Assalamu 'alaykum wr wb
Ada yang diketahui para wali dan tidak diketahui orang biasa. Ada yang
menggali ilmu melalui buku2 dan jadilah dia memiliki ilmu pengetahuan kertas.
Tetapi ada ilmu jenis lain, yaitu 'ilmu rasa', ilmu ini berbeda dgn ilmu
buku2. ILmu rasa diperoleh dengan memiliki Mursyid, dengan sering bersama
Mursyid. Ilmu Awroq dan ilmu azwaq, ulama awroq dan ulma azwaq.
Saya belum pernah ketemu mas Ulil, tetapi melihat tulisannya hati saya dekat
dengan Mas Ulil. Seperti juga cara orang melihat Mas Dani Ahmad dan ketika
Mawlana Syaikh Hisyam bertemu dia, maka sangat berbeda sudut pandangnya. Dani
Ahmad juga punya Yayasan Libs for All bersama Gus Dur, kemudian apakah ini
artinya Mas Dani adalah orang Liberal? Gus Dur juga Liberal? Bagaimana kalau
sudut pandangnya kita geser sedikit, bahwa mereka memilih anti kekerasan anti
fundamentalis. Artinya garis besarnya nanti seharusnya sudah diketahui bahwa
kita harus mempunyai satu tujuan yg sama yaitu anti fundamentalis. Karena
merekalah musuh islam sebenarnya.Para Wali ini orang yang cerdas, setiap Wali
pasti "cerdas". maka langkah2 Gus Dur dan Dani Ahmad pun susah ditebak.
Pengetahuan Buku-Buku (Kertas) dan Pengetahuan Rasa
Kita harus membedakan Pengetahuan Dari Membaca Buku-Buku atau Pengetahuan
Kertas dan Pengetahuan Rasa. Pengetahuan Buku-Buku sepenuhnya berbeda dari
Pengetahuan Rasa. Pengetahuan Rasa hadir melalui inspirasi/ilham ilahiah yang
masuk kedalam hati.
Pertama, kalian merasakannya; kemudian mulai untuk membicarakannya secara
lahiriah.
Ada orang-orang yang dikirimi rasa kedalam hati mereka oleh Allah SWT, dan rasa
itu muncul pada lidah-lidah mereka. Hal ini terjadi berkat rahmat Sayyidina
Muhammad SAW, karena rasa-rasa itu berasal dari cucu buyutnya, atau orang
suci/saints (Wali) yang oleh
Allah telah dikirim kedalam hati mereka. Pengetahuan Kertas adalah apa yang
kamu baca dari buku, bukan apa yang kamu rasakan. Jika seseorang mengatakan
pada kalian, aku minum air, kalian telah mendengar kalimat itu tetapi kalian
tidak mengetahui rasa atau sensasi dari air yang diminum itu sendiri. Apakah
air itu pahit rasanya ataukah manis? Kalian tidak dapat mengetahuinya dengan
membaca pembahasan tentang air, tidak, sampai kalian mencicipi air itu sendiri.
Keangkuhan Setan
Setan juga mengenal Pengetahuan Kertas. Sesungguhnya, setan mengetahui semua
buku-buku atau kitab yang Tuhan kirimkan/ungkapkan ke para nabi, namun ia telah
dikutuk karena sikap menentangnya. Ia mempunyai Pengetahuan Kertas/Buku/ Surat
tetapi gagal untuk memahami maksud yang terkandung didalam surat-surat itu.
Pertimbangkan bagaimana Setan menelan racun jiwa, dan berterimakasihlah karena
kalian hanya merasakan /mencicipi manisnya untuk menjadi yang telah
diperingatkan
Keangkuhan setan menghentikannya untuk menerima dan menghormati Sayyidina Adam
AS. Setan mempunyai banyak sekali kebanggaan didalam dirinya. Dahulunya setan
adalah kepala para malaikat ( dia bernama Malaikat Azazil). Siapa yang dapat
memiliki posisi itu? Tuhan telah memberinya satu kesempatan, dan Tuhan
berfirman kepada kita, Janganlah sombong! Jangan bangga akan diri sendiri.
Jika Aku memberi kalian, Aku memberi pada kalian dari Kebaikan-Ku. Jadi,
janganlah bersombong diri.
