jadi pengen ikutan lagi ah, terutama tentang cerita BP Migas
Nigeria.............saya pernah beberapa ketemu orang Nigeria yang bekerja
di Eni.....dari cerita mereka, memang benar BP migas Nigeria sangat ketat
memonitor SDM perusahaan asing dinegaranya...pengertian monitor disini
bukan hanya menunggu berita dari kumpeni, tapi mereka aktif untuk melakukan
pengecekan langsung ke kumpeni, dan bila bila melanggar  si expat
dipulangkan, jadi menurut cerita teman-teman Nigeria, yang namanya tindakan
nyata memang ada. Standar gaji orang nigeria yang bekerja di oil kumpeni
juga mereka monitor, dan sampai sekarang merupakan standar gaji tertinggi
dibandingkan sektor-sektor lain non migas. Memang ada masalah yang timbul,
karena terlampau di protek, akibatnya mereka cenderung agak "malas", bahkan
kalau saya bandingkan kualitasnya dengan orang-orang kita, jelas mereka
tertinggal...dan hal ini juga diakui oleh orang-orang Italy
sendiri.................hanya mencoba berbagi cerita................




                                                                                
                       
                    Awang Satyana                                               
                       
                    <awangsatyana@       To:     [email protected]            
                       
                    yahoo.com>           cc:                                    
                       
                                         Subject:     Re: [iagi-net-l] Brain 
Drain                     
                    02/17/2005                                                  
                       
                    09:05 AM                                                    
                       
                    Please respond                                              
                       
                    to iagi-net                                                 
                       
                                                                                
                       
                                                                                
                       




Yang pasti jomplang adalah untuk fasilitas dan gaji. Pengalaman dan
tanggung jawab orang nasional tak kalah dengan expat, bahkan tak jarang
melebihi mereka.

Brain drain sudah menjadi pengamatan SDM BPMIGAS, mereka lagi mengumpulkan
data soal ini dan kita tunggu solusinya. Email2 soal brain drain dan lain2
dari milis yang menyangkut fungsi BPMIGAS selalu saya teruskan ke fungsi2
terkait di BPMIGAS.

Salam,
awang

[EMAIL PROTECTED] wrote:
Kasus ini bolak - balik saja....

kalau kerja di kps....orang lokal selalu dianggap tidak mampu (alias
sering disia - sia / dianggap tidak berpengalaman dsb...) dengan segala
kriteria yang tidak terbuka ....
kalau kerja di luar ..dikatakan brain drain....

enggak semua kerja cuma melulu demi uang kok...
tapi kalau enggak ada kepastian di dalam negeri / kps (karier maupun
development ) ...ya mending keluar..jadi kontraktor saja di negara
lain...enggak ada karier /development
tapi dapat duit lumayan....

coba buat statistik antara expat dan lokal employee di kps ...baik
experience / tanggung jawab/fasilitas/gaji dsb....pasti njomplang..

mungkin ada ide dari SDM BPMIGAS ...?

Regards

Ferdi

"Yang masih coba tetap setia di KPS "




---------------------------------
Do you Yahoo!?
 Yahoo! Search presents - Jib Jab's 'Second Term'




---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL 
PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke