yang belum lahir kembali terdorong oleh kekuatan supernatural
untuk mengikuti Dia, tapi pengaruh supernatural ini tidak tampak bagi umat
Tuhan yang sudah lahir baru. Saya adalah satu dari antara orang2 yang
terdorong untuk mengikuti Dia dan kami dibawa ke padang yang sangat luas. Tuhan dalam bentuk
manusia itu berkata pada kami bahwa orang2 yang ingin lahir kembali harus
menunggu dan bagi yang belum siap hendaknya pergi saja. Lalu banyak orang2
pergi, tapi beberapa termasuk saya tinggal. Tiba2 saya mendengar suara
halilintar. Saya takut dan saya melihat Yesus berdiri di atas batu dan
berkata:
Datanglah kamu semua yang lelah dan berbeban berat, Aku akan menyegarkanmu.
Ikutlah perintahKu dan belajarlah daripadaKu. Sebab Aku ini lemah lembut dan
rendah hati, maka kamu akan merasa segar. Karena perintah2Ku menyenangkan,
dan beban yang Kutanggungkan atasmu ringan.
(Matius 11:28-30)
Di hari kemudian, saya membaca kalimat ini di Alkitab. Setelah penglihatan
ini, saya bangun dari tidur dan setelah itu saya memberikan hidup saya untuk
Tuhan Yesus.
Penindasan
Di lingkungan Muslim, jika ada seorang Muslim yang beralih agama, ia secara
otomatis sudah menjadi musuh Tuhan. Islam menganjurkan orang Muslim untuk
membunuh orang yang pindah agama, dengan janji mereka akan mendapat upah di
surga. Karena alasan ini, ayah saya dan beberapa ketua Muslim mengumumkan dan
menetapkan bahwa saya harus dibunuh. Banyak usaha mereka lakukan untuk
membunuhku tapi Tuhan meluputkan saya dari semua usaha itu. Setelah saya
beralih agama, saya berhenti berkhotbah pada saat teman2 saya berlatih. Saya
dulu suka berjalan dengan gagah ke mesjid. Tapi semua tidak saya lakukan
lagi. Bahkan saya menjauhkan diri dari mereka. Semua ini saya lakukan tanpa
memperlihatkan kepercayaan saya yang baru dengan alasan takut ketahuan. Tapi
tak lama kemudian, mereka mengetahuinya dan berita ini menyebar bagaikan api
di semak kering karena status terhormat saya sebagai ahli agama Islam
termuda.
Di suatu malam ketika saya tidur, sekelompok orang Muslim dikirim untuk
membunuh saya. Mereka menculik saya ke sebuah rumah bertingkat di mana kawan2
mereka sudah menunggu saya di kegelapan. Di dalam ruangan itu pintu ditutup
dengan balok kayu dan saya dipukuli dari berbagai arah. Di saat tertentu saya
benar2 sudah tidak bisa bernafas lagi. Tapi kemudian saya dengar suara yang
menyuruh saya mendekat ke pintu. Saya turuti pesan suara itu dan tiba2 saya
sudah berada di luar rumah. Ini bukan hasil kerja jimat2 saya karena semua
jimat2ku sudah kubakar melalui kegiatan pelepasan roh jahat yang dilakukan
oleh seorang pendeta. Lagipula jimat2 itu tidak bisa memindahkan seseorang ke
luar ruangan, dan hanya bisa membuat orang yang berdiri di tempat yang sama
menghilang (raib). Yang terjadi pada saya benar2 kerja tangan Tuhan.
Begitu para penyerangku ke luar dan melihat saya, mereka mengejarku sambil
berteriak, “Maling, maling!!” Di bagian utara Nigeria, orang2 akan membunuh maling yang
ketangkap basah. Karena para penyerangku sudah bertekad hendak membunuhku,
merekapun tidak peduli andaikata saya dikeroyok massa hingga mati. Orang banyak mengeroyok
saya, melempari batu, dan memukuli saya dengan kayu dan besi dari segala
penjuru. Rasa sakit yang saya derita luar biasa sampai saya tidak bisa lari
lagi dan akhirnya jatuh. Saya sangka ini adalah akhir hidupku. Saya mengambil
keputusan untuk tidak menyerah. Kalaupun saya mati, biarlah saya mati di
dalam Tuhan dan andaikata saya hidup, biarlah saya hidup di dalam Dia. Saya
berdoa,”Bapa, jangan biarkan mereka menanggung dosa mereka, ampuni
mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan.” Seketika
setelah saya selesai berdoa, saya mendengar suara, “Anakku,
bangunlah.” Saya berdiri dan saya merasakan sendiri berlari dengan
kecepatan cahaya meninggalkan jauh para pengeroyok saya, tetapi saya tidak
merasakan kaki saya mengijak bumi. Rasanya seperti menggunakan kaki Roh
Kudus. Saya berlari ke gedung yang baru dibangun dan berpagar di
sekelilingnya. Pada saat saya berusaha memanjat pagar, suatu kekuatan
mengangkat saya. Sebelum saya menyadari apa yang terjadi, saya sudah berada
di bagian lain gedung itu. Sungguh suatu hal yang di luar imajinasi saya.