Tetapi setan menjadi sangat sombong. Ia telah banyak berdoa. Menurut hadist
Islam, Azazil tidak pernah meninggalkan satu jengkal ruangpun di alam semesta
ini tanpa membuat sujudnya kepada Allah. Walaupun demikian, ketika Tuhan
memerintah setan untuk bersujud
kepada Adam AS, dia menolaknya. Mengapa Tuhan memintanya untuk bersujud sebagai
penghormatan? Itu untuk cahaya Muhammad SAW yang diletakkan pada dahi Adam AS
oleh Allah SWT. Cahaya Muhammad sallallahu alayhi wasalam ini diwariskan turun
temurun, dari generasi ke generasi selanjutnya, secara langsung, sampai Nabi
SAW dilahirkan.
Setan menolak untuk bersujud. Keangkuhan mencegahnya dari memiliki rasa hormat
kepada Adam AS. Bagaimana aku akan menghormatinya? Engkau menciptakan aku dari
api dan dia diciptakan dari tanah liat! Aku lebih baik dari pada dia. Itu
merupakan sebuah alasan yang telah mencegahnya untuk melakukan sujud. Walaupun
ia telah melakukan ibadah paling banyak daripada para malaikat, karena kurang
memperhatikan hal ini telah membuatnya benar-benar jatuh terpuruk.
Kebanggaannya telah membuat ia terhijab tidak melihat kebenaran dan
membuatnya gagal.
Nabi Adam AS juga sempat kurang memperhatikan hal tersebut selama satu detik.
Tetapi perbedaannya adalah bahwa Adam AS memohon pengampunan dengan perantaraan
nama Sayyidina Muhammad SAW. Beliau memohon kepada pembimbing, guru,
perantara, dan suatu jalan. Setan, bagaimanapun, telah gagal, dan selesai,
tanpa memohon pengampunan dan perantaraan.
Ketika Sayyidina Adam AS melakukan dosa, dengan segera dia menyadarinya bahwa
dia telah melakukan sesuatu yang salah, lalu dia melakukan sujud seraya
memohon, Ya Allah, demi Muhammad SAW, aku mohon ampunan-Mu Tuhan berfirman,
Bagaimana kamu memahami tentang Muhammad? Adam AS menjawab, Aku melihat
kata-kata yang tertulis pada setiap pintu Surga, Tidak ada Tuhan selain Allah
dan Muhammad itu adalah Utusan-Nya. Dengan cara itulah aku mengetahui bahwa
beliau adalah pintu-Mu.
Pengetahuan manusia seperti setetes air di samudra
Pendekatan Adam AS dengan nama Sayyidina Muhammad SAW dan hal ini telah
diterima oleh Allah SWT, merupakan sebuah tanda yang jelas bahwa semua orang
memerlukan
seorang pembimbing. Seorang pelayan tidak bisa datang dengan keangkuhan dan
kesombongannya seraya mengatakan Saya mengetahui semuanya. Ya, Tuhan
memberimu sesuatu dan untukmu itu bisa nampak seperti satu samudra yang tiada
habis-habisnya, tetapi bila dibandingkan yang dimiliki oleh Tuhan atau Nabi
SAW, pengetahuan itu hanyalah satu tetesan yang sangat kecil dari samudra yang
luas.
Hingga kalian melihat samudra yang sesungguhnya kalian tidak bisa memiliki satu
pemahaman yang berhubungan dengan apa yang telah dibukakan untukmu. Kalian
tidak dengan sepenuhnya memahami jika kalian itu ada di pantai, dan belum
menyebrang ke sisi lain, menunggu proses pengetahuan yang tak terukur yang
digariskan oleh Allah SWT untuk tersembunyi didalam hati para pelayan khusus
Allah. Jadilah seseorang yang tulus pada Tuhan, dan mencintai-Nya. Ketika
kalian ingin tulus iklas, kalian harus memiliki cinta. Ketika kalian
mencintai-Nya, Allah akan membimbingmu.
