salam semuanya, sebagai kuli di negara asing, saya dalam hati suka geregegetan dengan plintat-plintutnya, unpredictable-nya kalender Islam ini.
Ini karena segala sesuatunya jadi tidak bisa di-planning dengan presisi. Eh, udah minta cuti hari Kamis ternyata lebarannya Rabu, kan keki jadinya. Lagipula dalam skala politik yang lebih besar, ini juga menyulitkan komunitas muslim di negara non muslim untuk minta misalnya regulasi khusus bagi libur sekolah anak2nya. Mungkin karena itu (atas pertimbangan kebutuhan modern), komunitas diaspora Turki sekarang pegang hisab, dan tidak ikut2an lagi fatwa dewan sidang itsbat Depag setempat yang tentunya juga sedikit banyak dipengaruhi oleh background asalmuasal dari anggota2nya. salam, -----Ursprüngliche Mitteilung----- Von: Abdul Ghofur <[EMAIL PROTECTED]> An: [email protected] Verschickt: So., 23. Dez. 2007, 10:44 Thema: Re: [kmnu2000] IDUL ADHA 1428 H. DAN PROBLEMATIKANYA Mas Anam, Saya awam soal falak. Pernah ngaji dulu di sekolah. Tapi tidak serius. Hanya bisa dikit-dikit saja. Karena itu, saya hanya ingin bercerita. Di sekolah dulu, di pesantren, saya punya guru, KH Ghozali. Beliau Ketua Lajnah Falakiyah di sekolak kami. Beliah mengajarkan kepada kami, bahwa bagi seorang ahli falak, hisab adalah qath'iy. Karena itu, jika ada pertentangan antara ru'yah dan hisab, maka yang dimenangkan adalah hisab. Saya juga pernah nyantri di Kudus. Ngaji juga ke Mbah Turaihan di Masjid Menara. Beliau mengajarkan kepada kami hal yang sama. Hisab adalah qath'iy. Waktu lebaran, saya ke Kudus, sowan-sowan ke para masyayekh. Tapi saya urung ke Mbah Tur, karena beliau menyuruh para tamu untuk mengqadha puasa satu hari. Menurut beliau, lebaran pemerintah maju satu hari, dan itu tidak benar. Di Mesir, saya punya guru lagi. Kalau di Indonesia, ia tentu seorang kiyai. Ia sangat santun seperti kiyai-kiyai. Namanya Prof. Dr. Musa Syahin Lasin, penulis syarah Muslim paling baik untuk era moderen. Dalam muhadharahnya, di awal bulan Ramadhan, ia mengkritik pemerintah yang masih menggunakan rukyat. Menurutnya, sudah saatnya kita beralih ke hisab. Bukankan setiap hari kita salat lima waktu dengan berpedoman pada hisab, dan tidak lagi menggunakan mata telanjang? Tapi ia punya sikap lain dari kedua guru saya di atas. Walaupun ia tidak setuju sistem rukyat, dalam berpuasa Ramadhan ia tetap mengikuti pemerintah. Beliau tidak ngotot menentukan pilihan puasanya sendiri. ghofur ----- Original Message ----- From: "Kh Anam" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Saturday, December 22, 2007 1:14 PM Subject: Re: [kmnu2000] IDUL ADHA 1428 H. DAN PROBLEMATIKANYA Mas Muid, Saya pribadi sangat antusias dengan pokok-pokok pikiran sampean. Menurut saya, problem utama dalam perbedaan penetapan awal bulan Hijriah adalah gap pemikiran antara para ahli falak dan ahli fikih, dan ini terjadi di semua tempat. Di NU, perbedaan penetapan hari raya idul fitri kemarin sebenarnya bukan antara PBNU dan PWNU Jawa Timur, tapi antara para ahli falak dan ahli fikih. Yang saya tahu pak Salam Nawawi, ketua lajnah falakiyah Jatim, juga tidak mengabsahkan rukyatul hilal di Madura itu karena memang waktu itu tidak imkanur rukyat. ______________________________________________________________________ http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links ________________________________________________________________________ Bei AOL gibt's jetzt kostenlos eMail für alle. Klicken Sie auf AOL.de um heraus zu finden, was es sonst noch kostenlos bei AOL gibt. [Non-text portions of this message have been removed]