Pada saat itu saya berusia 16 tahun. Saya terpaksa berhenti sekolah selama
setahun karena orang2 itu terus mencari dan berusaha membunuh saya, sampai ke
sekolah sekalipun. Bahkan para ketua gerejaku pun ketakutan atas ancaman
orang Muslim yang akan membakar gereja kalau melindungiku. Banyak yang
berusaha mengubah keputusan saya, termasuk beberapa pastor. Mereka menghasut
saya untuk kembali memeluk Islam mumpung saya masih muda. Mereka bilang kalau
saya sudah dewasa nanti, saya bisa kembali kepada Tuhan. Saya berkata pada
mereka bahwa saya telah menyerahkan diri kepada Kristus dan tidak mau balik
lagi. Karena nyawa saya terancam, saya harus menyembunyikan diri di gunung.
Tiada yang berani memberi inapan buat saya karena ancaman orang Muslim. Saya
tinggal di gunung sendirian selama 6 bulan. Banyak ular, kalajengking, dan
berbagai binatang melata.
Suatu waktu pada saat saya tidur, seekor ular memanjat badan saya dan
berlalu. Saya terjaga dan melihatnya pergi. Saya tidak takut sebab Alkitab
berkata di Markus 16:18 bahwa orang percaya akan memegang ular dan tidak
mati. Suatu waktu saya meninggalkan gunung. Saya pulang dari gereja jam 8
malam dan 50 orang pemuda mengejar saya dengan cepat. Saya mampu menghindari
mereka tetapi seseorang berhasil menyusul dan berusaha menusuk kepala saya
dengan pisau. Saya bisa menghindari tusukan. Satu tusukan lagi diarahkan ke
dada, saya tangkis dengan kaki, tapi kaki saya tertusuk pisau. Ketika saya
masuk rumah sakit, sebagian daging saya diperiksa oleh dokter dan dibawa ke
laboratorium. Dokter bilang pisaunya beracun. Saya menderita sakit untuk
beberapa lama, tapi akhirnya sembuh secara ajaib. Sampai sekarang bekas
tusukan itu masih nampak.
Di lain waktu, ketika saya sedang pergi membeli obat ke apotek, sekitar 20
pemuda Muslim menyerang saya dan meminta Alkitabku. Saya bilang saya tidak
bawa Alkitab. Beberapa orang berkata,”Tusuk dia!”, tapi yang lain
bilang jangan, sehingga akhirnya saya diperkenankan pergi. Ketika saya berada
dalam apotek, sebuah suara mengatakan padaku untuk mengambil jalan ke luar
lain dan saya turuti. Di kemudian hari saya mendengar bahwa para pemuda itu
berusaha untuk membunuh saya lagi. Mereka masuk apotek tersebut dan bertanya
kepada apoteker di mana saya. Ketika tidak mendapatkan saya, mereka
menggoreskan tanda salib dengan pisau di badan apoteker itu dan memukulinya
sampai setengah mati. Untunglah ada orang Samaria yang baik hati yang menolongnya ke
rumah sakit.
Di lain waktu, seorang ulama Muslim terkenal yang dulu merupakan pembimbingku
dikirim orang untuk memantau gerak-gerikku. Dia sangat tidak senang atas
perubahan imanku. Tiga orang kirimannya menculik dan memasukkan saya ke dalam
bagasi mobil mereka. Saya dibawa ke dalam rumah besar mereka. Saya diberi
waktu tiga hari untuk beralih kepercayaan atau menghadapi konsekuensinya.