Jubah Petunjuk
Adam AS memohon pada Tuhan untuk mengampuninya atas nama Muhammad SAW. Walaupun
Adam AS adalah seorang nabi, dia harus terlebih dulu mencari pengampunan dari
Tuhan melalui Sayyidina Muhammad SAW, Nabi Terakhir. Seluruh nabi-nabi yang
lainnya juga, pada Hari Kiamat akan datang ke Nabi Muhammad SAW dan memohon
bantuannya, sehingga mereka dan umat mereka bisa mendapatkan pengampunan dari
Tuhan. Beliau akan menjadi perantara bagi semua orang beliau adalah pintu
menuju Allah SWT.
Demikian pula dengan umatnya Nabi Muhammad SAW akan meminta bantuan pada
Sayyidina Muhammad dalam bentuk beberapa rombongan/group dibelakang guru-guru
mereka (orang-orang saleh, para syaikh, dan para pemimpin). Kalian tidak bisa
pergi sendirian menemui Rasulullah SAW. Kalian harus memiliki identitas melalui
keharuman
yang menempel didirimu sepanjang hidupmu melalui warna bintang yang kalian
ambil sebagai petunjuk sepanjang hidup kalian. Maka kalian membutuhkan seorang
pembimbing. Rasulullah SAW bersabda, Sahabat-sahabatku seperti
bintang-bintang, gunakan salah satu dari mereka sebagai petunjuk dan kalian
akan dibimbing. Karena Nabi SAW telah memberikan Petunjuk Terselubung kepada
para Sahabat mereka memiliki pembimbing yang mengajari mereka untuk
membimbing umat.
Sebuah Nasihat Sufi
Janganlah berpura-pura mengetahui sesuatu, yang kalian sendiri belum pernah
mengalaminya. Disana dibutuhkan sakaratul maut, Dan kemudian Yesus bernafas
kembali.
Sangat sedikit yang mengakar di batu karang, maka Jadilah tanah atau landasan,
Menyatulah dan menyebarlah Maka bunga-bunga liar akan tumbuh dimana kalian
berada.
Hati kalian telah membatu untuk waktu lama. Cobalah sesuatu yang berbeda.
Pasrahlah.
Kisah Imam Ghazzali dan Lalat
Untuk beberapa tahun, Imam Ghazzali mempunyai keraguan yang paling besar selama
hidupnya. Dia meragukan Keberadaan Tuhan, berjuang sendiri dan berganti-ganti
antara kepercayaan dan kesangsian. Pada awalnya, pengetahuan yang dia miliki
tidak memberi manfaat bagi dirinya sendiri. Tetapi ketika Tuhan memberinya
rasa, maka itu merubah segala sesuatu baginya.
Bagaimana cara Imam Ghazzali menjadi seseorang yang mempunyai pengetahuan besar
seperti itu? Karena rasa hormatnya akan hari kelahiran Nabi SAW. Suatu hari,
saat dia sedang menulis pesan yang mendesak dan sangat penting untuk
menyelamatkan hidup seseorang yang tinggal di kota yang berbeda. Pada waktu itu
untuk mengirim pesan kamu membutuhkan seekor kuda untuk membawa pesan. Seekor
lalat hitam hinggap di pena yang dia gunakan untuk menulis pada masa itu
tidak ada semacam tinta seperti sekarang ini adanya saffron 19 dan aneka
tinta lainnya dengan keharuman yang manis.
Lalat hitam itu datang dan minum untuk memuaskan rasa dahaganya. Dan hal
tersebut masuk kedalam pikiran Ghazzali, Hari ini adalah malam hari lahirnya
Nabi saw Allah telah menciptakan diriku dari cahaya (nur) Muhammad SAW, dan
Allah telah mencipta semua ciptaan yang ada di Bumi ini dari cahaya Muhammad
SAW. Lalat hitam inipun diciptakan dari cahaya itu juga, maka aku akan
membiarkannya minum untuk memuaskan rasa dahaganya, karena cinta Nabi SAW.
Dan secepatnya dia melakukan hal tersebut, Allah membuka lapisan-lapisan langit
untuknya. Dia bisa melihat makna spiritual menyelubungi segala sesuatu yang ada
dihadapannya dengan fokus yang jelas. Visinya tidak menyebar kemana-mana
tetapi sudah secara digital. Dan kemudian suatu pembukaan/pencerahan datang
padanya, lalu dia menulis sebuah buku berjudul Kebangkitan Pengetahuan Agama,
20 yang mana
semuanya berisi ilmu pengetahuan tentang Sufi.
