|
Kekuatiran itu merupakan suatu penyakit
yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Banyak hal atau perkara yang dapat memicu
kekuatiran. Hal-hal yang seringkali menjadi penyebab kekuatiran adalah
masalah-masalah yang menyentuh kehidupan itu sendiri. Siapapun, dimanapun,
dan kapanpun juga yang namanya kekuatiran pasti dapat terjadi.
Pada jaman Yesus hiduppun hal kekuatiran
menjadi perbincangan yang hangat. Di dalam pengajaranNya, Yesus mengatakan
bahwa kekuatiran yang terjadi tidak dapat menambahkan sehasta saja jalan
pada hidup manusia. Dengan kata lain, Yesus ingin katakan bahwa kekuatiran
yang terjadi akan mempengaruhi kehidupan kita. Jika
hidup kita terpengaruh maka hal tersebut dapat memperpendek umur kita.
Apabila kekuatiran
menekan pikiran, maka akan membuat orang stres. Jika demikian, orang
tersebut tidak akan dapat berpikir dengan baik. Dan bila kekuatiran sudah
menekan hati, maka akan membuat orang menjadi takut. Pada akhirnya,
kekuatiran menekan pikiran dan hati bersama-sama, maka akan membuat orang
menjadi nekad. Akibatnya, orang itu tidak dapat mengenal hal-hal yang baik.
Tuhan Yesus menegaskan
bahwa kita tidak boleh kuatir akan kehidupan kita. Yesus juga menunjukkan
kepada kita bahwa burung dilangit, mereka tidak menabur, tidak menuai, dan
tidak menimbun dilumbung, tetapi Allah pelihara. Bgitu pula bunga bakung
yang ada di padang, tumbuh tanpa memintal, tetapi Allah menghiasinya dengan
warna-warna dan keindahan.
Sebenarnya jikalau kita
mau jujur, kita menjadi kuatir disebabkan diri kita kurang memahami akan
firman Tuhan. Sebelum menciptakan manusia, Allah terlebih dahulu
menciptakan kebutuhan bagi manusia itu (Kej. 1 dan 2). Jadi Allah telah
memperisapkan segala sesuatunya yang dapat mendukung dan memenuhi kebutuhan
manusia. Jadi kekuatiran tidak seharusnya mempengaruhi kehidupan. Yesus
mengatakan bahwa untuk segala sesuatunya, kita harus mencari kerajaan Allah
dan kebenaranNya (Mat.6:33). Jangan sampai kekuatiran
memperpendek hidup kita. (Ariel)
|