Bung bisa menjelaskan kendala apa yang mendasari kesimpulan bung spt
yang tercantum dlm alinea terakhir tulisan bung ini dan alternatif apa
yang ada menurut pendapat bung yang berbunyi: "Kalau sekarang mau
dikerjakan semuanya tanpa utang untuk membangun, akan sulit sekali
memberi pekerjaan pada angkatan muda, ekonomi dalam negeri akan
memburuk, menimbulkan banyak ketidak puasan, pemogokan dan demonstrasi,
penggulingan pemerintahan dengan segala akibatnya."





 "Am Tue, 5 Sep 2017 06:07:10 +0200 schrieb "kh djie [email protected]
[GELORA45]" <[email protected]>:

> Benar. Bung Karno tidak anti Penanaman Modal Asing. Tetapi menuntut
> pembagian keuntungan yang lebih adil. Memang bung Karno mengancam,
> kalau Stanvac dll. tidak mau melaksanakan pembagian keuntungan yang
> lebih adil, akan dinasionalisasi.
> Bung Karno yang dijepit oleh Inggris dan Amerika, berusaha cari
> hubungan dagang dan penanaman modal dari Jepang. Oleh kaum business
> Jepang ditraktir di rumah Geisha. Di situ bung Karno kecantol Dewi.
> Pengusaha Jepang menggunakan Dewi untuk dapat proyek2. Sebaliknya bung
> Karno juga gunakan Dewi sebagai mediator.
> Suatu waktu bawahan Dewi minta pada pengusaha Belanda uang untuk Dewi
> dengan jaminan proyeknya akan disetujui. Pengusaha ini kenal baik
> dengan bung Karno sejak lama. Jadi beritahu bung Karno kejadian itu.
> Di suatu pertemuan, bung Karno pertemukan pengusaha Belanda itu
> dengan Dewi, dan langsung tanya Dewi apa kirim orangnya ke si
> pengusaha Belanda. Dewi menyangkal. Setelah itu si pengusaha Belanda,
> tidak diganggu lagi örangnya"Dewi".
> Suatu hari di tahun 1965 saya diajak teman mampir di pakliknya di
> Jakarta. Di situ tinggal pemuda jepang, bisa bahasa Indonesia, dan
> diangkat anak oleh keluarga itu. Ternyata bapak pemuda jepang ini
> partner kerja paklik teman di kayu hutan. Di jaman bung karni sudah
> ada kerjasama modal dalam negeri dengan jepang. Hanya waktu itu belum
> masuk di koran-koran. Bung Karno sebenarnya sudah mulai suatu yang
> penting seperti parik baja Krakatau dan Pembuatan bendungan,
> pembangunan proyek tenaga listrik Asahan untuk pabrik Alumunium.

> Sayang sekali setelah itu masih tidak mampu buat sendiri yang
> sejenis. Kalau 70 tahun yang lalu, semuanya diusahakan dibangun
> sendiri dengan bantuan teknologi dari luar, dan mengembangkan
> teknologinya lebih lanjut, mungkin tidak perlu sekarang begitu
> terburu-buru mengejar ketinggalan dari negeri2 tetangga. Kalau
> sekarang mau dikerjakan semuanya tanpa utang untuk membangun, akan
> sulit sekali memberi pekerjaan pada angkatan muda, ekonomi dalam
> negeri akan memburuk, menimbulkan banyak ketidak puasan, pemogokan
> dan demonstrasi, penggulingan pemerintahan dengan segala akibatnya.
> 
> 

Kirim email ke