Alhamdulillah... Mudah2an mas Ulil secepatnya mendalami ilmu rasa, saya rasa ilmu kertas sudah cukup :), Karena sekarang sudah jamannya.
Milenium ketiga adalah bangkitnya spiritualisme yang dipelopori oleh para generasi muda (30-40 th). Sejauh apapun burung terbang maka dia akan kembali ke sarangnya, kita akan terpanggil oleh tarikan itu apalagi memang secara darah mempunyai aliran itu. Maaf asal nyelonong :)) Salam hormat buat semua Lutfi Hedir --- In [email protected], arief dani <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Assalamu 'alaykum wr wb > > Ada yang diketahui para wali dan tidak diketahui orang biasa. Ada yang menggali ilmu melalui buku2 dan jadilah dia memiliki ilmu pengetahuan kertas. Tetapi ada ilmu jenis lain, yaitu 'ilmu rasa', ilmu ini berbeda dgn ilmu buku2. ILmu rasa diperoleh dengan memiliki Mursyid, dengan sering bersama Mursyid. Ilmu Awroq dan ilmu azwaq, ulama awroq dan ulma azwaq. > > Saya belum pernah ketemu mas Ulil, tetapi melihat tulisannya hati saya dekat dengan Mas Ulil. Seperti juga cara orang melihat Mas Dani Ahmad dan ketika Mawlana Syaikh Hisyam bertemu dia, maka sangat berbeda sudut pandangnya. Dani Ahmad juga punya Yayasan Libs for All bersama Gus Dur, kemudian apakah ini artinya Mas Dani adalah orang Liberal? Gus Dur juga Liberal? Bagaimana kalau sudut pandangnya kita geser sedikit, bahwa mereka memilih anti kekerasan anti fundamentalis. Artinya garis besarnya nanti seharusnya sudah diketahui bahwa kita harus mempunyai satu tujuan yg sama yaitu anti fundamentalis. Karena merekalah musuh islam sebenarnya.Para Wali ini orang yang cerdas, setiap Wali pasti "cerdas". maka langkah2 Gus Dur dan Dani Ahmad pun susah ditebak. > > Pengetahuan Buku-Buku (Kertas) dan Pengetahuan Rasa > > Kita harus membedakan Pengetahuan Dari Membaca Buku-Buku atau Pengetahuan Kertas dan Pengetahuan Rasa. Pengetahuan Buku-Buku sepenuhnya berbeda dari Pengetahuan Rasa. Pengetahuan Rasa hadir melalui inspirasi/ilham ilahiah yang masuk kedalam hati. > Pertama, kalian merasakannya; kemudian mulai untuk membicarakannya secara lahiriah. >
