ikutan berembug juga...saya tertarik dengan kalimat "traveling adalah investasi" perpaduan hobi menulis dan traveling maka jadilah novel-novel menarik di yang dijual dibeberapa toko buku. perpaduan hobi fotografi dan traveling maka jadilah penjualan image-image di industri kreatif perpaduan hobi memasak dan traveling maka jadilah bisnis-bisnis kuliner serta hal-hal lainnya yang masih banyak tersebar jika kita jeli pelihat peluang rasanya ketika kita memutar kembali utnuk mendapatkan apa yang telah kita keluarkan. rasanya hobi jalan-jalan ini bisa menjadikan kita lebih mapan memandang masa depan dan lebih mengerti dengan nilai-nilai kehidupan akhirnya mematahkan pernyataan anti kemapanan terhadap masa depan :D
*ps: Laskar Pelangi, Naked Traveller mungkin menjadi salah satu contoh suksesnya seorang backpacker. salam -aswin- On Tue, Sep 9, 2008 at 7:01 PM, gito muhammad <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Sedikit urun rembug, > > memang kayanya dilema ya, memikirkan kepentingan masa depan dengan apa yang > kita kejar sebagai pengkayaan pengalaman. > sedikit gambaran pengalaman saya, memang sangat "riskan dan absurd" jika > kondisi ekonomi kita ngga "mapan" untuk melakukan perjalanan dan > petualangan-petualangan terutama kita yang hidup di negara berkembang. > kecuali mental kita dan keluarga kita sudah sangat siap dengan gaya hidup > dan kemungkinan2 terburuk. > > alasan itu saya ungkapkan pertama, karena,...ya memang itu alasannya, > saya bisa buktikan waktu saya hidup (sekolah) di negara yang lebih maju, > untuk melakukan sebuah perjalanan selama sebulan keliling eropa barat yang > saya lakukan hanya bekerja tambahan selama 1 bulan (akomodasi backpacking), > hal ini ngga mungkin (atau masih mungkin buat yang sangat kreatif) untuk > dilakukan disini,...misal seperti pekerjaan saya tadi, adalah fruit picking > (sepele kan, 8 jam sehari) > > disisi lain, jika teman saya yang kebetulan Bule, mau liburan di Indonesia > setahun, yang mesti dia lakukan adalah nabung dengan cermat selama 6 > bulan....atau mungkin lebih sedikit. > > dari sini, jika saya lihat bahwa backpacking dan traveling itu bukan sebuah > perjalanan mewah, bagi kita yang tinggal dan bekerja di Indonesia, dengan > beban keluarga dan cicilan (hehehehe) pasti sangat berat., untuk backpacking > ke luar negeri (apalagi dalam negeri- *n.b saya catatkan perjalanan di dalam > negeri ngga selalu lebih murah apalagi kalau memang yang kita cari benar2 di > belahan waktu Indonesia yang lain) > > Dari situ mungkin terefleksi di diri saya sendiri, (ketika beban keluarga > dan ekonomi makin berat) saya mulai melihat, apa yang dekat dengan saya tapi > saya sering terlewat. Banyak hal2 indah dan unik di daerah sekitar yang > kadang2 kita juga belum tahu atau belum pernah. > > Travelling sebagai investasi, hal itu mungkin lucu dan terkesan absurd, > tapi menurut saya hal tersebut wajar, apalagi jika anda wiraswasta atau > siapapun yang bergerak di bidang Industri Kreatif. Banyak hal baru dan > inspirasi yang secara langsung atau ngga, akan mulai mencuci isi > kepala,....pasti deh.... > > Nah, kalau gitu buat saya traveling jika anda memang harus dan > pengen,....saran saya untuk diagendakan sebagai pengeluaran tetap :D jangan > kalau ada uang, tapi sudah direncanakan walau ga ada uangnya,...hehehehehe > sekecil apapun traveling itu. > > buat saya, saya bisa ngurangin makan di luar dan shopping hanya untuk > nabung travelling, > karena ngga travelling setahun, saya ternyata bisa sakit......