Saya gunakan waktu tiga hari itu untuk berkhotbah pada pengawal penjara yang
kemudian bertobat dan membuka pintu penjara. Kami berdua melarikan diri
karena mengetahui bahwa nasibnya juga dalam bahaya setelah menerima
penjelasan illahi dari saya.
Tiga bulan setelah kejadia itu, saya sekali lagi diculik oleh sekelompok
pemuda Muslim di sekolah. Mereka mengelabui saya dan memassukan saya kembali
ke penjara. Kembali saya berkhotbah pada penjaga penjara yang juga kemudian
membuka pintu penjara dan bersama saya melarikan diri. Ini adalah pengalaman
saya melarikan diri dari penculikan dan penguruan dalam penjara yang semuanya
dirancang oleh ahli Islam terkemuka yang sekarang sudah meninggal dunia.
Suatu hari saya berada di hutan yang dekat dengan rumah saya. Seorang Muslim
menembak saya dengan senjata api. Pelurunya menerjang dadaku dan jatuh ke
tanah tanpa melukaiku. Ketika saya melihat ke depan, orang itu sudah siap
menembak lagi. Matanya tampak hijau sepertinya ada roh pembunuh dalam
dirinya. Dia bertekad untuk membunuh saya.
Seorang dokter Muslim yang terkemuka berkata padaku bahwa saya main2 dengan
mereka. Dia berjanji bahwa dia akan menggunakan kepala saya sebagai jimat
untuk orang2. Setelah beberapa bulan, kulitnya berubah jadi gelap, semakin
gelap, dan akhirnya dia mati.
Ayahku sendiri mencoba membunuh saya dengan tombak besi yang tajam, tapi
Tuhan dengan ajaib mengelakkan saya.
Pada bulan February 2002, terjadi pembunuhan orang Kristen di bagian Utara
Nigeria di Kaduna, propinsi saya. Sekitar 5.000 orang Kirsten dibunuh. Rumah2
orang Kristen dibakar habis. Pada saat itu saya sudah menjadi pengkhotbah
terkenal di propinsi saya. Saya diarah untuk dibunuh, tetapi mereka tidak
bisa menyentuhku. Mereka datang beberapa kali ke rumah saya, tapi Tuhan tidak
memungkinkan mereka membunuhku. Suatu saat mereka hampir saja membunuh kakak
lakiku karena mirip dengan saya. Meskipun kakakku Muslim, diapun harus
melarikan diri untuk menyelamatkan nyawanya. Tempat beribadah saya dibakar,
termasuk rumah wanita yang memberi kami tempat beribadah. Semua perlengkapan
kami dihancurkan. Pada waktu saya menyadari bahwa saya tidak bisa tinggal
lagi di bagian Utara Nigeria karena alasan keamanan, saya pindah ke
bagian Selatan di mana saya saat ini sedang melayani Tuhan.
Panggilan saya untuk memberitakan Injil
Saya punya tugas Illahi untuk menyebarkan Injil di dunia, terutama di dunia
Muslim. Karena itu saya butuh dukungan dari kalian kawan seiman dalam bentuk
apapun. Tahun lalu, Tuhan berkata pada saya dengan suara yang sangat jelas
bahwa dia mengaruniai saya kemampuan penyembuhan. Tapi saya tidak terlalu
tahu bagaimana menggunakannya sampai Tuhan mengirim Brother William (dari
Elijah’s Challenge) ke propinsi Enugu di Nigeria. Bahkan sebelum
pertemuan ini, Tuhan sudah menghubungkan saya dengan dia melalui websitenya
untuk bertanya apakah ada orang di Nigeria yang bisa melatih saya melakukan
penyembuhan Illahi. Beliau lalu mengundang saya ke Enugu di mana Tuhan memberitahukan pada saya
prinsip2 utama dan pelaksanaan penyembuhan Illahi pada orang sakit. Hari ini
saya bisa berkata bahwa Tuhan sudah memenuhi janjinya melalui pertemuan saya
dengan Brother William karena saya sendiri sekarang melihat bagaimana orang2
seketika sembuh di tempat kebaktianku. Dengan izin Tuhan, di tahun 2005 kami
akan terus mendemonstrasikan tanda2, muzizat2, dan penyebuhan2 Illahi ke berbagai
tempat.
Evangelist
Emmanuel
Delta State, Nigeria, Afrika Barat.
|