Sedikit urun rembug, memang kayanya dilema ya, memikirkan kepentingan masa depan dengan apa yang kita kejar sebagai pengkayaan pengalaman. sedikit gambaran pengalaman saya, memang sangat "riskan dan absurd" jika kondisi ekonomi kita ngga "mapan" untuk melakukan perjalanan dan petualangan-petualangan terutama kita yang hidup di negara berkembang. kecuali mental kita dan keluarga kita sudah sangat siap dengan gaya hidup dan kemungkinan2 terburuk. alasan itu saya ungkapkan pertama, karena,...ya memang itu alasannya, saya bisa buktikan waktu saya hidup (sekolah) di negara yang lebih maju, untuk melakukan sebuah perjalanan selama sebulan keliling eropa barat yang saya lakukan hanya bekerja tambahan selama 1 bulan (akomodasi backpacking), hal ini ngga mungkin (atau masih mungkin buat yang sangat kreatif) untuk dilakukan disini,...misal seperti pekerjaan saya tadi, adalah fruit picking (sepele kan, 8 jam sehari) disisi lain, jika teman saya yang kebetulan Bule, mau liburan di Indonesia setahun, yang mesti dia lakukan adalah nabung dengan cermat selama 6 bulan....atau mungkin lebih sedikit. dari sini, jika saya lihat bahwa backpacking dan traveling itu bukan sebuah perjalanan mewah, bagi kita yang tinggal dan bekerja di Indonesia, dengan beban keluarga dan cicilan (hehehehe) pasti sangat berat., untuk backpacking ke luar negeri (apalagi dalam negeri- *n.b saya catatkan perjalanan di dalam negeri ngga selalu lebih murah apalagi kalau memang yang kita cari benar2 di belahan waktu Indonesia yang lain) Dari situ mungkin terefleksi di diri saya sendiri, (ketika beban keluarga dan ekonomi makin berat) saya mulai melihat, apa yang dekat dengan saya tapi saya sering terlewat. Banyak hal2 indah dan unik di daerah sekitar yang kadang2 kita juga belum tahu atau belum pernah. Travelling sebagai investasi, hal itu mungkin lucu dan terkesan absurd, tapi menurut saya hal tersebut wajar, apalagi jika anda wiraswasta atau siapapun yang bergerak di bidang Industri Kreatif. Banyak hal baru dan inspirasi yang secara langsung atau ngga, akan mulai mencuci isi kepala,....pasti deh.... Nah, kalau gitu buat saya traveling jika anda memang harus dan pengen,....saran saya untuk diagendakan sebagai pengeluaran tetap :D jangan kalau ada uang, tapi sudah direncanakan walau ga ada uangnya,...hehehehehe sekecil apapun traveling itu. buat saya, saya bisa ngurangin makan di luar dan shopping hanya untuk nabung travelling, karena ngga travelling setahun, saya ternyata bisa sakit......(sugesti berbahaya,...) mungkin memang prioritas mana yang ingin anda lakukan lebih dulu.... Salam, Tito
--- On Tue, 9/9/08, noorman fanani <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: noorman fanani <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Bls: [indobackpacker] Hobi Adventure/Jalan-jalan mengorbanan kemapanan di masa depan To: [email protected] Date: Tuesday, September 9, 2008, 6:08 AM sekedar menyambung email dari sdr Stefanus Andre... Kadang2 pas saya membaca kisah dari rekan2 yang ada di indobackpacker, bs membuat saya iri hati kepada kalian.. Pengin banget rasanya bisa merasakan apa yang rekan2 rasakan saat melakukan traveling (baik traveling di dalam maupun di luar negeri). Tapi ngapain iri hati terus, sekedar membaca cerita dari rekan2 backpaker aja udah bikin senang hati.... Meskipun dalam diri ini sering bertanya, kapan ya saya bisa menikmati hidup seperti rekan2 sekalian.. bisa traveling kemanapun mau.... Dalam melakukan kegiatan traveling saja saya harus mikir 2x, mengingat saya skrang dah menjadi tulang punggung kelrg, setidaknya harus mampu meninggalkan bekal bagi klrga yang ditinggal seandainya traveling atas biaya sendiri... Akan tetapi seandainya diberi penugasan ke luar oleh kantor, maka bisa jadi penugasan tsb saya manfaatkan seoptimal mungkin. Sehingga seringkali Untuk traveling ini saya namakan "Abidin(atas biaya dinas)"kantor, he3x. Mhn maaf sekiranya ada kata2 yang kurang berkenan dalam penulisan email ini.. ----- Pesan Asli ---- Dari: Stefanus Andree TW <[EMAIL PROTECTED] com> Kepada: indobackpacker@ yahoogroups. com Terkirim: Selasa, 9 September, 2008 16:34:08 Topik: [indobackpacker] Hobi Adventure/Jalan- jalan mengorbanan kemapanan di masa depan Pleasure is a Precious thing... Itu lah yang saya dengar dari teman kantor di sebelah saya. Singkat, namun tepat. Saya tidak pandai menulis, tapi saya coba tuangkan apa yang saya maksud dalam corat coret sederhana ini. Kerap kali saya terheran-heran dengan beberapa teman di indobackpacker. Mereka seperti punya sayap, bebas pergi kemana pun mereka mau. Dan memang terlihat fun sekali. Sering kali saya bertanya dalam hati, bagaimana mereka merencanakan masa depan mereka jika setiap kali mereka jalan-jalan terus. Bahkan baru-baru ini saya baca ada istilah 'mumpung masih muda, hayo keliling dunia'. Yah mungkin tidak persis seperti itu, tapi kira-kira itu lah maksudnya. Dan juga, ada ide untuk bekerja di luar negeri dan dananya dipakai untuk jalan-jalan. Tidak ada yang salah memang, dan saya tidak bertujuan menyalahkan sesuatu atau siapapun. Hanya saja, kalau saya merencanakan kerja di luar negeri, itu sudah terbayang, bagaimana dan berapa yang harus saya cari. Berapa yang harus saya sumbangkan ke orang tua saya. Dan lain-lain. Jalan-jalan, mungkin adalah kegiatan yg dapat dilakukan 1 tahun sekali. Jika memungkinkan, saya juga ingin punya sayap dan terbang kemana pun saya mau, yah.. seperti yang beberapa teman lakukan. Melihat keindahan-keindahan dan keunikan dari dunia. Tapi bagi saya sekarang ini, Adventure adalah sesuatu yang akan mengorbankan kemapanan di masa depan. Yah... sejak saya orang yang pas-pas an dan bertanggung jawab atas kehidupan keluarga (orang tua) saya. Mungkin dari teman-teman 'bersayap' ada yang bisa sharing, mengenai hal ini, bagaimana kalian fun dan membuat segala sesuatunya aman bagi masa depan kalian. *Teman-teman 'bersayap' yang saya maksud adalah orang-orang yang kegiatannya bisa dikatakan adventure terus, yah... seperti mbak tari mungkin. Dia bisa lompat dari satu tempat ke tempat lainnya, kalau saya, pasti sudah mikir masalah beaya, dan sisa umur produktif saya kalau mau dihabiskan 1 tahun tuk adventure sambil kerja di Ausi misalnya... Yah smoga bahasa pas-pas an saya bisa menyampaikan apa maksud saya ke rekan-rekan pembaca. Thx Regards, Andree [Non-text portions of this message have been removed] ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _ Dapatkan nama yang Anda sukai! Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail. com. http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ id/ [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
