Amrik dsb, Sistem yang ada sudah sedemikian mapan, sedang di Indonesia???,
Untuk merubah UUD45 pun susahnya minta ampun, Dan saya tidak habis fikir
kok masih ada golongan yang menolak amandemen terhadap sistem dasar negara
kita itu. Seolah-olah UUD45 itu seperti kiyai yang suci mandraguna. Benar
benar menerapkan sistem "Kepandiran" dan Non-Reformis orang-orang ini. 

Coba anda fikir bagaimana negara kita mau membentuk sistem yang bagus
kalau toh ada sekelompok masyarakat bersikeras untuk mempertahankan sistem
yang bobrok, termasuk UUD54. Inilah yang kita sayangkan dalam berpolitik
ini, Yang tidak reformis mengaku-ngaku sebagai reformis, padahal 
pemikirannya sama sekali bertentangan dengan agenda-agenda reformasi.
Padahal mereka hanya korban dari kekuasaan orde baru.


> Di Amrik dan Jepang konglomerasi nggak apa-apa. Di Rusia, Eropa Timur dan Cina 
>ekonomi kerakyatan pernah berjalan bagus juga. It depends.
> 
> Sistem apapun kalau dilakukan secara nekad dan tidak bertanggung jawab, ya nggak 
>mungkin berhasil.
> Konsepnya sih bagus, tetapi pada implementasinya banyak yang nyangkut dikantong 
>geng-nya dan hanya sedikit yang ngucur. Dimana achlaknya.
> 
> Yang ngucur itupun dengan keharusan milih PDR. Tetapi rakyat nggak bodoh. Hasil 
>Pemilu menyatakan bahwa Ketum PDR-pun nggak berhasil masuk Senayan. Apalagi 
>begundalnya, istilah pak Amien Rais lho.....
> 
> Mentang-mentang cuma mau jadi Menteri satu tahun, lalu meninggalkan hutang 
>bertrilyun. Sadis amat. Kapan negara mau maju......
> 
>  
> --
> 
> On Wed, 9 Jun 1999 10:19:35    Raja Komkom S. wrote:
> >Mungkin ada benarnya juga sekarang ini bahwa sitem ekonomi kerakyatannya
> >pak Adi Sasono mengalami kegagalan, tapi itu semua kan karena timing,
> >dimana yang mengimplementasikan ide tersebut Notabene masih orang-orang
> >orba yang sudah belepotan dengan KKN itu, jadi pelaksanaannya jadi
> >semrawut dan jadi nggak jelas.


______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!






Kirim email ke