Pada 1 Juni 2009 19:49, salman harits <[email protected]> menulis:

>
>
>
>
> Setahu saya, awal mula ide pelarangan rangkap jabatan justru dari menkeu
> SMI sendiri,
>
> Saat itu saya cukup salut, dengan segala bla..bla...bla argumentasinya,
> apalagi dengan gebrakan beliau selanjutnya....
>
> Saat ini ketika beliau 'menjilat ludah sendiri', saya jadi bertanya-tanya,
> ada apa?
>
> Tapi saya percaya, yang pertama terlontar spontanitas itu biasanya adalah
> suara dari hati nurani (jangan ditambah rakyat, nanti dikira kampanye...)
>
> Saya gak yakin sewaktu SMI melontarkan ide pelarangan jabatan beliau tidak
> tahu bahwa komisaris tsb adalah wakil pemerintah sebagai pemegang saham (SMI
> kan perempuan cerdas, yang dikagumi banyak pria, masa gak tahu apalagi lupa,
> gak mungkin ah)
>
> Apakah fungsi 'representasi pemerintah' harus diidentikkan dengan menjadi
> komisaris?
>
> Saya tidak sedang mencari sasaran tembak lho....ngeri akh...???
> (Aku hanyalah orang bodoh yang sedang mencari kebenaran dan ketulusan )
>
>
>
>

======================================================================
simple aja mas, contohnya gini anda punya perusahaan kemudian anda merasa
kalo beberapa saham dilepas ke orang lain. kemudian anda pengen nyantai aja,
apakah anda tidak membutuhkan orang sebagai representasi kebijakan anda atas
perusahaan tersebut. tak mungkin khan anda melepaskan sepenuhnya. apalagi
itu menyangkut kekayaan anda.
seperti ibu kita omongkan, ndak ada itu liberalisme murni maupun sosialisme
yang murni didunia ini. setjen kita ini berperan dalam menyampaikan
kebijakan negara kepada BUMN dimana dia menjadi komisarisnya.

soal apa yang ada sipikiran ibu sekarang dan dulu saya kurang tau. bukan
lingkaran dalam. :)

maaf kalo pengandaiannya njlimet.. :p
-- 
Rachmat Gerhantara
664/SPA/01
pnspemalas.blogspot.com
eclipsebeat.multiply.com

Kirim email ke