(sugesti > berbahaya,...) > > mungkin memang prioritas mana yang ingin anda lakukan lebih dulu.... > > Salam, > > Tito > > > --- On Tue, 9/9/08, noorman fanani <[EMAIL PROTECTED]<noorman_f%40yahoo.com>> > wrote: > > From: noorman fanani <[EMAIL PROTECTED] <noorman_f%40yahoo.com>> > Subject: Bls: [indobackpacker] Hobi Adventure/Jalan-jalan mengorbanan > kemapanan di masa depan > To: [email protected] <indobackpacker%40yahoogroups.com> > Date: Tuesday, September 9, 2008, 6:08 AM > > > sekedar menyambung email dari sdr Stefanus Andre... > Kadang2 pas saya membaca kisah dari rekan2 yang ada di indobackpacker, bs > membuat saya iri hati kepada kalian.. Pengin banget rasanya bisa merasakan > apa yang rekan2 rasakan saat melakukan traveling (baik traveling di dalam > maupun di luar negeri). Tapi ngapain iri hati terus, sekedar membaca cerita > dari rekan2 backpaker aja udah bikin senang hati.... Meskipun dalam diri ini > sering bertanya, kapan ya saya bisa menikmati hidup seperti rekan2 > sekalian.. bisa traveling kemanapun mau.... > Dalam melakukan kegiatan traveling saja saya harus mikir 2x, mengingat saya > skrang dah menjadi tulang punggung kelrg, setidaknya harus mampu > meninggalkan bekal bagi klrga yang ditinggal seandainya traveling atas biaya > sendiri... > Akan tetapi seandainya diberi penugasan ke luar oleh kantor, maka bisa jadi > penugasan tsb saya manfaatkan seoptimal mungkin. Sehingga seringkali Untuk > traveling ini saya namakan "Abidin(atas biaya dinas)"kantor, he3x. > Mhn maaf sekiranya ada kata2 yang kurang berkenan dalam penulisan email > ini.. > > ----- Pesan Asli ---- > Dari: Stefanus Andree TW <[EMAIL PROTECTED] com> > Kepada: indobackpacker@ yahoogroups. com > Terkirim: Selasa, 9 September, 2008 16:34:08 > Topik: [indobackpacker] Hobi Adventure/Jalan- jalan mengorbanan kemapanan > di masa depan > > Pleasure is a Precious thing... > > Itu lah yang saya dengar dari teman kantor di sebelah saya. > Singkat, namun tepat. > > Saya tidak pandai menulis, tapi saya coba tuangkan apa yang saya maksud > dalam corat coret sederhana ini. > > Kerap kali saya terheran-heran dengan beberapa teman di indobackpacker. > Mereka seperti punya sayap, bebas pergi kemana pun mereka mau. Dan memang > terlihat fun sekali. > Sering kali saya bertanya dalam hati, bagaimana mereka merencanakan masa > depan mereka jika setiap kali mereka jalan-jalan terus. > Bahkan baru-baru ini saya baca ada istilah 'mumpung masih muda, hayo > keliling dunia'. Yah mungkin tidak persis seperti itu, tapi kira-kira itu > lah maksudnya. > Dan juga, ada ide untuk bekerja di luar negeri dan dananya dipakai untuk > jalan-jalan. > > Tidak ada yang salah memang, dan saya tidak bertujuan menyalahkan sesuatu > atau siapapun. > Hanya saja, kalau saya merencanakan kerja di luar negeri, itu sudah > terbayang, bagaimana dan berapa yang harus saya cari. Berapa yang harus saya > sumbangkan ke orang tua saya. Dan lain-lain. > Jalan-jalan, mungkin adalah kegiatan yg dapat dilakukan 1 tahun sekali. > > Jika memungkinkan, saya juga ingin punya sayap dan terbang kemana pun saya > mau, yah.. seperti yang beberapa teman lakukan. Melihat keindahan-keindahan > dan keunikan dari dunia. > > Tapi bagi saya sekarang ini, Adventure adalah sesuatu yang akan > mengorbankan kemapanan di masa depan. Yah... sejak saya orang yang pas-pas > an dan bertanggung jawab atas kehidupan keluarga (orang tua) saya. > > Mungkin dari teman-teman 'bersayap' ada yang bisa sharing, mengenai hal > ini, bagaimana kalian fun dan membuat segala sesuatunya aman bagi masa depan > kalian. > > *Teman-teman 'bersayap' yang saya maksud adalah orang-orang yang > kegiatannya bisa dikatakan adventure terus, yah... seperti mbak tari > mungkin. Dia bisa lompat dari satu tempat ke tempat lainnya, kalau saya, > pasti sudah mikir masalah beaya, dan sisa umur produktif saya kalau mau > dihabiskan 1 tahun tuk adventure sambil kerja di Ausi misalnya... > > Yah smoga bahasa pas-pas an saya bisa menyampaikan apa maksud saya ke > rekan-rekan pembaca. Thx > > Regards, > > Andree > > [Non-text portions of this message have been removed] > > ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _ > Dapatkan nama yang Anda sukai! > Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail. com. > http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ id/ > > [Non-text portions of this message have been removed] > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > [Non-text portions of this message have been removed]
