Mau urun rembug nih, 
Saya juga termasuk orang orang yang gak bisa melepaskan tanggung jawab kepada 
keluarga sekaligus gak bisa gak jalan-jalan hehehehe...
Dulu sewaktu saya kerja sebagai jurnalis, hoby travelling dengan mudah saya 
salurkan...gratis lagi hehehehe...
Tapi berhubung orangtua tidak merestui karir saya as a journalist, akhirnya 
saya nyemplung ke perbankan. Parahnya sekarang untuk makan siang di luar 
ruangan aja tidak bisa setiap hari...

Anehnya sudah hampir 2 tahun saya bergelut di ruangan ini ;)
Karena itu saya mewajibkan diri jalan2 tiap sabtu-minggu. Selain itu saya punya 
tabungan wajib, semacam tabungan rencana untuk jalan2 tiap tahun. Jumlahnya 
emang kecil, tapi saya berusaha konsisten untuk menabung...sekitar 5-10% dari 
gaji saya. 
Alhamdulillah, tiap tahun saya berhasil melaksanakan hajat saya itu.
Saya mungkin bukan backpacker sejati yang bisa berminggu2, berbulan2 bahkan 
bertahun2 jalan2 dan cari pengalaman.

Tapi yang pasti saya suka jalan2 dan mencoba makanan baru di tempat yang saya 
datangin hehehehe...kadang saya naek motor berdua suami keliling Jabodetabek. 
Jabodetabek itu luas loh dan ternyata banyak tempat yang blom pernah saya 
kunjungi (saya baru menginjakkan kaki di Jakarta Nov 2004). Kadang saya naek 
bis ekonomi (yang murah meriah) keluar kota....ke Garut, Bandung ...yah yang 
kira2 bisa ditempuh Sabtu-minggu lah...

Nah kalo libur tahunannya saya dan suami merencanakan jauh2 hari...cari2 harga 
palingmurah, tanggal dan hari bukan masalah. Pokoknya jalan2 musti tersalurkan.
Blom ke luar negri sih, tapi Indonesia juga cantik loh...ada lombok, manado, 
batam, bali, papua....semuanya itu menarik dan wajib kita singgahi. 

Memang kepengen juga sih ke luar negeri, tapi sepertinya musti menabung lebih 
kencang lagi. Smoga tahun depan kami berdua bisa mengikuti jejak temen2 
keliling dunia ya....
Saran saya sih buat temen2 yang senasib sebagai pekerja yang gajian bulanan, 
kalo kita mau travelling, kita musti mewajibkan diri utnuk menabung. kalo bisa 
buka rekening khusus untuk travelling. jangan dicampur denagn rekening yang 
tiap hari kita pake...trus sering2 liat iklan atau jadi member maskapai2 
online...jadi kaloa da promosi kita bakal dikabarin lebih dulu. benar gak fr?
smoga bermanfaat sharings aya ini


best regards,


Citra 



  ----- Original Message ----- 
  From: gito muhammad 
  To: [email protected] 
  Sent: Tuesday, September 09, 2008 7:01 PM
  Subject: Re: Bls: [indobackpacker] Hobi Adventure/Jalan-jalan mengorbanan 
kemapanan di masa depan


  Sedikit urun rembug,
   
  memang kayanya dilema ya, memikirkan kepentingan masa depan dengan apa yang 
kita kejar sebagai pengkayaan pengalaman.
  sedikit gambaran pengalaman saya, memang sangat "riskan dan absurd" jika 
kondisi ekonomi kita ngga "mapan" untuk melakukan perjalanan dan 
petualangan-petualangan terutama kita yang hidup di negara berkembang. kecuali 
mental kita dan keluarga kita sudah sangat siap dengan gaya hidup dan 
kemungkinan2 terburuk.
   
  alasan itu saya ungkapkan pertama, karena,...ya memang itu alasannya,
  saya bisa buktikan waktu saya hidup (sekolah) di negara yang lebih maju, 
untuk melakukan sebuah perjalanan selama sebulan keliling eropa barat yang saya 
lakukan hanya bekerja tambahan selama 1 bulan (akomodasi backpacking), hal ini 
ngga mungkin (atau masih mungkin buat yang sangat kreatif) untuk dilakukan 
disini,...misal seperti pekerjaan saya tadi, adalah fruit picking (sepele kan, 
8 jam sehari)
   
  disisi lain, jika teman saya yang kebetulan Bule, mau liburan di Indonesia 
setahun, yang mesti dia lakukan adalah nabung dengan cermat selama 6 
bulan....atau mungkin lebih sedikit.
   
  dari sini, jika saya lihat bahwa backpacking dan traveling itu bukan sebuah 
perjalanan mewah, bagi kita yang tinggal dan bekerja di Indonesia, dengan beban 
keluarga dan cicilan (hehehehe) pasti sangat berat., untuk backpacking ke luar 
negeri (apalagi dalam negeri- *n.b saya catatkan perjalanan di dalam negeri 
ngga selalu lebih murah apalagi kalau memang yang kita cari benar2 di belahan 
waktu Indonesia yang lain)
   
  Dari situ mungkin terefleksi di diri saya sendiri, (ketika beban keluarga dan 
ekonomi makin berat) saya mulai melihat, apa yang dekat dengan saya tapi saya 
sering terlewat. Banyak hal2 indah dan unik di daerah sekitar yang kadang2 kita 
juga belum tahu atau belum pernah.
   
  Travelling sebagai investasi, hal itu mungkin lucu dan terkesan absurd, tapi 
menurut saya hal tersebut wajar, apalagi jika anda wiraswasta atau siapapun 
yang bergerak di bidang Industri Kreatif. Banyak hal baru dan inspirasi yang 
secara langsung atau ngga, akan mulai mencuci isi kepala,....pasti deh....
   
  Nah, kalau gitu buat saya traveling jika anda memang harus dan 
pengen,....saran saya untuk diagendakan sebagai pengeluaran tetap :D jangan 
kalau ada uang, tapi sudah direncanakan walau ga ada uangnya,...hehehehehe 
sekecil apapun traveling itu.
   
  buat saya, saya bisa ngurangin makan di luar dan shopping hanya untuk nabung 
travelling,
  karena ngga travelling setahun, saya ternyata bisa sakit......(sugesti 
berbahaya,...)
   
  mungkin memang prioritas mana yang ingin anda lakukan lebih dulu....
   
  Salam,
   
  Tito
   

Kirim email ke