Pengetahuan Kertas atau Pengetahuan Rasa
Lihat rumah dimana kita tinggal. Ketika pertama kali dibangun, bangunan itu
memiliki struktur atau susunan yang kering, struktur tanpa kesan. Dengan
menghiasi rumah itu, maka rumah itu kini memiliki rasa dan kepribadian. Ketika
kamu memasang gambar-gambar
didalamnya, pualam, dipan, dan dekorasi-dekorasi lainnya, maka rumah mulai
memiliki rasa. Sama halnya dengan dirimu, kamu tidak ingin tubuhmu menjadi
bingkai kering, tanpa makna atau selera.
Nabi SAW bersabda, Untuk membawa kebahagiaan ke hati para pelayan Tuhan adalah
dari iman. Orang-orang memerlukan kebahagiaan. Mereka memerlukan kamu supaya
mereka merasakan rasa dari apa yang ada disekitar mereka. Mereka tidak ingin
ceramah kering yang mengatakan, Jika kalian tidak sholat, kalian masuk
neraka. Itulah yang mereka katakan di mesjid-mesjid sekarang ini. Tetapi Tuhan
telah berfirman, Kemurahan hati-Ku meliputi segala sesuatu,21 dan Kemurahan
hati-Ku mengesampingkan kemarahan-Ku. Maka kamu dapat juga mengatakan, Jika
kalian sholat, kalian akan masuk surga. Sama saja artinya!
Bawalah rasa kedalam hati orang-orang. Penuhi mereka dengan sesuatu yang
membuat mereka bahagia. Dan menjadi seseorang dengan pengetahuan rasa bukan
seorang sarjana/penceramah, seseorang dengan pengetahuan kertas.
Terkadang Mawlana memberi ceramah di beberapa universitas. Pada salah satu
ceramah ada sekitar 2,000 atau 3,000 orang yang menghadirinya. Banyak
penceramah hanya
membaca bahan ceramah/presentasi mereka dihadapan para hadirin, tetapi Mawlana
Syaikh Nazim tidak pernah mengijinkan aku untuk membaca. Beliau berkata, Jangan
membaca. Kamu pergi kesana, tanpa persiapan ceramah/presentasi apapun. Jika
kamu menyiapkan bahan ceramah/presentasimu, kamu akan menjadi kering seperti
seorang penceramah. Orang-orang akan tertidur (meniru orang mendengkur).
Itulah yang terjadi! Orang-orang tertidur. Tidak pernahkah kamu melihat
orang-orang tertidur sepanjang ceramah? Mawlana berkata, Jangan membaca. Dari
dukungan surgawi kita, dari Sumber kita, dari Kekuatan kita, kami akan
mendukung hatimu. Kamu akan melihat
apa yang mereka perlukan untuk didengar. Kamu adalah mata kami."
Para wali bisa menyelami perwakilan mereka. Lalu mereka mengirimkan apa yang
semua orang harus dengar, seperti seorang dokter. Jika kamu pergi ke dokter,
dia akan memberimu obat yang sesuai dengan penyakitmu, bukan penyakitnya orang
lain. Bukan. Setiap orang memiliki penyakit yang berbeda. Semua yang hadir pada
suatu ceramah mempunyai cara berpikir yang berbeda. Kamu harus menjangkau hati
mereka. Ketika kamu
menjangkau hati mereka adalah saat dimana kamu tidak mempersiapkan bahan
ceramah. Bagaimana mungkin bahan ceramah dipersiapkan? Jika kamu persiapkan
sebelumnya,
berarti kamu telah mempersiapkan bahan ceramah untuk dirimu sendiri. Egomu
terikat pada apa yang telah kamu lakukan ... seperti setan, bangga dengan
presentasinya. Bahkan apa yang telah dipersiapkan masih mempunyai manfaat
sebagai pengetahuan kertas. Lebih baik menjadi seseorang dengan pengetahuan
rasa dan bukan dengan pengetahuan kertas.
wasalam, arief hamdani
---------------------------------
Park yourself in front of a world of choices in alternative vehicles.
Visit the Yahoo! Auto Green Center.
[Non-text portions of this message have been removed]