Bung Lusi, Coba jelaskan sekali lagi apa yang bung maksud. Setahu saya kendala berarti rintangan, Jadi rintangan yang mendasari kesimpulan.........? KH
2017-09-05 11:47 GMT+02:00 'Lusi D.' [email protected] [GELORA45] < [email protected]>: > > > Bung bisa menjelaskan kendala apa yang mendasari kesimpulan bung spt > yang tercantum dlm alinea terakhir tulisan bung ini dan alternatif apa > yang ada menurut pendapat bung yang berbunyi: "Kalau sekarang mau > dikerjakan semuanya tanpa utang untuk membangun, akan sulit sekali > memberi pekerjaan pada angkatan muda, ekonomi dalam negeri akan > memburuk, menimbulkan banyak ketidak puasan, pemogokan dan demonstrasi, > penggulingan pemerintahan dengan segala akibatnya." > > "Am Tue, 5 Sep 2017 06:07:10 +0200 schrieb "kh djie [email protected] > [GELORA45]" <[email protected]>: > > > > Benar. Bung Karno tidak anti Penanaman Modal Asing. Tetapi menuntut > > pembagian keuntungan yang lebih adil. Memang bung Karno mengancam, > > kalau Stanvac dll. tidak mau melaksanakan pembagian keuntungan yang > > lebih adil, akan dinasionalisasi. > > Bung Karno yang dijepit oleh Inggris dan Amerika, berusaha cari > > hubungan dagang dan penanaman modal dari Jepang. Oleh kaum business > > Jepang ditraktir di rumah Geisha. Di situ bung Karno kecantol Dewi. > > Pengusaha Jepang menggunakan Dewi untuk dapat proyek2. Sebaliknya bung > > Karno juga gunakan Dewi sebagai mediator. > > Suatu waktu bawahan Dewi minta pada pengusaha Belanda uang untuk Dewi > > dengan jaminan proyeknya akan disetujui. Pengusaha ini kenal baik > > dengan bung Karno sejak lama. Jadi beritahu bung Karno kejadian itu. > > Di suatu pertemuan, bung Karno pertemukan pengusaha Belanda itu > > dengan Dewi, dan langsung tanya Dewi apa kirim orangnya ke si > > pengusaha Belanda. Dewi menyangkal. Setelah itu si pengusaha Belanda, > > tidak diganggu lagi örangnya"Dewi". > > Suatu hari di tahun 1965 saya diajak teman mampir di pakliknya di > > Jakarta. Di situ tinggal pemuda jepang, bisa bahasa Indonesia, dan > > diangkat anak oleh keluarga itu. Ternyata bapak pemuda jepang ini > > partner kerja paklik teman di kayu hutan. Di jaman bung karni sudah > > ada kerjasama modal dalam negeri dengan jepang. Hanya waktu itu belum > > masuk di koran-koran. Bung Karno sebenarnya sudah mulai suatu yang > > penting seperti parik baja Krakatau dan Pembuatan bendungan, > > pembangunan proyek tenaga listrik Asahan untuk pabrik Alumunium. > > > Sayang sekali setelah itu masih tidak mampu buat sendiri yang > > sejenis. Kalau 70 tahun yang lalu, semuanya diusahakan dibangun > > sendiri dengan bantuan teknologi dari luar, dan mengembangkan > > teknologinya lebih lanjut, mungkin tidak perlu sekarang begitu > > terburu-buru mengejar ketinggalan dari negeri2 tetangga. Kalau > > sekarang mau dikerjakan semuanya tanpa utang untuk membangun, akan > > sulit sekali memberi pekerjaan pada angkatan muda, ekonomi dalam > > negeri akan memburuk, menimbulkan banyak ketidak puasan, pemogokan > > dan demonstrasi, penggulingan pemerintahan dengan segala akibatnya. > > > > > > >
